Diikuti Sejumlah Menteri dan Elemen Masyarakat, Mendes Yandri Pimpin Deklarasi Boyolali pada HDN 2026

Thursday, 15 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memimpin “Deklarasi Boyolali” pada puncak Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2026, di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026)

Mendes Yandri berharap deklarasi tersebut jadi fondasi kuat dalam menyukseskan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto dalam menyukseskan dan memajukan desa di seluruh Indonesia.

Ada pun poin Deklarasi Boyolali itu adalah:

1. Melaksanakan program prioritas presiden, dalam mewujudkan Asta Cita ke-6, membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan.

2. Berkolaborasi dalam mewujudkan swasembada pangan, swasembada energi, makan bergizi gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa, pemberdayaan masyarakat, dan program prioritas Presiden lainnya, dalam rangka bangun desa, banhun Indonesia.

3. Menempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama pembangunan desa dalam mewujudkan desa terdepan, menuju Indonesia Emas 2045.

Mendes Yandri menegaskan, desa miliki peran sentral dan strategis dalam menyangga ketahanan ekonomi nasional.

Terbukti, sejauh ini desa telah berhasil menjadi sumber penyedia bahan pangan, tenaga kerja, dan bahan baku industri lokal, demi menopang kebutuhan warga kota dan pembangunan berskala nasional.

“Pesan Bapak Presiden Prabowo, kita ini bukan Superman, tapi kita adalah Super Team. Maka saya mengajak di Hari Desa Nasional ini, ayo kita tumbuhkan dan bangkitkan energi positif kita, Bapak-Ibu,” jelas Mendes Yandri.

Lebih lanjut, Mendes Yandri berharap, seluruh elemen masyarakat desa dapat bergotong-royong dalam menyukseskan program dan potensi-potensi desa yang positif, demi terbentuknya iklim ekonomi berkelanjutan.

Sebab dengan gotong-royong, pekerjaan berat menjadi ringan, memperkuat persatuan tanpa membedakan suku/agama, dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif, serta memastikan pembangunan desa menjadi milik bersama.

See also  Firman Hadiansyah, Sang Jawara Literasi dari Banten

“Hilangkan praduga-praduga yang tidak bermutu dan tidak perlu. Mari kita gaungkan rasa kekompakan, persatuan, dan kemauan kita untuk maju. Ini negeri kita yang sangat subur dan makmur. Namun, jika kita tidak bersatu, tidak kompak, dan tidak guyub, kita harus hati-hati,” papar Menteri asal Bengkulu Selatan ini.

Mendes Yandri juga menyatakan, program yang dirancang bersama oleh berbagai pemangku kepentingan dan lintas sektor cenderung lebih relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan memiliki dukungan yang lebih luas.

Pembangunan desa lintas sektor ini akan mengubah pendekatan yang terfragmentasi menjadi strategi yang terkoordinasi dan kuat. Dan ini merupakan kunci untuk menciptakan desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.

“Baru Bapak Presiden Prabowo yang menempatkan desa menjadi subjek atau pelaku utama. Membangun negeri ini yang begitu luas dengan penduduk yang banyak tidak mungkin dikerjakan oleh satu kementerian, satu lembaga, atau satu sektor saja,” pungkasnya.

Sebagai informasi; hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Desa dan PDT Ariza Patria, Wakil Mendagri Ahmad Wiyagus, Wamen PPPA Veronica Tan, Wamen LH Diaz Hendropriyono dan UKP Kepemudaan dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Pimpinan Lembaga Negara lainnya seperti Ketua DPD Sultan Bakhtiar Najamuddin, Kepala BNPT Eddy Hartono, Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto, JAM Intelejen Reda Manthovani dan Kepala BNN Suyudi Ario Seto.

Hadir juga para Gubernur, diantaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi dam Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Dari jajaran Kemendes, hadir Sekjen Taufik Madjid, Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemendes PDT.

Berita Terkait

Kementerian PU Bentuk Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol Perkuat Tata Kelola PNBP
Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi
Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor
Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman
Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu
Pemerintah Tetapkan Pemenang Lelang 6 Wilayah Kerja Migas
BGN Perketat Tata Kelola Penerimaan Program MBG.

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 22:17 WIB

Kurangi Risiko Gagal Panen, Kementerian PU Pompa Air ke 5 Hektare Sawah di Muaro Jambi

Monday, 21 September 2026 - 14:35 WIB

Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Monday, 21 September 2026 - 14:05 WIB

Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha, Mendes Yandri Siapkan 49 Negara Tujuan Desa Ekspor

Sunday, 20 September 2026 - 17:26 WIB

Mendale Berbenah, Kawasan Wisata Danau Lut Tawar Kini Makin Nyaman

Sunday, 20 September 2026 - 00:29 WIB

Tamsil Linrung Sodorkan Solusi Netral Fiskal ke Menkeu

Berita Terbaru

News

Puluhan Anak TK Belajar Palestina Lewat Permainan Interaktif

Wednesday, 23 Sep 2026 - 07:03 WIB