Petani Bawang Putih Manfaatkan Informasi BMKG untuk Tingkatkan Hasil Panen

Monday, 19 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat dukungan terhadap target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui implementasi pertanian cerdas iklim di Sentra Benih Bawang Putih Nasional, Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Komitmen tersebut diwujudkan dengan kerja sama dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, ditandai dengan peresmian pemanfaatan Automatic Weather Station (AWS) serta serah terima Peta Kesesuaian Agroklimat di lahan benih bawang putih Kelompok Tani Pusuk Pujata, Sembalun, Kamis (15/1/2026).

BRMP Hortikultura menetapkan strategi pengembangan budidaya bawang putih melalui program ekstensifikasi dan intensifikasi guna mencapai target nasional swasembada benih pada tahun 2027. Ekstensifikasi dilakukan dengan penambahan luas lahan tanam berdasarkan kesesuaian iklim dan karakteristik lahan. Sementara itu, intensifikasi difokuskan pada peningkatan produktivitas serta pengurangan risiko gagal panen melalui dukungan data dan informasi iklim untuk penerapan pertanian presisi di lahan unggulan bawang putih.

Pemasangan AWS di Sembalun menjadi contoh pemanfaatan data cuaca dan iklim secara real-time dalam mendukung praktik budidaya bawang putih yang berkelanjutan. Data AWS tersebut akan dipadukan dengan informasi prediksi iklim jangka menengah hingga panjang, mulai dari skala dasarian, bulanan, hingga musiman.

Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Radjab, menjelaskan bahwa bawang putih merupakan salah satu komoditas strategis yang menjadi fokus pemerintah dalam mendukung swasembada pangan nasional. Sebagai tanaman yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan iklim, ketersediaan informasi iklim yang akurat menjadi kunci keberhasilan budidaya.

“BMKG melalui Stasiun Klimatologi NTB memasang AWS ini untuk mendukung kegiatan pertanian, khususnya dalam rangka mendukung swasembada bawang putih,” ujar Fachri.

Fachri menjelaskan bahwa AWS menghasilkan data cuaca secara real-time, meliputi curah hujan, suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, serta penyinaran matahari. Data tersebut, bersama dengan informasi prediksi dan risiko iklim dari BMKG, dapat dimanfaatkan pada setiap fase budidaya, mulai dari penentuan waktu tanam dan panen yang optimal, prediksi potensi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga peningkatan efisiensi pengelolaan lahan. Informasi risiko iklim diharapkan mampu mengawal peningkatan produksi bawang putih, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

See also  Mesin Bor Proyek MRT Fase 2A Tiba di Jakarta

Fachri juga menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Pusuk Pujata yang telah mendukung pemasangan AWS dengan menyediakan lokasi.

“Semoga alat ini memberikan manfaat nyata dan membantu meningkatkan produksi bawang putih di Desa Sembalun,” tuturnya.

Selain pemasangan AWS, BMKG juga memberikan dukungan berupa penyusunan Peta Kesesuaian Agroklimat sebagai dasar rekomendasi wilayah potensial pengembangan bawang putih. Peta tersebut disusun berdasarkan data iklim jangka panjang untuk mendukung perluasan lahan tanam dalam rangka mengurangi ketergantungan impor bawang putih.

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, menyampaikan bahwa untuk wilayah Provinsi NTB, BMKG telah mengidentifikasi tujuh kecamatan yang memiliki potensi sebagai lahan baru budidaya bawang putih.

“Untuk wilayah Provinsi NTB, kami telah mengidentifikasi dan merekomendasikan tujuh kecamatan yang memiliki potensi menjadi lahan baru budidaya bawang putih, semoga nanti bisa menjadi tindak lanjut di Kementerian Pertanian untuk melakukan ekstensifikasi di kecamatan-kecamatan tersebuti,” ujarnya saat seremoni penyerahan Peta Kesesuaian Agroklimat kepada Kepala Pusat BRMP Hortikultura.

Sementara itu, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari, menilai kehadiran informasi cuaca dan iklim dari BMKG memberikan kepercayaan diri baru dalam pengembangan budidaya bawang putih, termasuk upaya tanam di luar musim.

“Jadi benih ini langsung berlabel, mulai dari sebelum bertanam sudah didaftarkan dan diawasi. Inilah yang kita namakan benih bersertifikat dengan jaminan mutu. Kemudian BMKG datang membawa peralatan Weather Station. Terus terang kami awalnya tidak siap karena belum pernah mencoba tanam di luar musim. Namun, dengan adanya teknologi yang sebelumnya tidak pernah dipasang di sini, kami menjadi lebih optimis,” ujarnya.

Inti juga menerangkan bahwa ke depan, tren data klimatologi yang diperoleh dari AWS Sembalun diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya bawang putih off-season oleh BRMP. Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata penerapan pertanian cerdas iklim dan pertanian presisi yang modern, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan.

See also  Kementerian PU Siap Rehabilitasi Fasilitas Umum yang Rusak Pasca Momen Penyampaian Aspirasi Masyarakat

Peresmian AWS dan serah terima Peta Kesesuaian Agroklimat tersebut turut dihadiri Inspektur IV Kementerian Pertanian Pujo Harmadi, Kepala Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat Nuga Putrantijo, Kepala Balai Besar Pertanian/Modernisasi Pertanian NTB, Ketua Kelompok Tani Bawang Putih Pusuk Pujata H. Egi Frisma, BPSB NTB, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, serta para pemangku kepentingan terkait.

Berita Terkait

Inpres Jalan Daerah 2025, Kementerian PU Perkuat Akses Distribusi Komoditas Ekspor Kayu Arang di Kotabaru
Menteri Iftitah: Investor Global Mulai Lirik Kawasan Transmigrasi
Dony Oskaria Bahas Penugasan Strategis BUMN Percepat Pembangunan Nasional
Tas Viral Bright Gas di Jakarta Fair 2026, Dorong Penjualan dan Buka Dampak Ekonomi Berantai Bagi UMKM
Buka IGYLS 2026, Ketua DPD RI Ajak Anak Muda Pimpin Gerakan Hijau Global
Percepatan Penanganan SPAM di Aceh, Pastikan Layanan Air Minum Pascabencana Segera Pulih
Kemenag Siapkan Edukasi Cegah Penyebaran LGBTQ
KPTDP Bahas Perkembangan Pemerintah Digital Bersama Tony Blair
Tag :

Berita Terkait

Thursday, 9 July 2026 - 18:21 WIB

Inpres Jalan Daerah 2025, Kementerian PU Perkuat Akses Distribusi Komoditas Ekspor Kayu Arang di Kotabaru

Thursday, 9 July 2026 - 17:24 WIB

Menteri Iftitah: Investor Global Mulai Lirik Kawasan Transmigrasi

Wednesday, 8 July 2026 - 18:51 WIB

Dony Oskaria Bahas Penugasan Strategis BUMN Percepat Pembangunan Nasional

Wednesday, 8 July 2026 - 13:49 WIB

Tas Viral Bright Gas di Jakarta Fair 2026, Dorong Penjualan dan Buka Dampak Ekonomi Berantai Bagi UMKM

Wednesday, 8 July 2026 - 13:41 WIB

Buka IGYLS 2026, Ketua DPD RI Ajak Anak Muda Pimpin Gerakan Hijau Global

Berita Terbaru

foto ist

News

Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Mundur

Saturday, 11 Jul 2026 - 08:42 WIB