daelpos.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengumumkan seluruh transportasi umum (transum) yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta digratiskan (Rp1) selama dua hari, yakni pada 31 Desember hingga 1 Januari pukul 23.59 WIB. Kebijakan ini untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi warga.
Menurut Pramono, perpanjangan masa gratis hingga 1 Januari dilakukan karena mempertimbangkan pengaturan lalu lintas dan pergerakan masyarakat yang biasanya masih padat hingga dini hari setelah puncak acara tahun baru.
“Setelah berdiskusi di internal, kami akhirnya memutuskan bahwa kami akan memberikan gratis untuk transportasi yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta yang kemarin saya putuskan tanggal 31 akhirnya saya putuskan tanggal 31 dan tanggal 1,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (31/12).
Untuk memastikan perayaan malam tahun baru berlangsung khidmat, aman, dan nyaman, Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan ribuan petugas lintas dinas untuk mengawal titik-titik keramaian.
Mereka terdiri dari 3.395 petugas Dinas Lingkungan Hidup untuk membersihkan sampah, 2.191 personel Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas, dan 1.692 personel Satpol PP.
Pramono pun mengimbau masyarakat yang akan meramaikan dan menikmati perayaan pergantian malam tahun baru di Jakarta agar menggunakan transportasi umum. Selain untuk memperlancar arus lalu lintas, penggunaan transportasi umum juga digratiskan.
“Walaupun sebenarnya Pemerintah DKI Jakarta juga menyiapkan kantong-kantong parkir, tetapi karena semua transportasi sudah kami gratiskan, kami mengimbau dan berharap semuanya bisa menikmati transportasi umum yang diatur dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta,” tandas Pramono







![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)
