Menuju Transformasi Digital, Kampus Kemenperin Siap Terapkan Farmasi 4.0

Thursday, 5 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Perindustrian konsisten menyelenggarakan program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri sesuai dengan kebutuhan saat ini. Program strategis ini telah berhasil mencetak sumber daya manusia (SDM) industri kompeten dan berdaya saing, yang akan menjadi bagian dari 149,38 juta total tenaga kerja di Indonesia (Survei Angkatan Kerja Nasional 2024).

Program pendidikan vokasi industri yang diselenggarakan oleh Kemenperin, direalisasikan melalui unit pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi sembilan SMK, 11 politeknik, dan dua akademi komunitas.

“Setiap tahunnya, unit-unit pendidikan vokasi Kemenperin tersebut berhasil melahirkan ribuan SDM industri terampil yang akan mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Seluruh lembaga pendidikan tersebut telah disiapkan dengan spesialisasi dan kompetensi yang spesifik agar lulusannya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mendalam,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (4/9).

Salah satu unit pendidikan tersebut adalah Politeknik AKA Bogor yang menyiapkan lulusannya untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja, khususnya di sektor industri kimia dan farmasi. Pada tahun ini, Politeknik AKA Bogor menerima 487 mahasiswa baru yang telah melalui seleksi ketat yang diikuti sebanyak 3.436 pendaftar. Politeknik ini memiliki tiga program studi DIII, yakni Analis Kimia, Pengolahan Limbah Industri, dan Penjaminan Mutu Industri Pangan. Selain itu terdapat Program DIV Nanoteknologi Pangan.

“Keberadaan mahasiswa Politeknik AKA Bogor menjadi bagian penting dari ekosistem pengembangan industri kimia dan farmasi melalui penyediaan kompetensi kerja yang dibutuhkan oleh sektor industri tersebut,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Masrokhan.

Pada Kuliah Umum mahasiswa baru Politeknik AKA Bogor, Senin (2/9) lalu, Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi, Emmy Suryandari menyampaikan bahwa industri kimia dan farmasi merupakan kelompok industri yang tengah mengimplementasikan industri 4.0. Berdasarkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), sektor kimia memiliki rata-rata nilai INDI 4.0 sebesar 1,98, sementara sektor farmasi memiliki rata-rata nilai INDI 4.0 sebesar 2,64. INDI 4.0 merupakan standar acuan untuk mengatur tingkat kesiapan perusahaan untuk bertransformasi ke era digital atau industri 4.0.

See also  Kemendagri Dorong Terciptanya Digital Government

“Sektor industri kimia dan farmasi saat ini semakin kompetitif di tingkat global, sehingga lulusan untuk sektor ini perlu memiliki kemampuan dan kompetensi yang lebih kompetitif juga,” jelas Emmy.

Kepada para mahasiswa baru, Emmy memperkenalkan Farmasi 4.0, yang merupakan adaptasi industri farmasi terhadap teknologi industri 4.0. Farmasi 4.0 menekankan transformasi digital, otomatisasi, dan integrasi data dalam proses manufaktur.

“Beberapa kompetensi teknis yang dibutuhkan untuk Farmasi 4.0 di antaranya adalah teknik, ilmu komputer, ilmu data, dan otomatisasi. Keahlian non-teknis juga harus disertakan dalam tim untuk mencakup kepatuhan ESG (environment, social, and good governance),” imbuh Emmy.

Sejalan dengan hal tersebut, Politeknik AKA Bogor telah memiliki kurikulum berbasis industri 4.0, sehingga lulusan kampus ini sudah lebih adaptif terhadap perubahan dan perkembangan industri.

Berita Terkait

Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta
Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut
Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa
Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Manokwari Selatan Hemat Energi & Biaya
Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan
Kementerian PU Salurkan 136 Ribu Liter Air untuk Warga dan Penanganan Karhutla di Sorong
DPR Setujui RUU Satu Data Indonesia Jadi Undang-Undang
Kementerian PU Suplesi Air untuk Jaga 8.845 Hektare Sawah di Nganjuk

Berita Terkait

Thursday, 8 October 2026 - 16:18 WIB

Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut

Thursday, 8 October 2026 - 12:48 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa

Thursday, 8 October 2026 - 08:13 WIB

Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Manokwari Selatan Hemat Energi & Biaya

Wednesday, 7 October 2026 - 18:48 WIB

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 October 2026 - 18:45 WIB

Kementerian PU Salurkan 136 Ribu Liter Air untuk Warga dan Penanganan Karhutla di Sorong

Berita Terbaru