DBD Jakarta Meningkat, Dinkes Intensifkan Pemantauan Jentik

Friday, 23 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi / foto istimewa

ilustrasi / foto istimewa

daelpos.com – Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta menunjukkan peningkatan pada awal tahun 2026. Kondisi musim hujan yang masih berlangsung dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya populasi nyamuk dan risiko penularan DBD di masyarakat.

Berdasarkan tren mingguan laporan data kasus di DKI Jakarta, tercatat adanya kenaikan jumlah kasus dari minggu ke-53 tahun 2025 sebanyak 69 kasus menjadi 83 kasus pada minggu ke-1 tahun 2026. Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada Januari 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan bahwa berdasarkan pembaruan data kasus DBD tahun 2026 hingga 19 Januari, tercatat sebanyak 143 kasus DBD di Jakarta.

“Data tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terutama di tengah kondisi musim hujan yang masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan risiko penularan DBD,” ujar Ani, Kamis (22/1).

Ia menjelaskan, peningkatan kasus DBD pada musim hujan dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko, seperti sampah yang tidak dikelola dengan baik serta keberadaan tanaman hias tertentu yang dapat menampung air. Kondisi tersebut, ditambah dengan tingginya curah hujan, menyebabkan terbentuknya banyak tempat penampungan air.

“Kondisi tersebut dapat menjadi tempat berkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sehingga meningkatkan populasi nyamuk dan risiko penularan DBD di masyarakat,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta bersama seluruh Puskesmas terus melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran DBD. Salah satunya melalui sosialisasi pentingnya pelaksanaan PSN 3M, yakni Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang tempat-tempat yang berpotensi menampung air.

Sosialisasi tersebut dilakukan baik melalui media sosial maupun secara langsung kepada masyarakat. Selain itu, Dinkes DKI Jakarta juga bekerja sama dengan pamong wilayah, yakni lurah dan camat, untuk rutin melakukan monitoring pelaksanaan PSN bersama Jumantik atau Juru Pemantau Jentik.

See also  Kapolres Jakbar Pimpin Sertijab 3 Kapolsek

“Upaya pencegahan diperkuat dengan meningkatkan intensitas pemantauan jentik menjadi dua kali seminggu oleh Jumantik, sebagai langkah untuk menekan peningkatan kasus DBD di Jakarta,” tandasnya

Berita Terkait

Kemenkeu Bidik Pemilik Rumah Kontrakan, Cuan Sewa Terpantau
Gedung Abdul Muis Terbakar, Data Pajak DKI Aman
Cegah Stunting, Kepulauan Seribu Ajak Calon Pengantin Siapkan Kesehatan Sejak Dini
Tiga Dokumen Langsung Terima Lewat Simpatik Dukcapil
Perkuat Ketahanan Keluarga, Sudin PPAPP Jakbar Jemput Bola Lewat Sosialisasi Satyagatra
LapakMain Corner, Ruang Aman Anak Jakarta di Era Digital
Kolaborasi UKPD Perkuat Jakpreneur, UMKM Kepulauan Seribu Naik Kelas
Sudin PPAPP Jakbar Tancap Gas Perkuat Literasi Kependudukan

Berita Terkait

Monday, 10 August 2026 - 10:23 WIB

Kemenkeu Bidik Pemilik Rumah Kontrakan, Cuan Sewa Terpantau

Saturday, 8 August 2026 - 18:28 WIB

Gedung Abdul Muis Terbakar, Data Pajak DKI Aman

Saturday, 8 August 2026 - 00:01 WIB

Cegah Stunting, Kepulauan Seribu Ajak Calon Pengantin Siapkan Kesehatan Sejak Dini

Friday, 7 August 2026 - 15:48 WIB

Tiga Dokumen Langsung Terima Lewat Simpatik Dukcapil

Thursday, 6 August 2026 - 17:46 WIB

Perkuat Ketahanan Keluarga, Sudin PPAPP Jakbar Jemput Bola Lewat Sosialisasi Satyagatra

Berita Terbaru