Wamen Viva Yoga: Sinergi Merealisasi Visi Presiden Prabowo Membangun Kedaulatan Pangan Upaya kolaborasi dan integrasi program bersama di sektor pertanian

Monday, 16 December 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – “Kita optimis cita-cita bangsa Indonesia mampu swasembada pangan segera terwujud”, ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Jakarta, 16/12/2024. Ungkapan demikian disampaikan selepas dirinya mendampingi Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta.

“Kedatangan Kami disambut oleh Bapak Amran, Mas Sudaryono, Sekjen Kementan Ali Jamil, Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen Hortikultural, dan pejabat lainnya”, ujarnya. Disebut rapat koordinasi yang digelar antara Kementan dan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) itu sangat kondusif.

Dalam pertemuan tersebut dihasillkan beberapa persamaan persepsi dan pikiran bahwa harus ada kolaborasi, sinergi, dalam rangka untuk merealisasika visi Presiden Prabowo Subianto dalam rangka membangun kedaulatan pangan. “Dalam kedaulatan pangan akan berdiri tegak suatu bangsa yang berdaulat”, ujar Wakil Ketua Umum PAN itu.

Untuk membangun kedaulatan pangan, Kementrans menunjukan fakta bahwa kawasan transmigrasi sudah lama telah menjadi lumbung pangan nasional. Fakta ini menurutnya perlu ditingkatkan lagi. Program cetak sawah baru dan optimalisasi pertanian diusulkan berada di kawasan transmigrasi.

Untuk mendukung program itu diperlukan pembangunan irigasi dan transformasi pertanian dari tradisional menjadi modern dengan adanya modernisasi alat-alat dan teknologi serta tata kelola dan manajemen pertanian.

Viva Yoga senang kolaborasi dan integrasi antar kementerian bisa terjalin. Kementrans disebut juga mengadakan MoU dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun irigasi baik primier, tersier, maupun sekunder untuk mendukung lahan pertanian produktif yang sudah ada di kawasan transmigrasi. “Ini semua dilakuakan untuk mempercepat target terwujudnya swasembada pangan dalam rangka membangun kedaulatan pangan”, tutur mantan anggota Komisi IV DPR itu.

Kementrans dan Kementan sepakat saling melengkapi dalam rangka mensukseskan swasembada pangan. Dalam kolaborasi yang dijalin, Kementan akan membangun lumbung pangan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Wanam di Papua Selatan. “Di kawasan-kawasan lumbung pangan itu akan diisi oleh para transmigran namun khusus di Wanam akan diisi oleh transmigran lokal”, ujarnya.

See also  Kapolri Terbitkan Telegram Soal Pengamanan Pilkada Serentak 2020

Kementrans untuk menempatkan transmigran di kawasan-kawasan di atas menargetkan sekitar 100.000 petani transmigran. “Untuk kawasan di Wanam yang ditempatkan adalah petani lokal orang Papua”, tegasnya. Penempatan transmigran sebanyak itu dilakukan selama lima tahun ke depan.

Menurut alumni Pascasarjana UI itu untuk merealisasikan kolaborasi kedua Kementerian itu akan dibentuk kelompok kerja. Kelompok kerja ini dibentuk untuk membahas agenda yang sudah disepakati atau dikolaborasikan. “Sehingga langkah implementasi di lapangan menjadi efektif”, tuturnya.

Pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu optimis kolaborasi yang dijalin antar kementerian mampu menghantarkan bangsa ini masuk era swasembada pangan. “Dari sinilah cita-cita membangun kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat akan berjalan seiring”, papar mantan anggota Presidium KAHMI itu.

Berita Terkait

Jalur Pantai Selatan Jawa Tulungagung Tersambung, Hadirkan Akses pada Koridor Wisata Pesisir
Wujudkan Pendidikan yang Berkeadilan, BULD DPD RI Gelar RDPU dengan Mitra Strategis Pendidikan
Dari Kelapa Lahir 4.000 Lapangan Kerja
Menteri PANRB Apresiasi Program ASN Berintegritas KPK untuk Perkuat Nilai Antikorupsi
Hutama Karya dan Unand Resmikan Pustroib, Perkuat Infrastruktur Bawah Tanah Indonesia
Jangan Sampai Anak Lokal Jadi Penonton di Tanah Sendiri
Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal
Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Disiapkan Menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu

Berita Terkait

Thursday, 11 June 2026 - 00:24 WIB

Jalur Pantai Selatan Jawa Tulungagung Tersambung, Hadirkan Akses pada Koridor Wisata Pesisir

Wednesday, 10 June 2026 - 14:30 WIB

Dari Kelapa Lahir 4.000 Lapangan Kerja

Tuesday, 9 June 2026 - 23:18 WIB

Menteri PANRB Apresiasi Program ASN Berintegritas KPK untuk Perkuat Nilai Antikorupsi

Tuesday, 9 June 2026 - 23:05 WIB

Hutama Karya dan Unand Resmikan Pustroib, Perkuat Infrastruktur Bawah Tanah Indonesia

Monday, 8 June 2026 - 09:20 WIB

Jangan Sampai Anak Lokal Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Revitalisasi Madrasah Perkuat Infrastruktur Pendidikan Keagamaan

Thursday, 11 Jun 2026 - 08:08 WIB

Berita Utama

Di Komisi V, Mendes Yandri Paparkan BUMDesa dan Desa Ekspor

Thursday, 11 Jun 2026 - 00:00 WIB