Dibentuk Kopdes Merah Putih, Wamen Viva Yoga: Koperasi Di Kawasan Transmigrasi Ikut Berkontribusi dalam Menciptakan Pertumbuhan Ekonomi Baru

Thursday, 6 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi bersyukur Presiden Prabowo Subianto membentuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. “Dibentuknya Kopdes Merah Putih selaras dengan visi dan platform dibentuknya Kementerian Transmigrasi”, ujarnya kepada wartawan, Jakarta, 6/3/2025.

Koperasi dikatakan bagian penting dalam pembangunan kawasan transmigrasi. Diungkap pada November 2024, dirinya bersama Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman mengadakan pertemuan dengan Menteri Koperasi Budi Arie dan Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kantor Kementerian Koperasi. “Saat pertemuan banyak hal yang dibahas mulai dari eksistensi dan pengembangan koperasi, pemberdayaan ekonomi, hingga keseriusan membangun koperasi di kawasan transmigrasi”, ujarnya.

Ditambahkan dalam pertemuan itu Kementerian Koperasi siap memberikan dukungan pembiayaan koperasi di kawasan transmigrasi lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).

Tercatat saat ini sudah ada 3500 koperasi yang terbentuk di kawasan transmigrasi. Dengan hadirnya Kopdes Merah Putih di 70.000 desa seluruh Indonesia, Viva Yoga merasa senang sebab di kawasan transmigrasi tidak hanya bertambah jumlah koperasinya namun juga mengadakan dari yang belum ada menjadi ada koperasi.

Koperasi-koperasi yang ada di kawasan transmigrasi menurut Viva Yoga akan dimaksimalkan tujuan dibentuknya agar dapat memberikan manfaat kepada para anggota, warga transmigran; dan masyarakat sekitarnya. “Perlu dibina orientasi bisnisnya agar menjadi usaha ekonomi untuk mengembangkan kawasan pertumbuhan baru”, ujarnya.

Mantan anggota Komisi IV DPR itu menekankan hal yang demikian karena program transmigrasi tak hanya memindahkan penduduk untuk menjaga wilayah NKRI, menigkatkan taraf hidup masyarakat, namun juga menciptakan kawasan pertumbuhan.

Kawasan transmigrasi disebut tak hanya sebagai sentra tanaman pangan, beras, tetapi di sana juga banyak tumbuh komoditas tanaman lainnya seperti kakao, sawit, nanas, jeruk, alpukat, durian, dan pisang. Produksi berbagai komoditas itu perlu dikelola oleh koperasi dan selanjutnya dikolaborasikan dengan pengusaha lokal maupun nasional. “Produksi dari perkebunan inilah bisa menjadi komoditas unggulan Kopdes dari kawasan transmigrasi”, tuturnya.

See also  Efektifkan Pemanfaatan Dana Desa, Kemendes-Kejagung Konsolidasikan Pos Jaga Desa

Pola yang demikian disebut sesuai arahan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang mengatakan Kopdes akan menampung hasil pertanian dari desa. “Pak Menko Pangan mengatakan dari desa menjadi pusat kegiatan ekonomi”, tutur pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu.

Pembentukan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia menurut Viva Yoga merupakan bagian dari pengimplementasian amanat Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 dan juga spirit dari pendiri bangsa, Mohammad Hatta. “Banyak pemikiran substantif yang disampaikan Bung Hatta terkait koperasi”, ujarnya.

Wakil Presiden II Indonesia yang sekaligus Bapak Koperasi itu mengatakan bahwa koperasi memiliki kesamaan dengan sistem sosial asli yang berasal dari adat istiadat bangsa Indonesia yaitu kolektivisme. “Jadi sesuai budaya bangsa”, ujarnya. “Bung Hatta juga menyebut koperasi jalan menghimpun kekuatan ekonomi lemah menjadi kuat melalui pengelolaan kolektifisme”, tambahnya.

Berita Terkait

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen
Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 20:37 WIB

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen

Friday, 25 September 2026 - 17:38 WIB

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Berita Terbaru

Energy

Raih 11 Medali, PLN Icon Plus Masuk Top 10 TBCCI 2026

Friday, 25 Sep 2026 - 20:34 WIB