daelpos.com – BPBD DKI Jakarta mulai pasang kuda-kuda hadapi ancaman El Nino yang diprediksi datang lebih panjang tahun ini. Sejumlah langkah mitigasi disiapkan, mulai dari penanganan kekeringan hingga antisipasi lonjakan polusi udara di Ibu Kota.
Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengungkapkan, pihaknya bergerak cepat menyusun strategi menghadapi fenomena tersebut seiring masuknya musim kemarau di Jakarta. Langkah ini dilakukan agar dampak bencana hidrometeorologi kering bisa ditekan semaksimal mungkin.
“Agar dampak El Nino bisa diminimalisir,” ujar Marulitua, Jumat (24/4).
Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG serta rapat lintas sektor bersama pemerintah pusat, TNI-Polri, dan instansi terkait, El Nino tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan 2023.
Marulitua menjelaskan, ada tiga isu utama yang perlu diwaspadai. Yakni ancaman kekeringan, potensi kebakaran termasuk di kawasan perkotaan Jakarta, serta peningkatan polusi udara.
“Dampaknya ada tiga isu utama, yakni kekeringan, potensi kebakaran termasuk di kawasan perkotaan Jakarta, serta meningkatnya polusi udara,” jelasnya.
Untuk menekan dampak tersebut, BPBD DKI menyiapkan sejumlah langkah konkret. Salah satunya mengaktifkan peralatan water mist milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perangkat serupa yang tersedia di sejumlah gedung guna membantu mengurangi polusi udara.
Tak hanya itu, BPBD DKI juga tengah menyusun rencana bersama BMKG terkait pelaksanaan modifikasi cuaca pada periode kemarau, khususnya saat puncak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Agustus.
Menurut Marulitua, teknologi yang akan digunakan berbeda dengan penanganan musim hujan. Fokusnya, untuk mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi meluas.
“Ini sedang kami susun bersama BMKG untuk melihat kebutuhan implementasinya agar dampak El Nino bisa diminimalisir,” katanya.
Seluruh langkah tersebut nantinya akan dituangkan dalam Instruksi Gubernur sebagai pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi kering.
Instruksi itu juga mencakup pengaktifan Satgas Air Bersih serta koordinasi dengan PAM Jaya untuk memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap terjaga.
BPBD DKI pun telah menyiapkan mobil tangki air yang siap dioperasikan kapan saja untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih di lapangan.
Di sisi lain, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani, mengingatkan pentingnya soliditas antarinstansi dalam menghadapi El Nino. Ia menegaskan, seluruh perangkat daerah harus bergerak bersama, tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Harapannya semua dinas memiliki langkah antisipasi yang jelas dan terkoordinasi dengan baik, sehingga tidak menimbulkan dampak kerugian bagi masyarakat,” tandasnya.








