daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bergerak cepat melakukan penanganan pascabanjir akibat meluapnya sungai di sekitar Jembatan Lumut, Desa Lumut, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah yang terjadi pada Jumat, 2 Januari 2025. Jembatan Lumut merupakan jembatan nasional pada ruas Takengon–Isé-Isé yang memiliki peran vital di Provinsi Aceh dalam mendukung konektivitas dan aktivitas masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana. “Konektivitas jalan dan jembatan adalah urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah. Karena itu, kami terus memastikan seluruh ruas jalan nasional di Aceh dapat dilalui dengan dukungan personel dan alat berat, penanganan kami percepat agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” kata Menteri Dody.
Penanganan Sungai Lumut telah dilaksanakan BWS Sumatera I melalui pekerjaan normalisasi sungai di sekitar Jembatan Lumut untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi luapan sungai hingga mendekati permukiman warga. Saat ini telah diturunkan 1 unit alat berat excavator untuk penanganan di lokasi, termasuk pembersihan material kayu yang terbawa arus dan telah dipotong-potong agar tidak menyumbat area jembatan.
Selain itu, Kementerian PU melalui BPJN Aceh bersama mitra kerja PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) juga tengah mengupayakan mobilisasi tambahan 2 alat berat dari Medan guna mempercepat proses penanganan. Luapan Sungai Lumut memicu kekhawatiran masyarakat karena arus deras membawa material kayu, lumpur, dan sampah yang berpotensi menyumbat serta merusak struktur jembatan, sehingga akan mengganggu akses transportasi, aktivitas ekonomi, pendidikan, serta layanan darurat.
BPJN Aceh bersama PT HKI juga akan melakukan survei dan pengecekan detail terhadap struktur Jembatan Lumut untuk memastikan tidak terdapat kerusakan struktural akibat banjir dan arus deras. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah teknis lanjutan agar penanganan yang dilakukan tepat, aman, dan berkelanjutan. (*)







![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)
