Impounding Bendungan Leuwikeris, Percepat Peningkatan Ketahanan Air Provinsi Jawa Barat

Tuesday, 20 August 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah melakukan pengisian awal waduk (impounding) Bendungan Leuwikeris yang berada di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Kamis (15/08/2024).

Bendungan Leuwikeris dibangun untuk mendukung ketersediaan air dan ketahanan pangan nasional, dan termasuk dalam salah satu Program Strategis Nasional Bidang Sumber Daya Air. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Bendungan Leuwikeris bertujuan untuk meningkatkan volume tampungan air sehingga suplai air irigasi ke lahan pertanian terus terjaga, penyediaan air baku dan mereduksi banjir.

“Sungai Citanduy belum terdapat bendungan. Apabila bendungannya sudah rampung, maka kontinuitas suplai air ke sawah terjaga. Selama ini lahan pertanian kerap mengalami banjir saat musim hujan dan kekurangan air pada musim kemarau,” kata Menteri Basuki.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Elroy Koyari mengatakan, proses impounding Bendungan Leuwikeris merupakan langkah penting sebelum ke tahap pelaksanaan operasi bendungan. Impounding dimulai dengan penutupan pintu pengelak guna pengisian waduk. Dan juga sebagai tanda bahwa Bendungan Leuwikeris siap diresmikan.

“Dengan dimulainya impounding, BBWS Citanduy semakin dekat dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan dan ketahanan air bagi masyarakat. Proses pengisian waduk diharapkan berjalan lancar hingga mencapai kapasitas optimal sehingga dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Elroy.

Bendungan Leuwikeris memiliki total tampungan air seluas 81,44 juta m3, dengan luas area genangan 242,90 ha. Dan pemanfaatannya antara lain untuk irigasi seluas 11,216 ha yang terbagi ke Daerah Irigasi (DI) Lakbok Utara di Ciamis seluas 6,600 ha dan DI Manganti di Cilacap seluas 4,616 ha. Dan juga sebagai sumber air baku dengan kapasitas 845 liter/detik bagi Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis.

See also  Mentan SYL Ajak Petani Milenial Jeneponto Gotong Royong Bangun Sektor Pertanian Modern

“Di samping itu, Bendungan Leuwikeris juga berpotensi sebagai pembangkit listrik berkapasitas 2 x 10 megawatt (MW) dan sebagai pengendali banjir. Selain itu Bendungan Leuwikeris dapat dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata dan konservasi air tanah,” jelas Elroy.

“Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Bendungan Leuwikeris sebesar Rp3,5 triliun. Untuk konstruksinya mulai dilakukan pada 2016 hingga 2024 dan terbagi menjadi 7 paket pekerjaan,” tambah Elroy.

Pelaksanaan Pembangunan Bendungan Leuwikeris dibagi dalam 7 (tujuh) paket pekerjaan, garis besar lingkup kegiatan.
Paket I dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan-PT Bahagia Bangun Nusa (KSO) untuk konstruksi tubuh bendungan utama (main dam), temporary cofferdam, dan fasilitas umum. Paket II oleh PT Waskita Karya – PT Adhi Karya (KSO) untuk galian bangunan pelimpah (spillway).

Kemudian, Paket III dikerjakan oleh PT Hutama Karya untuk pekerjaan galian terowongan pengelak (tunnel divertion), pembangunan jalan akses, dan Jembatan Citanduy. Paket IV dikerjakan oleh PT Waskita Karya – PT Hutama Karya- PT Basuki Rahmanta Putra (KSO) berupa pembetonan spillway dan pekerjaaan electrical serta hydromechanical, perkerasan jalan akses, dan pembangunan Jembatan Cihapitan.

Paket V dikerjakan oleh PT Waskita Karya – PT Adhi Karya (KSO) berupa pembetonan terowongan pengelak, penggalian shaft intake, dan pembangunan Jembatan Cikembang. Paket VI dan VII dikerjakan oleh PP-MARFRI-BAHAGIA BANGUNNUSA KSO untuk konstruksi tubuh bendungan utama (main dam) lanjutan, dan Intake. (*)

Berita Terkait

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok
Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas Business Streamlining BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola
Bahu-Membahu Atasi Karhutla di Merauke, TEP UGM dan Warga Bupul Indah Selamatkan Permukiman

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra

Wednesday, 23 September 2026 - 06:38 WIB

Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan

Tuesday, 22 September 2026 - 18:11 WIB

Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Berita Terbaru