daelpos.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo didampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meninjau Ruas Koto Mambang–Balingka/Malalak, Rabu (28/1). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kembali terhubungnya akses jalan masyarakat pascabencana yang menyebabkan terputusnya ruas jalan di kawasan tersebut.
Sebagai langkah cepat pemulihan konektivitas, Kementerian PU telah membangun jembatan Bailey pada ruas yang terdampak. Hingga saat ini, dua unit jembatan Bailey telah terpasang dan difungsikan untuk mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi logistik.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemasangan jembatan Bailey dilakukan sebagai solusi darurat agar aktivitas masyarakat tidak terhenti, seiring dengan persiapan pembangunan jembatan permanen.
“Waktu pertama kali kami kesini, ruas jalan ini putus. Saya minta kepada Kepala Balai untuk segera membangun jembatan Bailey, karena kalau tidak, aktivitas masyarakat dan distribusi logistik akan terhambat. Saat ini sudah terpasang dua jembatan Bailey,” ujar Menteri Dody.
Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan jembatan permanen tetap menjadi prioritas. Namun, proses perencanaannya memerlukan kajian teknis yang matang mengingat kondisi geografis kawasan, keberadaan sungai, potensi longsoran, serta aspek tata ruang dan cagar budaya.
“Jembatan permanen tetap kita bangun. Tetapi semua ada prosesnya, harus didesain dengan matang agar ke depan, jika terjadi bencana serupa, jalan tidak tertutup lagi dan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar,” jelas Menteri Dody.
Keberadaan jembatan Bailey ini dinilai krusial, terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan, agar arus logistik dan kebutuhan masyarakat tidak terganggu. Menteri Dody juga menyampaikan bahwa pemasangan jembatan darurat ini dilakukan untuk menghindari resiko masyarakat melintasi sungai secara manual yang membahayakan keselamatan.
Selain penanganan jalan dan jembatan, Kementerian PU juga menyiapkan langkah-langkah pemulihan di sektor irigasi untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat terdampak. Penanganan irigasi akan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, termasuk percepatan perbaikan jaringan irigasi yang rusak akibat bencana.
“Untuk irigasi, penanganannya dilakukan oleh BWS. Irigasi yang rusak akibat bencana akan kita perbaiki agar pasokan air ke sawah kembali normal. Selama sawah masyarakat terdampak, irigasinya pasti kita benahi, kata Menteri Dody.
Kementerian PU juga mengalokasikan anggaran penanganan irigasi terdampak bencana secara nasional, dengan fokus memastikan keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan masyarakat. Seluruh penanganan dilakukan secara terpadu dan bertahap, seiring dengan upaya percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.(*)








