daelpos.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 mencapai Rp268 triliun. Dari total tersebut, 93 persen atau sekitar Rp240 triliun akan disalurkan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
“Sebagian besar anggaran langsung menyentuh unit layanan di daerah,” ujar Dadan dalam keterangannya.
Menurut dia, skema ini dirancang agar perputaran dana terjadi di tingkat lokal dan berdampak langsung pada pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Setiap unit SPPG akan memperoleh alokasi sekitar Rp1 miliar per bulan. Dari jumlah itu, 70 persen secara khusus dialokasikan untuk belanja bahan baku pangan.
Artinya, mayoritas dana difokuskan pada pembelian bahan makanan seperti beras, sayur, lauk-pauk, dan komoditas pangan lainnya yang bersumber dari produsen lokal. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan dalam negeri.
Dadan menegaskan, pengawasan penggunaan anggaran menjadi perhatian utama agar dana benar-benar tepat sasaran. BGN memastikan mekanisme distribusi dan pelaporan dilakukan secara akuntabel dan transparan.
Dengan anggaran jumbo tersebut, pemerintah menargetkan program MBG 2026 dapat menjangkau lebih luas penerima manfaat serta meningkatkan kualitas asupan gizi masyarakat secara merata di berbagai daerah.








