PLN EPI Gandeng Greenery Korea Perkuat Bioenergi dan Rantai Pasok Biomassa Nasional

Friday, 2 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLN EPI memperkuat langkah transisi energi nasional melalui kolaborasi internasional di sektor bioenergi dan biomassa. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN EPI dan perusahaan konsultan asal Korea Selatan, Greenery Inc., yang berlangsung di Jakarta.

PLN EPI memperkuat langkah transisi energi nasional melalui kolaborasi internasional di sektor bioenergi dan biomassa. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN EPI dan perusahaan konsultan asal Korea Selatan, Greenery Inc., yang berlangsung di Jakarta.

daelpos.com — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat langkah transisi energi nasional melalui kolaborasi internasional di sektor bioenergi dan biomassa. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung program cofiring PLTU, penguatan rantai pasok biomassa berkelanjutan, serta pengembangan riset karbon rendah sebagai bagian dari upaya pencapaian target penurunan emisi dan Net Zero Emissions 2060.

‎Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PLN EPI dan perusahaan konsultan asal Korea Selatan, Greenery Inc., yang berlangsung di Jakarta. Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat membangun kerangka kerja sama pengembangan biomassa, riset teknis, peningkatan kualitas bahan bakar, hingga eksplorasi kerja sama internasional penurunan emisi, termasuk peluang mekanisme karbon lintas negara.

‎Direktur Bioenergi PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa biomassa memiliki peran strategis sebagai solusi transisi energi karena dapat langsung diimplementasikan menggunakan infrastruktur pembangkit eksisting. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kepastian pasokan dan tata kelola yang kuat.

‎“Bioenergi, khususnya biomassa, bukan sekadar bahan bakar pengganti, tetapi bagian dari strategi besar transisi energi. Karena itu, pasokan harus berkelanjutan, bernilai tambah, dan dikelola dengan tata kelola yang kuat,” ujar Hokkop.

‎Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Greenery membuka ruang percepatan transfer teknologi dan pengembangan produk biomassa bernilai ekonomi. Menurutnya, residu pertanian dan produk antara tidak boleh diperlakukan sebagai limbah semata.

‎“Produk seperti biomassa dan turunannya harus dikapitalisasi menjadi produk bernilai tambah, tidak hanya untuk energi, tetapi juga untuk pangan dan industri bioenergi. Ini sejalan dengan kebutuhan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Hokkop.

‎Dari sisi riset, Leader of Research Group for Industrial Sustainability & Product Optimization BRIN, Dudi Iskandar, menekankan pentingnya kolaborasi agar riset karbon rendah tidak berhenti di laboratorium.

‎“Sebagai organisasi riset, tugas utama kami adalah menghasilkan inovasi yang bisa diimplementasikan. Tanpa kolaborasi dengan PLN EPI, mitra internasional, dan universitas, riset tidak akan memberi dampak nyata,” ujarnya.

‎Dudi menjelaskan bahwa kolaborasi ini mencakup pengembangan teknologi karbon rendah, kajian ekonomi karbon, serta sistem pengukuran emisi yang terukur untuk mendukung kebijakan pemerintah.

‎“Riset ini diharapkan membantu pemerintah memahami strategi pengurangan emisi yang terukur, sekaligus membuka peluang nilai tambah ekonomi dari pengelolaan karbon,” katanya.

‎Company Representative of Greenery Inc., Seijin Kim, menyatakan bahwa proyek pengembangan bioenergi di Indonesia merupakan proyek pertama Greenery di Tanah Air, di tengah portofolio proyek serupa yang telah dijalankan di sejumlah negara lain.

‎“Indonesia memiliki momentum yang sangat tepat untuk menjadi model kolaborasi bioenergi dan transisi energi. Proyek ini tidak hanya soal energi, tetapi juga kesehatan, pembangunan komunitas, dan pencapaian target iklim global,” ujar Kim.

‎Ia menambahkan bahwa penelitian awal ditargetkan rampung pada awal Januari 2026 dan akan dilanjutkan dengan riset utama pada tahun depan, seiring kesiapan teknologi dan sistem pendukung.

‎“Kami melihat Indonesia sudah siap, dan kami optimistis kolaborasi ini dapat menjadi model kerja sama Indonesia–Korea di sektor bioenergi,” kata Kim.

‎Sementara itu, Chairman of PT Internasional Digital Sustainability Consulting, Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin, menilai integrasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dari model yang dikembangkan melalui kerja sama ini.

‎“Pendekatan ini menggabungkan sektor energi, industri, dan pembangunan wilayah. Dengan skala dan potensi yang dimiliki, Indonesia berpeluang menjadi salah satu model pengembangan bioenergi dan ekonomi karbon di tingkat global,” ujarnya.

‎Melalui MoU ini, PLN EPI dan Greenery sepakat mendorong pengembangan biomassa dan residu pertanian, riset teknis bersama, penguatan rantai pasok berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas dan transfer pengetahuan. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pencapaian target cofiring PLN sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan sosial ekonomi secara terukur.

See also  PLN Nusantara Power Serahkan Rumah Sehat untuk Istri Pensiunan, Hadirkan Kenyamanan dan Harapan Baru

Berita Terkait

Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat
Berikan Pengalaman Kerja bagi Talenta Muda, Pertamina Terima 539 Peserta Internship 2026
Semangat Kemerdekaan, PLN Icon Plus Sumbagsel Perkuat Akses Pendidikan Digital bagi Anak Indonesia
Pertalite Bisa Dibatasi Akhir 2026, Motor Dipastikan Aman
PLN Icon Plus Perkuat Customer Experience melalui Peningkatan Kompetensi Contact Center
PLN Icon Plus Siapkan Kapabilitas Hadapi Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop
Pasokan Global Pulih, ICP Juli 2026 Turun Jadi US$ 81,68 per Barel
Pertamax Series Turun, Pertamina Tetap Jaga Pasokan BBM Nasional

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 17:46 WIB

Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat

Thursday, 13 August 2026 - 09:27 WIB

Berikan Pengalaman Kerja bagi Talenta Muda, Pertamina Terima 539 Peserta Internship 2026

Wednesday, 12 August 2026 - 15:42 WIB

Semangat Kemerdekaan, PLN Icon Plus Sumbagsel Perkuat Akses Pendidikan Digital bagi Anak Indonesia

Wednesday, 12 August 2026 - 15:15 WIB

Pertalite Bisa Dibatasi Akhir 2026, Motor Dipastikan Aman

Wednesday, 12 August 2026 - 00:12 WIB

PLN Icon Plus Perkuat Customer Experience melalui Peningkatan Kompetensi Contact Center

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

wondr by BNI Bantu Nasabah Kelola Keuangan Keluarga

Thursday, 13 Aug 2026 - 17:59 WIB