Resmikan Paviliun Indonesia di Davos, Menteri Rosan Tekankan Kolaborasi Global

Wednesday, 22 January 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Paviliun Indonesia (Indonesia Pavilion) 2025 secara resmi dibuka oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Anindya Novyan Bakrie di Davos, Swiss (21/1). Seremoni pemotongan pita ini secara resmi membuka rangkaian kegiatan Indonesia pada Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) 2025 serta mengawali delapan sesi diskusi panel yang akan diselenggarakan di Paviliun Indonesia selama dua hari ke depan.

Dengan mengusung tema “Leading the Way: A Pathway to The Vision of Golden Indonesia 2045”, Paviliun Indonesia 2025 dirancang untuk menjadi panggung strategis yang menampilkan potensi investasi Indonesia di kancah global. Berbagai sesi diskusi interaktif akan digelar bertujuan untuk mengeksplorasi kondisi Indonesia terkini serta peluang investasi di berbagai sektor unggulan di Indonesia. Menteri Rosan menegaskan pentingnya momen ini sebagai ajang untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang menjanjikan.

“Kami sangat senang karena di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo tentunya kami menjadi negara yang lebih terbuka dan menjadi negara yang kuat, serta harus terlibat secara aktif dengan berbagai multilateral dan bilateral asing. Kami yakin bahwa Indonesia harus lebih hadir di dunia. Tentunya kami ingin memberi energi dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terutama di luar negeri, karena Indonesia akan mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat dari yang ditargetkan,” ucap mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini dalam pidato pembukaannya.

Selaras dengan misi Asta Cita yang dicanangkan Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Paviliun Indonesia 2025 menyoroti sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas pembangunan dan pengembangan ekonomi. Sektor-sektor tersebut meliputi Hilirisasi Industri, Energi Baru Terbarukan, Pertanian dan Industri Makanan, Farmasi dan Alat Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi Digital, Ekosistem Semikonduktor, Ibu Kota Nusantara, serta Industri Manufaktur Berorientasi Ekspor.

See also  Tiket KA Lebaran Masih Tersedia, KAI Berkomitmen Jual Tiket dengan Transparan

“Kami percaya bahwa kolaborasi global adalah kunci untuk mewujudkan potensi Indonesia secara penuh. Dengan memanfaatkan platform seperti Paviliun Indonesia ini, kami berharap dapat menciptakan sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045,” imbuh Rosan.

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard yang turut hadir dalam acara peresmian tersebut menegaskan pentingnya keberlanjutan dan kolaborasi untuk mencapai visi jangka panjang.

“Melalui Paviliun Indonesia ini, kami ingin menegaskan komitmen Indonesia dalam menciptakan ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan. Visi Indonesia Emas 2045 adalah tonggak sejarah yang ingin kami capai bersama, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas global,” ucap Febrian.

Paviliun Indonesia 2025 yang berlangsung pada 20-24 Januari 2025, berisi pameran potensi investasi strategis, seperti peta jalan hilirisasi dan 9 fokus investasi. Selain itu, paviliun juga menjadi ajang unjuk keramahan Indonesia melalui sajian kuliner kopi dan rendang, serta pameran produk outdoor sport yang merupakan aktivitas kesukaan warga Swiss. Dengan semangat kolaborasi global dan visi yang jelas menuju Indonesia Emas 2045, Paviliun Indonesia 2025 diharapkan menjadi ajang untuk memperkokoh hubungan internasional dan membuka jalan menuju kemitraan strategis yang saling menguntungkan. (*)

 

Berita Terkait

Sinergi Fiskal-Moneter 2026, Defisit APBN Dijaga 2,68 Persen PDB
Aksi Cepat Tanggap, Bank Mandiri Salurkan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Banjir Majalaya
Menkeu Purbaya Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
Pertamina dan GAPULIMGI Bangun Ekosistem Nasional Minyak Jelantah Berkelanjutan
Epson Paparkan Strategi 2026: Inovasi Berkelanjutan untuk B2B
Menkeu: APBN 2026 Tetap Ekspansif, Anggaran Kesehatan Tembus Rp247,3 Triliun
BI Prediksi Ekonomi Jakarta 2026 Tumbuh hingga 5,6%
UMKM Pertamina Laris Manis di INACRAFT 2026, Digemari Buyer Asing Hingga Tembus Transaksi Miliaran

Berita Terkait

Saturday, 21 February 2026 - 23:36 WIB

Sinergi Fiskal-Moneter 2026, Defisit APBN Dijaga 2,68 Persen PDB

Friday, 20 February 2026 - 20:37 WIB

Aksi Cepat Tanggap, Bank Mandiri Salurkan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Banjir Majalaya

Thursday, 19 February 2026 - 19:54 WIB

Menkeu Purbaya Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sunday, 15 February 2026 - 13:07 WIB

Pertamina dan GAPULIMGI Bangun Ekosistem Nasional Minyak Jelantah Berkelanjutan

Sunday, 15 February 2026 - 12:43 WIB

Epson Paparkan Strategi 2026: Inovasi Berkelanjutan untuk B2B

Berita Terbaru

Olahraga

Drama Lima Set, Jakarta Livin Mandiri Jaga Asa ke Final Four

Monday, 23 Feb 2026 - 01:20 WIB