Kekerasan Perempuan & Anak: DKI Jakarta Maksimalkan Peran Pamong di Akar Rumput

Friday, 13 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com  – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta mengajak para pamong di tingkat Kelurahan untuk berperan aktif dan memperkuat komitmen dalam mendukung pelaksanaan Survei Pengalaman Hidup Anak Daerah (SPHAD) dan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Daerah (SPHPD) Tahun 2025, sebagai upaya mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jakarta.

Upaya ini direalisasikan melalui acara Sosialisasi Pelaksanaan SPHAD dan SPHPD Tahun 2025 Bagi Lurah dengan tema “Urgensi Peran Pamong di Kelurahan dalam Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Jakarta” yang digelar Dinas PPAPP DKI Jakarta bertempat di Kantor UPT PPPA, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Rangkaian Sosialisasi ini, dibuka secara langsung oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim. Askesra Ali menyampaikan SPHAD dan SPHPD merupakan upaya konkret pemerintah dalam mengukur skala, bentuk, dan dampak kekerasan yang dialami perempuan dan anak di tingkat daerah.

“Tujuan survei ini tidak hanya untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang kondisi lapangan, tetapi juga untuk memperkuat strategi pencegahan dan perlindungan melalui kebijakan yang tepat sasaran,” tegas Askesra Ali.

Lebih lanjut, Ali menuturkan para pamong khususnya Lurah, memegang peran strategis sebagai pemimpin yang paling dekat dengan masyarakat. Kepekaan, kepedulian, dan kecepatan respons dari seorang Lurah sangat menentukan keberhasilan penanganan kasus di tingkat akar rumput.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para Lurah dapat memahami urgensi dan mekanisme pelaksanaan survei dengan baik. Sekaligus dapat terjalin kolaborasi erat dalam mendukung proses survei di lapangan dan kesadaran kolektif bahwa melindungi perempuan dan anak dari kekerasan bukan hanya tugas sektor sosial, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat,” pungkas Ali.

See also  IPA 2024: Dirut Pertamina Beberkan Strategi Jaga Ketahanan Energi dan Kelestarian Lingkungan

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah mengungkapkan berdasarkan hasil SPHAD pada 2024, menunjukan bahwa dalam satu tahun terakhir, satu dari tujuh anak dan remaja atau 13,56 persen pernah mengalami kekerasan baik fisik, emosional, dan/atau seksual). Sedangkan hasil SPHPD pada 2024, menunjukkan dalam satu tahun terakhir, sebanyak 3,78 persen perempuan di DKI Jakarta mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual.

“Jika melihat fakta dan tingginya angka prevalensi kekerasan, maka peran pamong khususnya Lurah dan Camat sebagai pemimpin terdekat masyarakat, yang dapat menjadi garda depan perlindungan perempuan dan anak, menjadi sangat penting dan strategis dalam mendeteksi, mencegah, serta menangani kasus kekerasan di tingkat akar rumput,” tegas Kadis Iin.

Lebih lanjut, Kadis Iin menambahkan UPT PPPA Dinas PPAPP setiap tahunnya telah menangani sekitar 2.000 laporan kasus kekerasan. Namun, angka ini masih jauh di bawah angka kejadian sebenarnya yang terjadi di masyarakat.

Penyelenggaraan sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pamong terkait teknis pelaksanaan SPHAD dan SPHPD Tahun 2025. Adapun pelaksanaan SPHAD pada 2025 ini, akan berlangsung pada 18 Juni sampai 18 Juli 2025, dengan target sasaran 3.000 anak berusia 13–24 tahun dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Sedangkan pelaksanaan SPHPD 2025 akan berlangsung pada bulan Agustus sampai September 2025, dengan target 3.000 perempuan berusia 15–64 tahun dari seluruh wilayah DKI Jakarta.

Pada acara ini, Kadis Iin turut memaparkan materi dalam sesi Talkshow bersama empat narasumber lainnya yakni Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Fadhilannisa Apridini; Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin; Perwakilan Bareskrim Mabes Polri, AKBP Endang Sri Lestari; dan Tenaga Ahli Psikolog Klinis UPT PPPA Dinas PPAPP, Norida.

See also  Segera Revitalisasi Pasar Lontar Kebon Melati

Selain itu, dalam acara ini turut dilaksanakan prosesi simbolik penempelan stiker “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” di mobil dinas seluruh Kelurahan, Kecamatan, dan Walikota Se-DKI Jakarta sebagai wujud komitmen bersama dalam mengampanyekan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Rangkaian acara ini diikuti sebanyak 360 peserta, yang terdiri dari Bupati, Para Walikota, Camat, dan Lurah se-DKI Jakarta.

Berita Terkait

Wagub Rano Tertibkan Parkir Liar di Lebak Bulus
Pemprov DKI Gelar “Earth Hour”, Lampu Dipadamkan Serentak 25 April 2026
DKI Siaga El Nino! BPBD Kebut Mitigasi, Antisipasi Kekeringan dan Polusi Udara
Wujudkan Kebijakan Inklusif, Pemprov DKI Perkuat Integrasi Data Carik 2026
Pramono Respons Keluhan Pedestrian Rasuna Said: Macet Sementara, Demi Perbaikan
Anak Jakarta Diminta Fokus Belajar Lewat PP Tunas
TPS Sementara Pekayon Efektif, 120 Ton Sampah/Hari Diangkut ke Bantar Gebang
RBI Jaksel Diresmikan, Menteri PPPA: Harus Gerak Cepat Layani Warga

Berita Terkait

Saturday, 25 April 2026 - 11:04 WIB

Wagub Rano Tertibkan Parkir Liar di Lebak Bulus

Saturday, 25 April 2026 - 00:43 WIB

Pemprov DKI Gelar “Earth Hour”, Lampu Dipadamkan Serentak 25 April 2026

Friday, 24 April 2026 - 17:04 WIB

DKI Siaga El Nino! BPBD Kebut Mitigasi, Antisipasi Kekeringan dan Polusi Udara

Friday, 24 April 2026 - 09:37 WIB

Wujudkan Kebijakan Inklusif, Pemprov DKI Perkuat Integrasi Data Carik 2026

Tuesday, 14 April 2026 - 13:18 WIB

Pramono Respons Keluhan Pedestrian Rasuna Said: Macet Sementara, Demi Perbaikan

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Kementerian PU Rampungkan 3 SPPG di Bangka Belitung

Monday, 4 May 2026 - 00:19 WIB