Kementerian PU Dorong Realisasi Anggaran untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatera

Tuesday, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong percepatan realisasi anggaran guna mendukung pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa program rehabilitasi dan rekonstruksi telah berjalan sejak masa tanggap darurat, sehingga memerlukan dukungan pendanaan yang segera direalisasikan agar dapat terus dilanjutkan.

“Pada prinsipnya kami siap melaksanakan seluruh arahan yang telah disepakati. Namun, percepatan di lapangan sangat bergantung pada ketersediaan dan pencairan anggaran. Kami berharap anggaran dapat segera direalisasikan agar pekerjaan yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan dan diselesaikan,” ujar Menteri Dody.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang diselenggarakan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Senin (6/4).

Secara keseluruhan, kebutuhan penanganan infrastruktur pascabencana di tiga provinsi mencapai Rp73,98 triliun untuk periode 2025–2028. Dari jumlah tersebut, kebutuhan pada tahun 2026 mencapai Rp25,40 triliun.

Untuk menjaga kesinambungan pekerjaan, diperlukan percepatan alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp6,35 triliun pada tahun 2026 guna mendukung keberlanjutan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah dimulai sejak masa tanggap darurat.

“Kami telah menangani sejumlah infrastruktur prioritas sejak masa tanggap darurat sebagai bentuk respon cepat di lapangan. Seperti perbaikan jembatan dan jalan serta rencana pembangunan sabo dam. Kendala utama kami adalah keterbatasan anggaran, sehingga kami berharap ada percepatan pencairan, agar pekerjaan dapat terus berjalan dan memberikan kepastian pembayaran di lapangan,” tambahnya.

Di sisi lain, progres penanganan di lapangan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada sektor air baku dan air bersih, capaian rata-rata mencapai 72%, dengan 165 dari 176 SPAM telah kembali fungsional (94%) serta seluruh embung terdampak telah tertangani. Sementara, di sektor sumber daya air, capaian di tingkat pusat mencapai 61% dan daerah 34%.

See also  Ratusan Warga Terancam Krisis Air Bersih, Senator Mirah Desak Pemda Bima Bertindak Cepat

Pada sektor konektivitas, seluruh 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional telah kembali fungsional 100%. Untuk jaringan daerah, dari 2.421 ruas jalan terdampak, 94% telah fungsional, serta dari 1.181 jembatan terdampak, 67% telah kembali berfungsi.

Di sektor permukiman dan fasilitas umum, pembersihan telah dilakukan di 571 lokasi dengan capaian 92,64%. Penanganan hunian untuk 1.545 kepala keluarga telah mencapai progres 93,22% dengan 1.456 unit rumah selesai dibangun.

Sebagai bagian dari upaya penguatan mitigasi, pemerintah juga menyiapkan rencana pembangunan 108 unit sabo dam serta melanjutkan program Padat Karya Tunai (Cash for Work) yang pada tahun 2025 telah menyerap 50.360 tenaga kerja dengan nilai Rp1,11 triliun.

Menteri Dody juga menegaskan bahwa koordinasi dengan Kementerian/ Lembaga dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk memastikan seluruh program berjalan selaras dan tepat sasaran.

“Koordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait terus kami lakukan agar seluruh program berjalan selaras. Pada prinsipnya, apa yang disampaikan dalam forum ini sejalan dengan langkah yang telah kami kerjakan di lapangan,” tandas Menteri Dody.

Kementerian PU optimistis percepatan realisasi anggaran akan memperkuat proses pemulihan infrastruktur, sehingga rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak dapat berjalan lebih cepat dan memberikan kepastian bagi masyarakat. (*)

Berita Terkait

Hadapi El Nino, P3TGAI Perkuat Irigasi dan Serap 11.369 Tenaga Kerja
Daya Tampung Hampir 10 Juta m3, Bendungan Meninting Perkuat Ketahanan Pangan dan Air di Lombok
DPD RI Dorong Program Makan Bergizi Gratis yang Akuntabel untuk Penguatan Ekonomi Daerah
Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Ujung Tombak Ekonomi Rakyat
JPO Tertabrak Truk, Jalan Kapten Tendean Arah Blok M Dialihkan
Perusahaan Jepang Investasikan USD30 Juta di Industri Plasma dan Kesehatan di Indonesia
BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I-2026, Pajak Capai Rp8,1 Triliun
Tindak Lanjuti Putusan MK, OJK Longgarkan Aturan Pembayaran Manfaat Pensiun

Berita Terkait

Wednesday, 15 July 2026 - 12:27 WIB

Hadapi El Nino, P3TGAI Perkuat Irigasi dan Serap 11.369 Tenaga Kerja

Wednesday, 15 July 2026 - 12:21 WIB

Daya Tampung Hampir 10 Juta m3, Bendungan Meninting Perkuat Ketahanan Pangan dan Air di Lombok

Wednesday, 15 July 2026 - 11:37 WIB

DPD RI Dorong Program Makan Bergizi Gratis yang Akuntabel untuk Penguatan Ekonomi Daerah

Tuesday, 14 July 2026 - 13:29 WIB

Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Ujung Tombak Ekonomi Rakyat

Tuesday, 14 July 2026 - 13:20 WIB

JPO Tertabrak Truk, Jalan Kapten Tendean Arah Blok M Dialihkan

Berita Terbaru

foto ist

Megapolitan

JPO Tendean Beres Dievakuasi, Pembangunan Belum Dimulai

Wednesday, 15 Jul 2026 - 18:34 WIB

(Foto: Dok. Pertamina)

Energy

Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal

Wednesday, 15 Jul 2026 - 16:46 WIB