Hadiri Orasi Ilmiah Guru Besar ITERA, Wamen Diana Soroti Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor Antisipasi Bencana Gempa

Sunday, 4 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menghadiri Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Lampung, Sabtu (3/5).

Orasi Ilmiah Guru Besar ITERA disampaikan Profesor Harkunti Pertiwi Rahayu dan Profesor Ibnu Syabri yang dikenal atas kontribusinya dalam bidang kebencanaan dan tata ruang juga dihadiri Plt. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Dalam sambutannya Wamen Diana mengapresiasi orasi kedua guru besar tersebut.

“Pengukuhan ini tentu bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga menggambarkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, dan tentunya pembangunan bangsa,“ kata Wamen Diana.

Ditegaskan Wamen Diana bahwa dengan adanya dua profesor ini kita bisa benar-benar mempersiapkan diri kita ketika terjadi bencana sehingga mengurangi jumlah korban, semacam antisipasi dan mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana gempa.

Menurut Wamen Diana, Indonesia harus senantiasa mewaspadai kondisi dari posisinya yang berada di wilayah Cincin Api Pasifik yang dikenal rawan terhadap gempa bumi besar. Tidak seperti bencana lain, gempa bumi tidak dapat diprediksi dan bisa terjadi kapan saja.

“Seperti tadi disampaikan oleh Profesor Harkunti bagaimana kita hidup berdampingan dengan risiko serta dampak bencana seperti gempa bumi,” ujar Wamen Diana.

Kerusakan akibat gempa bisa berupa keruntuhan bangunan, pergeseran tanah, longsor, hingga deformasi struktur. Dari semua risiko tersebut, kerusakan bangunan adalah yang paling mungkin dikendalikan. Pengendaliannya dilakukan melalui penerapan desain bangunan tahan gempa yang sesuai standar.

“Saya sangat sependapat dengan pernyataan Profesor Harkunti dan Profesor Ibnu Syabri bahwa tata guna lahan dan rencana tata ruang memiliki peran penting dalam mendorong penerapan standar bangunan tahan gempa yang dapat diwujudkan melalui Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan penerapan building code yang konsisten,” tambah Wamen Diana.

See also  Mudik Asyik Pertamina Lepas 4.000 Pemudik ke 17 Kota

Wamen Diana menjelaskan upaya peningkatan ketahanan gempa mencakup penerapan rekayasa struktural berbasis SNI terbaru. Retrofitting juga diperlukan untuk bangunan lama yang belum memenuhi standar ketahanan gempa saat ini. Dibutuhkan juga sistem manajemen bencana preventif berbasis data, teknologi dan regulasi terkini. Hal ini tentunya membutuhkan kolaborasi lintas sektor meliputi pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta dan masyarakat.

“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada ITERA yang telah memanfaatkan momentum ini untuk membangun jembatan kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah demi mewujudkan pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan,” tutup Wamen Diana.

Rektor ITERA, Profesor I Nyoman Pugeg Aryantha mengatakan orasi ilmiah ini merupakan wahana pertukaran pengetahuan. “Orasi Ilmiah Guru Besar hari ini akan memberikan makna bukan hanya seremoni akademik tetapi juga wahana untuk membuka ruang dialog berbagai isu untuk pembangunan masa depan,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Wamen Diana Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Susan Novelia, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Roy Panagom Pardede dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Lampung Ahmad Irwan Kusuma. (*)

Berita Terkait

Kementerian PU Pulihkan Trans Sulawesi Usai Banjir Parigi Moutong
Kementerian PU Normalisasi Saluran Sekunder Tambun, 875,68 Hektare Sawah di Karawang Terairi
CESGS Apresiasi Sepuluh Perusahaan melalui ESG Leadership Award 2026
Tindak Lanjuti Asesmen, Kementerian PU Mulai Bongkar Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores
Cegah Banjir Tanjungpinang, Menteri PU Dorong Penanganan dari Sungai hingga Muara
Kementerian PU Perkuat Dukungan Air untuk Tangani Karhutla di Kalimantan dan Jambi
Kementerian PU Bangun 375 Infrastruktur Sanitasi di Sumut, Libatkan Pekerja Lokal
Selamatkan 18,6 Hektare Sawah di Sumbawa, Kementerian PU Salurkan 25 Ribu Liter Air Irigasi

Berita Terkait

Tuesday, 1 September 2026 - 19:13 WIB

Kementerian PU Pulihkan Trans Sulawesi Usai Banjir Parigi Moutong

Tuesday, 1 September 2026 - 18:50 WIB

Kementerian PU Normalisasi Saluran Sekunder Tambun, 875,68 Hektare Sawah di Karawang Terairi

Tuesday, 1 September 2026 - 18:34 WIB

CESGS Apresiasi Sepuluh Perusahaan melalui ESG Leadership Award 2026

Monday, 31 August 2026 - 22:22 WIB

Tindak Lanjuti Asesmen, Kementerian PU Mulai Bongkar Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores

Monday, 31 August 2026 - 15:03 WIB

Cegah Banjir Tanjungpinang, Menteri PU Dorong Penanganan dari Sungai hingga Muara

Berita Terbaru

Megapolitan

Kepulauan Seribu Pacu Inovasi Warga Jadi Penggerak Ekonomi

Wednesday, 2 Sep 2026 - 00:07 WIB

News

DKI Tegur 23 Bangunan yang Belum Kantongi SLF

Tuesday, 1 Sep 2026 - 22:40 WIB