daelpos.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali mencatat prestasi membanggakan di level internasional. Berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026, UIN Jakarta berhasil menempati peringkat ke-29 dunia pada bidang Theology, Divinity & Religious Studies.
Hasil yang dirilis Kamis (26/3) itu menunjukkan lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, UIN Jakarta masih berada di posisi 101–150 dunia, sementara pada 2024 di rentang 101–140. Kini, kampus tersebut sukses menembus 30 besar dunia.
Capaian ini ditopang performa kuat di berbagai indikator, dengan overall score 76,1. Di antaranya Employer Reputation 49,1, H-index 92,1, Citations per Paper 94,5, serta Academic Reputation 75.
Dengan hasil tersebut, UIN Jakarta bahkan melampaui sejumlah kampus ternama dunia seperti Fordham University, University of Birmingham, hingga Al-Azhar University.
Di tingkat nasional, beberapa kampus Indonesia juga masuk pemeringkatan ini, di antaranya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di posisi 37, Universitas Gadjah Mada di posisi 45, serta Universitas Islam Indonesia dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di rentang 101–150.
Sementara itu, 10 besar dunia bidang ini ditempati University of Notre Dame, University of Oxford, Harvard University, Durham University, Boston College, University of Chicago, University of Cambridge, KU Leuven, Duke University, dan Yale University.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menyebut capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun tradisi akademik yang kuat.
“Capaian ini adalah buah kolaborasi dan dedikasi seluruh sivitas akademika dalam membangun tradisi akademik yang berdaya saing global,” ujarnya.
Ia menegaskan, prestasi tersebut bukan hanya pencapaian semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus memperkuat tradisi akademik di UIN Jakarta,” tegasnya.
Asep juga mengapresiasi dukungan Kementerian Agama yang terus mendorong peningkatan mutu perguruan tinggi keagamaan Islam.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Sahiron Syamsuddin, menilai capaian ini menjadi bukti keberhasilan strategi internasionalisasi PTKIN.
“Di tengah persaingan global yang ketat, tidak banyak perguruan tinggi yang mampu menembus 50 besar dunia pada bidang tertentu,” katanya.
Ia berharap prestasi ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas pengakuan global terhadap PTKIN sebagai pusat unggulan studi keagamaan.
“Ini patut dirayakan sekaligus jadi penyemangat untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat internasional,” tandasnya.








