DAELPOS.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers untuk membahas perkembangan situasi global terkini, khususnya merespons kebijakan tarif Amerika Serikat yang dikenal sebagai “Trump Tariff”. Kebijakan ini kembali menjadi sorotan karena dampaknya terhadap dinamika perdagangan internasional dan kestabilan ekonomi global.
Dalam perbincangan tersebut, Menkeu menyampaikan langkah-langkah strategis Indonesia dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
“Saya sampaikan berbagai kebijakan deregulasi dan penyederhanaan prosedur ekspor-impor dan investasi yang tengah kami lakukan, serta pentingnya dialog dengan dunia usaha dan para pemangku kepentingan untuk merespons perubahan global secara kolektif,” ujar Menkeu pada Sabtu (12/4).
Selain membahas kebijakan domestik, Menkeu juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama regional dan internasional. Ia membagikan hasil pertemuan para Menteri Keuangan ASEAN yang sepakat mempererat kerja sama intra-kawasan. Indonesia juga terus menjalin komunikasi dan kerja sama perdagangan serta investasi dengan berbagai mitra global seperti Uni Eropa, negara-negara Teluk, Amerika Latin, dan Kanada.
Sementara itu, Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers, mengungkapkan bahwa pasar keuangan Australia sangat sensitif terhadap dinamika global, meskipun kondisi sektor riil di negaranya masih relatif stabil. Jim menegaskan bahwa Australia memilih pendekatan diplomatik melalui jalur negosiasi dengan Amerika Serikat, alih-alih melakukan tindakan balasan. Jim juga menyampaikan bahwa Australia telah berdiskusi dengan Inggris dan Korea Selatan terkait isu ini.
Menutup pembicaraannya, Jim menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara anggota G20 untuk menghadapi tantangan global secara bersama-sama.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

