DAELPOS.com – PT Pupuk Indonesia memastikan produksi dan distribusi pupuk tetap berjalan selama Ramadan 2025 untuk memenuhi kebutuhan petani. Langkah ini diambil untuk mendukung persiapan petani menghadapi musim tanam yang dimulai pada April mendatang.
Ini juga dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan pupuk dalam upaya mendukung program swasembada pangan pemerintah. Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Tri Wahyudi Saleh menyatakan pihaknya akan menjaga ketersediaan pupuk di tingkat kios dan pengecer.
Selain memastikan produksi pupuk berjalan lancar, distribusi juga menjadi perhatian utama agar pasokan sampai tepat waktu. Pupuk Indonesia mengandalkan jaringan distribusi mencakup 516 gudang tingkat provinsi, kabupaten/kota dengan total kapasitas sekitar 2,89 juta ton.
Pupuk Indonesia juga melibatkan 1.067 distributor dengan 25.903 jaringan kios atau pengecer. Pihaknya juga didukung 107 penyedia jasa kapal dengan 179 trayek dan 274 penyedia jasa truk dengan 1.288 rute.
Keperluan distribusi tersebut juga didukung empat rute pendistribusian menggunakan kereta api. Rantai pasok dipastikan tetap beroperasi selama Ramadan hingga setelah Idulfitri, meskipun ada pembatasan angkutan barang pada masa mudik.
Pupuk Indonesia mendapat pengecualian dari pemerintah untuk memastikan distribusi pupuk tidak terganggu. Petani yang terdaftar juga tetap dapat menebus pupuk bersubsidi di kios dan pengecer selama bulan puasa.
“Kemudahan menebus pupuk bersubsidi dengan membawa KTP bagi petani terdaftar ini sudah bisa dilakukan di sekitar 25.903 kios atau pengecer yang sudah mengimplementasikan aplikasi iPubers. Dengan begitu, petani terdaftar dengan mudah melakukan penebusan pupuk bersubsidi guna memenuhi kebutuhan pupuk,” kata Tri Wahyudi Saleh, Jumat (28/2/2025).
Penebusan pupuk bersubsidi bisa diwakilkan jika petani mengalami kendala. Syarat penebusan diwakilkan telah diatur dalam keputusan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian.
Hingga akhir Februari 2025, Pupuk Indonesia telah menyalurkan lebih dari satu juta ton pupuk bersubsidi kepada petani. Selain itu, stok pupuk yang disiapkan selama Ramadan sudah melebihi ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah.
Persentase ketersediaannya mencapai lebih dari tiga kali lipat dari standar yang berlaku.