Gus Halim: Program TEKAD Terbukti Efektif Karena Fokus pada Skala Mikro

Wednesday, 28 August 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) dinilai sangat efektif dalam pembangunan desa karena pendekatannya yang fokus pada skala mikro.

Dengan berfokus pada skala mikro, program TEKAD dapat memberikan intervensi yang lebih rinci dan tepat sasaran dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi di setiap desa.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, atau yang akrab disapa Gus Halim, saat menutup Workshop Nasional TEKAD di Ancol, Jakarta, Selasa malam (27/8/2024).

“Selalu saya tekankan bahwa kunci pembangunan desa terletak pada pendekatan skala mikro,” ujar Gus Halim.

Menurutnya, pembangunan desa akan lebih efektif jika data, lokus, dan penanganannya berfokus pada aspek mikro, meskipun jumlah desa yang perlu dibangun mencapai 78.000.

“Setiap desa memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi budaya maupun bahasa, dan inilah mengapa pendekatan mikro sangat penting,” kata Guru Besar Kehormatan Universitas Negeri Surabaya tersebut.

Program TEKAD yang berpusat di wilayah Indonesia Timur dinilai Gus Halim sangat spesifik dan efektif mengingat wilayah tersebut relatif lebih homogen. Meskipun program ini akan berakhir pada tahun 2024, Gus Halim mengharapkan keberhasilan yang telah diraih dapat diteruskan oleh pihak-pihak terkait.

“Investasi yang telah dilakukan sudah sangat bagus, sehingga seluruh upaya yang telah dikerjakan harus dilanjutkan dengan memanfaatkan potensi yang ada,” tambah Gus Halim.

Ia juga mendorong agar keberhasilan program ini dijadikan sebagai warisan yang perlu diperluas cakupannya dan diperkuat jejaringnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Halim juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas dalam menjalankan program-program pembangunan desa. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program TEKAD, terutama di wilayah Indonesia Timur, dan juga berpamitan seiring berakhirnya masa jabatannya sebagai Menteri Desa PDTT.

See also  Kementerian PUPR Selesai Bangun 3 Jembatan Ganda untuk Tingkatkan Kelancaran Lalu Lintas Jalur Riau-Sumbar

Pada acara tersebut, Gus Halim memberikan penghargaan kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dari tingkat kabupaten, provinsi, dan desa yang memiliki capaian kinerja terbaik.

Hadir turut mendampingi Gus Halim beberapa pejabat tinggi madya dari Kemendes PDTT, seperti Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Harlina Sulistyorini, Dirjen PPKTrans Danton Ginting, dan Dirjen PPDT Nugroho Setijo Nagoro.

Untuk diketahui, Program TEKAD telah dilaksanakan di 9 provinsi dan 25 kabupaten di Indonesia Timur, termasuk Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan berbagai provinsi di Papua. Program ini telah berhasil mengubah paradigma masyarakat desa tentang pentingnya membangun ekonomi perdesaan dengan memanfaatkan potensi unggulan dan sumber daya alam yang tersedia.

Selain kegiatan peningkatan kapasitas, program TEKAD juga meliputi intervensi lain seperti demonstrasi plot (demplot), Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD), dan Investment Fund (IF).

Adapun Workshop Nasional Program TEKAD Tahun 2024 ini, mengangkat tema “Membangun Masyarakat Desa di Wilayah Indonesia Timur yang Sejahtera Melalui Transformasi Ekonomi Desa/Kampung.”

Workshop ini dihadiri oleh Gubernur pada 9 Provinsi, Bupati pada 25 Kabupaten, Kepala Dinas PMK Provinsi atau sebutan lainnya, Kepala Dinas PMK Kabupaten atau sebutan lainnya, Kepala Bappeda Kabupaten, Tim Pelaksana Kegiatan Program TEKAD, Koordinator TPK Provinsi, Koordinator TPK Kabupaten, Peserta Pusat Kementerian / Lembaga, serta peserta lingkup Kementerian Desa PDTT.

Para narasumber yang diundang antara lain Menteri Desa PDTT, Wakil Menteri Desa PDTT, Deputi Pengembangan Regional Bappenas, Deputi Pendanaan Bappenas, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan Republik Indonesia, serta Country Director International Fund For Agricultural Development (IFAD).

Selain itu, hadir pula para Inspektur Wilayah 2 dan wilayah 5 Inspektorat Jenderal Kemendes PDTT, Kepala Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat BPSDM Kemendes PDTT, dan Mitra Pembangunan Program TEKAD seperti Agradaya, Kalasan Valley, Javara, PT.Mars Symbioscience, dan PT. Alko.

Berita Terkait

Tinjau Penanganan Longsor di Cisarua, Menteri Dody Pastikan Dukungan Penuh Proses Evakuasi
Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan Rutin di Sejumlah Ruas JTTS, Ditargetkan Rampung Akhir Januari
Menteri Dody Tinjau Normalisasi Aek Doras untuk Pemulihan Pascabencana di Sumut
Menteri PU Tinjau Penanganan Banjir Aek Garoga, Dorong Normalisasi Sungai dan Solusi Jangka Panjang
 Kementerian PU Dukung Pelepasan Tim Liputan Khusus Bangkit Sumatera LKBN Antara
Tegaskan Komitmen Pemulihan Pascabencana Sumatera, Menteri Dody dan Menko AHY Resmikan Hunian Pertama Kementerian PU di Aceh Tamiang
Deklarasi Indonesia Bersinar, Mendes Yandri Tegaskan Komitmen Perang Terhadap Narkoba
Kementerian PU Terjunkan Mahasiswa Politeknik PU ke Aceh dan Sumatera Utara

Berita Terkait

Sunday, 25 January 2026 - 23:04 WIB

Tinjau Penanganan Longsor di Cisarua, Menteri Dody Pastikan Dukungan Penuh Proses Evakuasi

Saturday, 24 January 2026 - 14:44 WIB

Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan Rutin di Sejumlah Ruas JTTS, Ditargetkan Rampung Akhir Januari

Saturday, 24 January 2026 - 14:16 WIB

Menteri Dody Tinjau Normalisasi Aek Doras untuk Pemulihan Pascabencana di Sumut

Saturday, 24 January 2026 - 14:13 WIB

Menteri PU Tinjau Penanganan Banjir Aek Garoga, Dorong Normalisasi Sungai dan Solusi Jangka Panjang

Friday, 23 January 2026 - 07:47 WIB

 Kementerian PU Dukung Pelepasan Tim Liputan Khusus Bangkit Sumatera LKBN Antara

Berita Terbaru

Berita Utama

Kementerian PU Bergerak Cepat Tangani Longsor Cisarua Bandung Barat

Sunday, 25 Jan 2026 - 09:30 WIB