daelpos.com – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewato menilai rencana perluasan kapasitas Pelabuhan Perikanan Muara Angke sebagai langkah positif untuk mengatasi kepadatan ekstrem akibat penumpukan lebih dari 2.500 kapal. Namun ia mengingatkan agar kebijakan tersebut dibarengi dengan pengaturan dan pengawasan yang memadai.
“Memperbaiki infrastruktur pelabuhan adalah hal yang baik. Tapi harus diimbangi dengan pengaturan serta pengawasan yang memadai agar operasionalnya optimal sesuai kapasitas,” kata Wahyu, Jumat (30/1).
Menurut Wahyu, kepadatan di Pelabuhan Muara Angke tidak hanya disebabkan keterbatasan kapasitas kolam labuh, tetapi juga jumlah kapal yang melebihi daya tampung serta tata kelola pelabuhan yang belum efektif. Faktor cuaca juga kerap membuat kapal bertahan lebih lama di pelabuhan.
Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar rencana perluasan dapat dijalankan dan dioperasikan secara optimal. “Pengelolaan pelabuhan perikanan yang baik akan menguntungkan semua pihak, termasuk masyarakat Jakarta,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkomitmen memperluas kapasitas Pelabuhan Perikanan Muara Angke untuk mengurai kepadatan ekstrem. Pemprov DKI menargetkan penambahan daya tampung sekitar 500–600 kapal dalam waktu dekat.
Selain perluasan fisik, Pramono juga meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan menghentikan sementara penerbitan izin kapal baru di kawasan tersebut agar beban pelabuhan tidak semakin meningkat.








