daelpos.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dalam upaya modernisasi dan penertiban area publik. Melalui rencana perluasan masif sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke seluruh pasar-pasar tradisional di Ibu Kota, Pemprov DKI tidak hanya menyasar kemudahan transaksi, tetapi juga menjadikan langkah ini sebagai senjata utama melawan tindak kejahatan dan praktik premanisme.
Langkah strategis ini didorong oleh analisis bahwa transaksi nontunai secara signifikan akan mengurangi peredaran uang tunai di lokasi pasar. Dengan minimnya aktivitas kas, ruang gerak bagi pencopet dan pelaku pungutan liar (pungli) dapat dipersempit, menciptakan lingkungan berbelanja yang jauh lebih aman bagi pedagang maupun pembeli.
“Digitalisasi pasar bukan hanya tren, ini adalah solusi keamanan,” ujar seorang perwakilan dari Pemprov DKI. “Dengan QRIS, kami menghilangkan target empuk bagi pelaku kejahatan. Transaksi jadi tercatat, transparan, dan pastinya lebih aman dari risiko kehilangan.”
Ke depan, Pemprov berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan digitalisasi ini ke berbagai sentra ekonomi rakyat lainnya. Tujuannya jelas: menjadikan pasar-pasar tradisional Jakarta tidak hanya efisien dan modern dalam bertransaksi, tetapi juga menjadi contoh area publik yang bebas dari rasa takut, premanisme, dan kejahatan.
Digitalisasi ini diharapkan menjadi lompatan besar bagi citra pasar tradisional, menjadikannya destinasi yang nyaman, aman, dan setara dengan pusat perbelanjaan modern lainnya.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

