Podcast Ngegas Rakyat Merdeka, Viva Yoga Ajak Gen Z Berkreasi, Berinovasi, dan Berkiprah Di Kawasan Transmigrasi

Friday, 2 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) saat ini melakukan transformasi atau memiliki paradigma baru. Transmigrasi yang dilakukan bukan hanya sekadar memindahkan penduduk dari daerah padat ke wilayah longgar namun bagaimana program yang dijalankan mampu meningkatkan kesejahteraan transmigran di satuan-satuan pemukiman dan masyarakat setempat yang berada di kawasan transmigrasi. Kawasan yang ada dikembangkan sebagai kawasan pertumbuhan baru. “Jadi tanggung jawab Kementrans lebih luas”, ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi.

Paparan di atas disampaikan Viva Yoga saat dirinya tampil dalam ‘Podcast Ngegas Rakyat Merdeka’. Podcast yang direkam di Gedung Graha Pena,  Jakarta, 2/5/2025, itu dipandu oleh wartawan senior Siswanto.

Dikatakan, minat masyarakat untuk mengikuti transmigrasi masih tinggi. Di tahun 2024, masyarakat yang mendaftar untuk menjadi transmigran sebanyak 7000 kepala keluarga. “Karena ada keterbatasan anggaran maka yang kita berangkatkan baru 130 kepala keluarga”, ujarnya.

Paradigma baru dari Kementrans menurut Viva Yoga membuat syarat untuk menjadi transmigran lebih longgar. “Dulu harus berkeluarga, sekarang yang jomblo atau lajang juga bisa menjadi transmigran”, ungkap pria yang juga menjadi Wakil Ketua Umum PAN itu.

Longgarnya syarat untuk menjadi transmigran ini menurutnya sebagai tantangan bagi Generasi Z atau yang lebih popular disebut Gen Z berpikir out of the box, kreatif, dan inovatif untuk berkiprah di kawasan transmigrasi. “Kawasan transmigrasi perlu disentuh dengan inovasi, kreasi, gagasan, dan ide dari Gen Z”, ujar mantan Ketua Umum HMI Cabang Denpasar itu.

Berkiprahnya Gen Z di kawasan transmigrasi untuk menciptakan kawasan pertumbuhan baru dikatakan bagian dari implementasi dari rasa dan jiwa nasionalisme, patriotisme, dan cinta pada bangsa serta negara. “Sifat-sifat seperti ini yang diinginkan oleh Presiden Prabowo”, ucap alumni Program Pascasarjana UI itu.

See also  Angka Perkawinan Anak Masih Tinggi, TP-PKK Pusat Bendung dengan Gerakan Cepak

Menjadi transmigran atau berkiprah di kawasan transmigrasi disebut tidak harus menjadi petani. “Saat ini banyak pilihan profesi”, tuturnya. Disampaikan dalam podcast itu, Kementrans pernah memberangkatkan transmigran dari kalangan nelayan ke Sulawesi Barat. “Karena di provinsi itu membutuhkan nelayan untuk mengembangkan kawasan pesisir”, ungkapnya. “Jadi profesi apa yang dibutuhkan itu tergantung dari permintaan daerah tujuan”, tambahnya. Dengan kebutuhan masing-masing daerah yang tidak sama itulah maka akan ada transmigran dari berbagai kalangan seperti nelayan, petani, tenaga di perkebunan, pertambangan, bahkan dalam dunia pariwisata.

Program transmigrasi yang sekarang sifatnya desentralistik dan bottom up itulah yang membuat kepala daerah bisa mengajukan permintaan transmigran kepada Kementrans. Beberapa bupati dan anggota DPRD sudah banyak yang mengajukan pengiriman transmigran salah satunya Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Skema dari paradigma baru transmigrasi ini adalah bila kepala daerah memerlukan transmigran maka ia harus menyediakan lahan. “Tugas Kementrans menjadi fasilitator dan komunikator antara daerah yang membutuhkan transmigran dengan daerah yang ingin memberangkatkan transmigran”, ungkap Viva Yoga.

Berita Terkait

Bendung Krueng Pase Kembali Berfungsi, Dukung Pemulihan Pertanian di Aceh Utara
Dari Dermaga ke Sekolah: Hutama Karya Ngebut Bangun Sekolah Rakyat Mamuju
Kementerian PU Kebut Tol Kayuagung–Palembang– Betung, Dua Seksi Utama Ditargetkan Rampung Kuartal III 2026
Prabowo Kumpulkan Tokoh di Hambalang, Bahas Pengawasan Aliran Dana
Kementerian PU Dukung Penanganan Putusnya Akses Lokop-Pining di Aceh, Prioritaskan Pemulihan Mobilitas Warga
Ruas Pameu–Geumpang Dibuka Lagi! Kementerian PU Siapkan Proteksi Lereng Permanen
PLN Icon Plus Apresiasi Kepemimpinan Lewat Best 50 CEO & Best COO Awards 2026
Prabowo Ngebut, 13 Proyek Hilirisasi Tahap II Rp116 T Resmi Dimulai

Berita Terkait

Tuesday, 5 May 2026 - 17:04 WIB

Bendung Krueng Pase Kembali Berfungsi, Dukung Pemulihan Pertanian di Aceh Utara

Tuesday, 5 May 2026 - 00:29 WIB

Dari Dermaga ke Sekolah: Hutama Karya Ngebut Bangun Sekolah Rakyat Mamuju

Monday, 4 May 2026 - 21:32 WIB

Kementerian PU Kebut Tol Kayuagung–Palembang– Betung, Dua Seksi Utama Ditargetkan Rampung Kuartal III 2026

Monday, 4 May 2026 - 15:53 WIB

Prabowo Kumpulkan Tokoh di Hambalang, Bahas Pengawasan Aliran Dana

Sunday, 3 May 2026 - 21:20 WIB

Kementerian PU Dukung Penanganan Putusnya Akses Lokop-Pining di Aceh, Prioritaskan Pemulihan Mobilitas Warga

Berita Terbaru