Haidar Alwi: Apresiasi Kapolri dalam Usut Teror terhadap Tempo, Tapi Tempo Juga Harus Introspeksi

Monday, 24 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi / foto ist

Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi / foto ist

 

DAELPOS.com – R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo atas langkah cepatnya dalam mengusut kasus teror terhadap kantor redaksi Tempo. Menurut Haidar, instruksi Kapolri kepada Kabareskrim untuk menyelidiki kasus ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menegakkan hukum dan melindungi kebebasan pers.

“Saya sangat mengapresiasi Kapolri yang langsung bergerak cepat untuk mengusut kasus ini. Teror dalam bentuk apa pun tidak boleh dibiarkan, terutama jika sasarannya adalah jurnalis yang menjalankan tugasnya,” ujar Haidar Alwi.

Namun, di balik dukungannya terhadap upaya kepolisian, Haidar juga memberikan catatan kritis terhadap Tempo. Menurutnya, media ini kerap mengambil posisi konfrontatif terhadap pemerintah dengan narasi yang sering kali tidak berimbang.

Tempo: Media atau Oposisi Terselubung?

Haidar Alwi menyoroti bahwa dalam banyak pemberitaannya, Tempo lebih sering menyerang kebijakan pemerintah ketimbang memberikan informasi yang objektif dan edukatif kepada masyarakat. Sikap seperti ini, menurutnya, membuat Tempo lebih mirip sebagai alat propaganda ketimbang media jurnalistik yang seharusnya netral.

“Pers seharusnya menjadi mata dan telinga masyarakat, memberikan berita yang akurat, bukan sekadar memainkan opini dan narasi yang hanya menguntungkan satu pihak. Namun, kita bisa lihat sendiri, Tempo sering kali hanya mencari sisi negatif dari pemerintah tanpa pernah menampilkan pencapaian atau kebijakan yang telah berhasil,” kritik Haidar Alwi.

Ia juga menekankan bahwa kebebasan pers bukanlah kebebasan untuk menebar sentimen anti-pemerintah. Sebuah media harus bekerja berdasarkan fakta, bukan sekadar memainkan emosi publik dengan narasi tendensius yang bisa memperkeruh situasi.

“Bukan rahasia lagi jika Tempo selama ini sering menyajikan berita yang menyerang pemerintah dengan tajam, tetapi cenderung mengabaikan pencapaian yang positif. Jika sebuah media hanya fokus pada kritik tanpa solusi, itu bukan lagi media, tetapi sudah menjadi alat kepentingan tertentu,” tegas Haidar Alwi.

See also  Menteri Basuki Tinjau Rehabilitasi Bendung Cikeusik untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kuningan Jawa Barat

Haidar menegaskan bahwa semua media harus berpegang pada prinsip keseimbangan dalam pemberitaan. Kritik memang diperlukan dalam demokrasi, tetapi harus berbasis fakta, bukan sentimen politik.

“Kita harus jujur, media yang terus-menerus membangun narasi negatif terhadap pemerintah tanpa dasar yang jelas justru menciptakan polarisasi di masyarakat. Ini yang berbahaya, karena kepercayaan publik terhadap media bisa semakin menurun,” tambahnya.

Keyakinan Akan Terungkapnya Pelaku.

Terlepas dari kritiknya terhadap Tempo, Haidar tetap mendukung langkah Kapolri dalam mengusut tuntas kasus teror ini. Ia meyakini bahwa dengan komitmen dan profesionalisme yang ditunjukkan, kepolisian akan segera mengungkap siapa dalang di balik teror ini dan memberikan keadilan bagi pihak yang menjadi korban.

“Saya percaya Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo mampu menuntaskan kasus ini dengan transparan dan profesional. Teror semacam ini tidak boleh terjadi di negara hukum seperti Indonesia,” kata Haidar Alwi.

Ia juga mengingatkan bahwa kasus ini bisa menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi kekerasan dan intimidasi terhadap siapa pun, termasuk terhadap jurnalis. Namun, di sisi lain, Haidar berharap media seperti Tempo juga bisa belajar dari peristiwa ini dan mulai menjalankan peran jurnalistiknya dengan lebih bertanggung jawab.

Dengan langkah cepat dari kepolisian, diharapkan kasus ini bisa segera terungkap dan menjadi pelajaran bagi semua pihak: bahwa kebebasan pers harus tetap dijaga, tetapi harus diiringi dengan tanggung jawab dan etika jurnalistik yang benar.

“Polri sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Sekarang, giliran media untuk introspeksi. Jika ingin dihormati sebagai pers yang independen, jadilah media yang benar-benar bekerja untuk kepentingan publik, bukan sekadar alat kepentingan politik,” pungkas Haidar Alwi.

Berita Terkait

Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
Kementerian PU Distribusikan 16.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Gayo Lues
Kementerian PU Tangani Banjir Bandang di Sungai Cikalintu, Siapkan Penanganan Infrastruktur Sungai
Dari Cerpen Kelas Lima SD hingga Novel, SBY: Kembalinya Seniman Setelah Mengembara
Akses Jalan Pining-Lokop Kembali Dapat Dilalui Pascabanjir di Gayo Lues
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp44 Triliun dalam 100 Hari
Kepala BP BUMN dan Komisi VI DPR RI Tinjau Progres Pembangunan Stadion H. Agus Salim Garapan Hutama Karya
Kepala BP BUMN dan Komisi VI DPR RI Tinjau Flyover Sitinjau Lauik

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 18:15 WIB

Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026

Monday, 2 November 2026 - 07:00 WIB

Kementerian PU Distribusikan 16.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Gayo Lues

Sunday, 1 November 2026 - 00:16 WIB

Kementerian PU Tangani Banjir Bandang di Sungai Cikalintu, Siapkan Penanganan Infrastruktur Sungai

Saturday, 31 October 2026 - 18:14 WIB

Dari Cerpen Kelas Lima SD hingga Novel, SBY: Kembalinya Seniman Setelah Mengembara

Friday, 30 October 2026 - 00:05 WIB

Akses Jalan Pining-Lokop Kembali Dapat Dilalui Pascabanjir di Gayo Lues

Berita Terbaru

Energy

ITPLN Ditantang Teliti Listrik Arus Laut

Monday, 2 Nov 2026 - 19:04 WIB

Salah satu implementasi pilar transformasi TLKM 30 unlock value, rampungnya pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026.

Berita Terbaru

Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026

Monday, 2 Nov 2026 - 18:15 WIB