Hutama Karya Hadir Sebagai Bagian Penyediaan Infrastruktur Kesehatan di RSUD Kota Bima

Monday, 2 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com— PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) merampungkan pembangunan RSUD Kota Bima sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan layanan kesehatan nasional. Fasilitas tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, pada Jumat (27/2/2026) di Jl. Soekarno Hatta, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, alat kesehatan, serta tenaga medis sebelum rumah sakit mulai beroperasi penuh. Proyek ini telah mencapai progres fisik 100% pada akhir Desember 2025 dan saat ini memasuki tahap finalisasi operasional.

Kunjungan tersebut dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, serta perwakilan manajemen PT Hutama Karya (Persero), yakni Direktur Operasi II Mardiansyah dan Executive Vice President (EVP) Divisi Gedung Nyoman Endi Mahendra. Turut dihadiri Lalu Muhammad Iqbal selaku Gubernur Nusa Tenggara Barat, Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, dan Bupati Bima Ady Mahyudi sebagai wujud sinergi pemerintah pusat, daerah, dan BUMN dalam memperkuat sistem layanan kesehatan regional.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengecek ruang CT-Scan, ruang operasi, unit perawatan intensif, peralatan medis pendukung serta mengapresiasi kualitas pembangunan yang telah diselesaikan dan menyampaikan sejumlah catatan teknis untuk penyempurnaan sebelum operasional penuh.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, ”RSUD Kota Bima dibangun sebagai rumah sakit tipe C untuk mendukung implementasi layanan prioritas nasional KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak). Kehadirannya diharapkan memperkuat akses layanan spesialis bagi masyarakat Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu sehingga penanganan kasus prioritas dapat dilakukan lebih cepat tanpa perlu rujukan ke luar daerah.” ujarnya.

See also  10 Warga Meninggal, Kecelakaan Tambang Batu Bara di Sawahlunto

Secara teknis, gedung utama terdiri dari tiga lantai dengan luas ±7.557 m² yang dilengkapi IGD (Instalasi Gawat Darurat), poliklinik spesialis, ruang operasi, ICU ( Intensive Care Unit ), NICU ( Neonatal Intensive Care Unit ), PICU ( Pediatric Intensive Care Unit ), radiologi, farmasi, rehabilitasi medik, serta fasilitas penunjang lainnya. Tambahan gedung rawat inap tiga lantai berkapasitas 100 tempat tidur juga disiapkan guna memperkuat daya tampung pasien.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa “keberadaan rumah sakit ini akan mempercepat penanganan penyakit prioritas di wilayah timur provinsi serta dapat membantu masyarakat Bima dan sekitarnya tidak lagi harus berobat ke luar daerah untuk memperoleh layanan spesialis.” Ujarnya.

Kehadiran fasilitas ini turut disambut positif masyarakat. Chamim (24), warga Rabadompu yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), menyampaikan harapannya agar layanan kesehatan semakin mudah dijangkau dan dapat segera beroperasi secara optimal.

RSUD Kota Bima direncanakan mulai melayani masyarakat pada Juli 2026 setelah seluruh tahapan finalisasi sarana, prasarana, serta kesiapan sumber daya manusia kesehatan rampung.

Dalam kesempatan lain, Pelaksana Harian (Plh.) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menekankan bahwa penyelesaian proyek RSUD Kota Bima merupakan bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur kesehatan yang handal dan aman.

“Dalam setiap tahap pembangunan, kami menerapkan pengendalian mutu dan keselamatan kerja yang ketat, disertai pengawasan menyeluruh agar hasilnya sesuai standar tinggi. Kami berharap rumah sakit ini tidak hanya rampung tepat waktu, tetapi juga mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas sistem kesehatan di Nusa Tenggara Barat,” ujar Hamdani.

Berita Terkait

Inpres Jalan Daerah 2025, Kementerian PU Perkuat Akses Distribusi Komoditas Ekspor Kayu Arang di Kotabaru
Menteri Iftitah: Investor Global Mulai Lirik Kawasan Transmigrasi
Dony Oskaria Bahas Penugasan Strategis BUMN Percepat Pembangunan Nasional
Tas Viral Bright Gas di Jakarta Fair 2026, Dorong Penjualan dan Buka Dampak Ekonomi Berantai Bagi UMKM
Buka IGYLS 2026, Ketua DPD RI Ajak Anak Muda Pimpin Gerakan Hijau Global
Percepatan Penanganan SPAM di Aceh, Pastikan Layanan Air Minum Pascabencana Segera Pulih
Kemenag Siapkan Edukasi Cegah Penyebaran LGBTQ
KPTDP Bahas Perkembangan Pemerintah Digital Bersama Tony Blair

Berita Terkait

Thursday, 9 July 2026 - 18:21 WIB

Inpres Jalan Daerah 2025, Kementerian PU Perkuat Akses Distribusi Komoditas Ekspor Kayu Arang di Kotabaru

Thursday, 9 July 2026 - 17:24 WIB

Menteri Iftitah: Investor Global Mulai Lirik Kawasan Transmigrasi

Wednesday, 8 July 2026 - 18:51 WIB

Dony Oskaria Bahas Penugasan Strategis BUMN Percepat Pembangunan Nasional

Wednesday, 8 July 2026 - 13:49 WIB

Tas Viral Bright Gas di Jakarta Fair 2026, Dorong Penjualan dan Buka Dampak Ekonomi Berantai Bagi UMKM

Wednesday, 8 July 2026 - 13:41 WIB

Buka IGYLS 2026, Ketua DPD RI Ajak Anak Muda Pimpin Gerakan Hijau Global

Berita Terbaru

foto ist

News

Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Mundur

Saturday, 11 Jul 2026 - 08:42 WIB