daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan rumah hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pembangunan hunian sementara ini merupakan bagian dari penanganan darurat pascabencana untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak, aman, dan memenuhi kebutuhan dasar.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan pentingnya percepatan pemenuhan kebutuhan dasar agar hunian benar-benar siap dihuni oleh masyarakat.
“Hunian harus siap secara menyeluruh. Air bersih tidak boleh menjadi persoalan ketika masyarakat mulai menempati. Sanitasi, termasuk listrik, harus dipastikan berfungsi sebelum hunian dihuni,” kata Menteri Dody.
Di lokasi tersebut, Kementerian PU membangun sebanyak 252 unit hunian yang terdiri dari 21 blok modular, dengan setiap blok berisi 12 unit hunian. Hunian ini diperuntukkan bagi sekitar 245 kepala keluarga terdampak, atau kurang lebih 1.800 jiwa, dengan pengaturan calon penghuni sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.
Pembangunan hunian sementara ini dilaksanakan di atas lahan seluas sekitar 2,6 hektare dari total lahan yang tersedia kurang lebih 16,8 hektare. Sementara itu, sisa lahan akan dikembangkan lebih lanjut untuk pembangunan hunian tetap yang rencananya dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Secara teknis, hunian dibangun menggunakan sistem konstruksi modular untuk mempercepat waktu pengerjaan. Struktur bangunan menggunakan rangka baja ringan dan baja CNP, dengan dinding sandwich panel, penutup atap metal, serta lantai GRC dengan finishing vinyl.
Setiap unit dirancang memiliki ventilasi dan pencahayaan yang memadai guna mendukung kenyamanan penghuni selama masa tinggal sementara.
Setiap blok modular dilengkapi dengan fasilitas sanitasi komunal berupa 6 unit toilet dan 6 unit shower, yang terdiri atas 3 toilet dan shower perempuan serta 3 toilet dan shower laki-laki. Secara keseluruhan, kawasan ini memiliki 126 unit toilet dan 126 unit shower. Selain itu, setiap blok juga dilengkapi dapur bersama untuk mendukung aktivitas harian penghuni.
Kawasan rumah hunian ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain masjid, gedung serbaguna, dapur umum, area cuci, ruang komunal, pos jaga, tempat penampungan sementara (TPS), area hijau, taman bermain anak, lapangan olahraga, serta area parkir, guna menunjang kebutuhan sosial dan aktivitas warga.
Pembangunan rumah hunian Tapanuli Selatan ini ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadhan, sehingga masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian sementara tersebut sambil menunggu penyelesaian pembangunan hunian tetap.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU berkolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN Karya, serta didukung oleh PLN sebagai penyedia listrik dan unit-unit teknis lainnya di Kementerian PU untuk penyediaan air bersih dan infrastruktur pendukung.
Kementerian PU berkomitmen memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai standar, sehingga rumah hunian ini dapat memberikan rasa aman dan layak bagi masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Selatan.








