Dampingi Presiden, Menteri PU: Infrastruktur Terpadu KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi

Thursday, 20 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, di Jawa Tengah, Kamis (20/3/2025), didampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Presiden Prabowo menyampaikan harapannya agar KEK ini mampu memperkuat industrialisasi dan hilirisasi nasional serta menciptakan hingga 8 juta lapangan kerja baru dalam lima tahun ke depan.

Pengembangan KEK Industropolis Batang ini merupakan transformasi dari Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang sebelumnya diatur melalui Perpres Nomor 106 Tahun 2022 tentang Percepatan Investasi Melalui Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang di Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang adalah wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Kehadiran KEK ini tidak hanya menjadi jawaban atas kebutuhan industri, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat melalui peningkatan konektivitas, penyediaan lapangan kerja, dan penguatan daya saing regional.

“Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional yang ditetapkan melalui Perpres 109/2020 dan Perpres 106/2022, pengembangan KEK Batang dirancang sebagai kawasan ramah investasi dengan harga kompetitif dan proses perizinan yang lebih mudah. Dengan lahan seluas ±4.000 hektare yang disiapkan di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, kawasan ini siap menjadi pusat pertumbuhan industri unggulan di Indonesia,” ujar Menteri Dody.

Menteri Dody juga menjelaskan, Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp3,85 triliun untuk mendukung pengembangan kawasan ini. “Dukungan kami meliputi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sepanjang 50,2 km dengan anggaran Rp1,82 triliun, akses jetty senilai Rp194,1 miliar, serta pematangan lahan seluas 400 hektare dengan biaya Rp514,3 miliar. Infrastruktur ini memastikan kelancaran dan efisiensi rantai pasok industri, yang menjadi kunci dalam memperkuat daya tarik investasi di kawasan ini,” imbuhnya.

See also  Menkop Teten Prioritaskan Pengembangan Sektor Eduwisata Agro-Maritim.

Dari sisi pengelolaan sumber daya air, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah menyelesaikan pembangunan drainase utama (long storage) berkapasitas 105.000 m³ untuk mengendalikan banjir di area seluas 450 hektare, serta embung dan reservoir dengan total kapasitas 1.041.802 m³. Infrastruktur air baku ini, yang dibangun dengan biaya Rp409,7 miliar, mampu menyediakan hingga 285 liter per detik untuk kebutuhan industri dan masyarakat di sekitar kawasan.

“Kami juga memastikan bahwa pengelolaan lingkungan menjadi prioritas. Dengan biaya Rp344 miliar, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 18.000 m³/hari telah dibangun menggunakan teknologi ramah lingkungan Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dan dilengkapi jaringan perpipaan sepanjang 18 km. Selain itu, Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) dengan kapasitas 35 ton per hari juga telah selesai dibangun dengan anggaran Rp21,9 miliar,” jelas Menteri Dody.

Untuk mendukung kebutuhan hunian pekerja, Menteri Dody menyebutkan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah membangun 10 tower rumah susun tipe barak berkapasitas 2.620 orang dengan anggaran Rp351,9 miliar. Hunian ini tidak hanya mendukung efisiensi para pekerja tetapi juga memperkuat ekosistem industri di kawasan ini.

“Kami percaya bahwa infrastruktur adalah urat nadi ekonomi. Dengan dukungan infrastruktur yang andal dan terintegrasi, KEK Industropolis Batang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional hingga 8 persen. Kementerian Pekerjaan Umum akan terus berkomitmen mendukung visi besar Indonesia menjadi negara maju melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Menteri Dody.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga menyampaikan dukungan penuh pemerintah terhadap pengembangan kawasan ekonomi khusus di berbagai wilayah Indonesia. AHY menegaskan pentingnya kesinambungan pembangunan infrastruktur dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya agar pembangunan yang sudah berjalan tetap terjaga kualitas dan manfaatnya.(*)

Berita Terkait

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan
Kementerian PU Terjunkan Alat Berat Pulihkan Jalan Nasional Terdampak Banjir Bandang di Solok

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Wednesday, 23 September 2026 - 18:30 WIB

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Berita Terbaru

 Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Syamsir Abduh / foto ist

News

Guru Besar ITPLN Ingatkan Syarat Ekspor Listrik Indonesia

Thursday, 24 Sep 2026 - 14:12 WIB