daelpos.com – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengungkapkan saat bupati atau wakil bupati berkunjung ke kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), mereka kerap menunjukkan produk unggulan usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM). Produk unggulan itu diolah dan dibuat oleh pelaku usaha dari kawasan transmigrasi dengan bahan yang dipetik dari lahan yang dimiliki. “Produk unggulan dalam bentuk kemasan itu seperti kopi, coklat, dodol, keripik, madu, batik, sarung, kerajinan tangan dari bambu, dan berbagai macam kreasi lainnya”, ujarnya, Jakarta, 21/2/2025.
Banyaknya produk UMKM dari kawasan transmigrasi menurut Viva Yoga menunjukan kawasan ini tidak hanya sebagai sentra tanaman pangan, perkebunan, dan perikanan namun juga potensi besar tumbuh sebagai sentra UMKM.
Antusias kabupaten yang memiliki wilayah transmigrasi untuk mengembangkan produk UMKM dikatakan perlu difasilitasi dan disinergikan dengan kementerian terkait dan pihak swasta. “Kita serius untuk mengembangkan produk UMKM di kawasan transmigrasi”, tegasnya.
Langkah untuk mengembangkan dan memasarkan produk-produk UMKM dengan berbagai cara. Dikatakan beberapa hari yang lalu Kementrans mengikuti Inacraft 2026. Dalam acara yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC). Senayan, Jakarta, itu kementerian ini memamerkan produk kerajinan dan industri kreatif yang diproduksi oleh pelaku UMKM dari kawasan transmigrasi. Menurut Viva Yoga banyak manfaat positif dari mengikuti Inacraft. “Acara ini mengubah persepsi masyarakat bahwa transmigrasi tidak hanya sekadar memindahkan penduduk namun di sana juga ada kreatifitas untuk mengolah berbagai hasil dari lahan transmigrasi”, ujarnya.
Dengan memperkenalkan berbagai produk UMKM maka akan terbuka pasar dengan para pembeli. “Bila terjadi transaksi perdagangan dalam jumlah yang besar, dampaknya selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga bisa menambah lapangan kerja di kawasan transmigrasi”, ujar mantan Anggota DPR Komisi IV dua periode itu.
Selain aktif mengikuti berbagai pameran, dalam mendorong pertumbuhan UMKM, Kementrans bersepakat dengan Toko Oleh-Oleh Krisna Bali. Kerja sama dengan pusat oleh-oleh yang tersebar di berbagai kawasan wisata di Bali diakui oleh Viva Yoga sangat strategis. “Toko Krisna Bali memiliki 34 outlet yang tersebar di berbagai tempat di Bali dan Yogyakarta”, ujarnya. “Satu Outlet dalam sehari bisa didatangi pengunjung hingga 5.000 orang”, paparnya.
Outlet yang tersebar dan jumlah pengunjung yang melimpah merupakan potensi besar bagi pelaku usaha UMKM untuk memasok berbagai produk. “Peluang besar ini harus dimanfaatkan agar hasil olahan tangan yang ada cepat terserap di pasar”, tuturnya.
Dalam mengembangkan produk UMKM, Kementrans juga melakukan sinergi dengan kementerian terkait. “Kita telah melakukan MoU dengan Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM”, ujarnya. “Kerja sama dengan dua kementerian tersebut selain ada pembinaan dan pelatihan, produk pelaku usaha UMKM bisa dipasarkan di outlet berbagai koperasi dan lapak-lapak binaan Kementerian UMKM”, tambahnya.
Viva Yoga optimis dengan melakukan sinergi dengan berbagai pihak, pertumbuhan UMKM dari kawasan transmigrasi akan cepat berkembang dan meningkat. “Bila ini tercipta maka kawasan transmigrasi juga akan menjelma sebagai sentra produk UMKM”, harapnya.








