daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat merespons kondisi kekeringan yang menyebabkan sumur-sumur dangkal milik masyarakat mengering sehingga krisis air bersih di Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. Kekeringan ini dipicu oleh berpindahnya aliran Sungai Batang Kuranji akibat banjir yang terjadi pada akhir November 2025, disusul pada 2 Januari 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak menjadi prioritas utama pemerintah.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Kementerian PU langsung turun tangan dengan langkah-langkah teknis di lapangan, mulai dari perbaikan saluran, pengaliran air, hingga distribusi air bersih kepada masyarakat. Ini adalah bentuk kehadiran negara saat masyarakat menghadapi kesulitan,”kata Menteri Dody.
Kementerian PU menyiapkan langkah-langkah penanganan yang difokuskan pada upaya mengalirkan air ke saluran irigasi Gunung Nago Kanan dan Gunung Nago Kiri. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, kondisi saluran irigasi Gunung Nago Kiri (di depan SMA Negeri 9 Padang) saat ini masih dipenuhi sedimen sehingga perlu dilakukan pembersihan sebelum air dapat dialirkan secara optimal.
Pembersihan saluran irigasi dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Padang dan SDABK Provinsi Sumatera Barat, dengan dukungan alat berat berupa excavator dan dump truck. Secara bersamaan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V melakukan perbaikan pada intake saluran untuk memastikan kelancaran suplai air.
Selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung, saat ini Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat menurunkan 5 armada mobil tangki air dan 30 Hidran Umum (HU). Pengambilan air dilakukan di kawasan Limau Manis dengan bantuan pompa dari BWS Sumatera V.
Untuk saluran irigasi Gunung Nago Kanan, pengaliran air dilakukan menggunakan pompa dari BWS Sumatera V yang didukung jaringan pipa dari BPBPK. Seluruh rangkaian kegiatan penanganan ini telah dimulai hari ini (23/1/2026) dan akan terus dilakukan monitoring sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan distribusi air bersih berjalan lancar serta kondisi masyarakat terdampak tetap terlayani dengan baik. (*)








