DAELPOS.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamuddin mengapresiasi dan memuji keberanian Presiden Prabowo Subianto dalam mengkritisi kenyataan instabilitas politik di dunia Islam pada konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 Kairo Mesir yang lalu.
Menurutnya, pernyataan pedas Presiden Prabowo merupakan oto kritik terhadap lambannya kepemimpinan negara-negara Islam khususnya anggota D8 (development 8) dalam mendukung dan menjaga stabilitas politik di beberapa negara Timur Tengah. Pernyataan Pak Prabowo mengingatkan kita pada Peringatan Rasullullah Muhammad SAW tentang lemahnya umat Islam di akhir zaman.
“Kata Nabi, kelak jumlah Umat Islam sangat banyak, tapi tidak bersatu, hingga seperti buih di lautan. Hanya sedikit Pemimpin yang bersedia untuk menyampaikan kebenaran dan kritis seperti yang dilakukan presiden Prabowo”, ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Minggu (22/12).
Sultan mengatakan meskipun pernyataan Presiden Prabowo tersebut sempat membuat Presiden dan delegasi Turkiye walk out, namun dia tidak memiliki resiko diplomatik yang serius antara Indonesia dan Turkiye. Kita menghargai posisi Turkiye yang aktif memainkan peran geopolitiknya secara langsung di beberapa negara Timur Tengah saat ini.
“Meskipun sebagian bangsa kita menyayangkan keputusan dan sikap Presiden Erdogan yang walk out saat presiden Prabowo berbicara. Tapi semua pemimpin negara memiliki nilai yang diyakini benar dan motivasi yang berbeda-beda dalam setiap organisasi multilateral”, tegasnya.
Lebih lanjut mantan aktivis KNPI itu mendorong agar pemerintah Indonesian untuk menyisipkan langkah-langkah strategis dan isu yang lebih konkrit sebagai keketuaan KTT D8 di tahun depan.
“Atas nama lembaga DPD RI kami menyambut baik kepercayaan negara-negara D8 kepada Indonesia untuk menyelenggarakan KTT berikutnya. Semoga terjadi pencapaian yang lebih baik dalam mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bagi negara-negara Islam di hari-hari yang akan datang “, tutupnya.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

