Wamen Todotua: Indonesia dan Australia Berada pada Momentum Tepat Perkuat Kemitraan Investasi

Thursday, 2 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu menegaskan, Indonesia dan Australia berada pada momentum yang sangat tepat karena hubungan ekonomi kedua negara yang saling melengkapi, didukung implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang semakin matang. Hal ini diungkapkan saat menjadi pembicara kunci dalam Indonesia-Australia Business Summit (IABS) for Indonesia Updates 2026 di Sydney, Selasa (30/6).

“Kedua negara memiliki ekonomi yang saling melengkapi, didukung oleh kerangka kerja sama IA-CEPA yang semakin matang. Pemerintah Indonesia terus melakukan reformasi iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, serta pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Kami mengundang investor Australia untuk menjadi bagian dari babak baru pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui investasi yang berorientasi pada hilirisasi, infrastruktur, ketahanan pangan, transisi energi, dan ekonomi hijau,” ujar Wamen Todotua.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan arah kunjungan kerja Wamen Todotua di Sydney pada 29–30 Juni 2026 yang difokuskan pada penguatan kemitraan investasi. Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) di Kantor Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney.

Selanjutnya, Wamen Todotua melakukan pertemuan one-on-one dengan Pure Battery Technologies (PBT), perusahaan teknologi pemrosesan material baterai asal Australia yang diwakili Chairman Stephen Wilmot. Dalam pertemuan tersebut, PBT memaparkan rencana investasi pembangunan fasilitas precursor Cathode Active Material (pCAM) di Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri baterai nasional. Pertemuan juga membahas peluang kolaborasi, kesiapan lokasi investasi, serta langkah-langkah percepatan realisasi proyek.

“Indonesia sudah memiliki fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) dan dalam waktu dekat akan memiliki manufaktur sel baterai. Mata rantai yang tersisa adalah pCAM dan katoda. Di sinilah investasi seperti Pure Battery Technologies menjadi krusial untuk melengkapi ekosistem baterai yang terintegrasi penuh,” jelas Wamen Todotua.

See also  Sebanyak 3.000 Peserta Eco Run Dukung Pertamina Turunkan Emisi Karbon

Selain sektor industri baterai, Wamen Todotua juga bertemu dengan BCI Minerals untuk membahas peluang investasi dalam pengembangan hilirisasi garam industri. Diskusi difokuskan pada potensi pemenuhan kebutuhan bahan baku industri nasional sekaligus mendorong terciptanya nilai tambah melalui pengolahan mineral nonlogam di dalam negeri.

Rangkaian agenda hari pertama ditutup dengan Dialogue Dinner Indonesia-Australia Business Summit 2026 yang mempertemukan pemerintah, investor, lembaga keuangan, dan pelaku usaha kedua negara guna memperkuat jejaring bisnis serta menjajaki peluang kerja sama investasi di berbagai sektor strategis.

Pada hari berikutnya, Wamen Todotua menjadi pembicara utama dalam Indonesia-Australia Business Summit for Indonesia Updates 2026 yang mengusung tema “Financing Sustainable Growth: Strengthening Food Systems, Infrastructure, and Economic Resilience between Indonesia and Australia.” Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney, Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney, pembuat kebijakan, pelaku usaha, lembaga keuangan, serta akademisi dari Indonesia dan Australia.

“Hilirisasi merupakan inti transformasi ekonomi Indonesia. Pemerintah telah mengidentifikasi 28 komoditas strategis dengan potensi investasi mencapai USD618 miliar hingga tahun 2040. Potensi tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekspor sebesar USD857 miliar dan menciptakan lebih dari tiga juta lapangan kerja langsung,” papar Wamen Todotua dalam kesempatan tersebut.

Todotua juga menekankan pentingnya memperkuat konektivitas logistik kawasan melalui optimalisasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II sebagai jalur strategis yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

“ALKI II merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia melalui Selat Lombok dan Selat Makassar. Pada 2024, koridor ini dilalui perdagangan bijih besi senilai A$138 miliar, batu bara A$91 miliar, dan LNG A$69 miliar. Potensi tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia dan Australia untuk memperkuat rantai pasok, logistik, serta investasi di kawasan,” ungkap Todotua.

See also  Bangga Gunakan Produk Dalam Negeri, Sinergi Pertamina Hadirkan One Solution

Melalui rangkaian kunjungan kerja ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Australia melalui peningkatan investasi berkualitas. Pertemuan dengan investor, dialog bersama pelaku usaha, serta partisipasi dalam Indonesia-Australia Business Summit 2026 diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong realisasi investasi yang mendukung hilirisasi, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, transisi energi, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara.(*)

Berita Terkait

Menteri Rosan: Kolaborasi Riset dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi Bernilai Tambah
Danantara Resmi Satukan Hotel-Hotel BUMN
OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen
Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung
Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram
BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo
Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit
BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis

Berita Terkait

Thursday, 2 July 2026 - 09:58 WIB

Wamen Todotua: Indonesia dan Australia Berada pada Momentum Tepat Perkuat Kemitraan Investasi

Sunday, 28 June 2026 - 21:19 WIB

Menteri Rosan: Kolaborasi Riset dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi Bernilai Tambah

Sunday, 28 June 2026 - 16:40 WIB

Danantara Resmi Satukan Hotel-Hotel BUMN

Wednesday, 24 June 2026 - 18:23 WIB

OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen

Wednesday, 10 June 2026 - 14:25 WIB

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung

Berita Terbaru