daelpos.com – Realisasi investasi Jepang di Indonesia sepanjang 2021–2025 mencapai US$17,1 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan 13,2%. Investasi tersebut turut menyerap 278.887 tenaga kerja, sekaligus menempatkan Jepang sebagai investor terbesar kelima di Tanah Air.
Capaian ini menjadi pijakan penguatan kerja sama dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani ke Jepang pada 31 Maret 2026. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari kemitraan investasi yang telah terjalin lama antara kedua negara.
Dalam agenda tersebut, pemerintah mengundang para CEO perusahaan besar Jepang untuk mendengarkan langsung arah kebijakan Presiden terkait peningkatan kerja sama ekonomi dan investasi. Pemerintah juga menyerap berbagai masukan dari pelaku usaha Jepang terkait iklim investasi di Indonesia.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan ekonomi Indonesia–Jepang memiliki peran historis penting, termasuk dalam mendukung pemulihan ekonomi Indonesia sejak era 1960-an. Ia juga mengapresiasi kontribusi serta komitmen berkelanjutan investor Jepang di Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan, dalam kunjungan tersebut Indonesia berhasil mengantongi komitmen investasi baru senilai sekitar US$23,6 miliar.
“Pada intinya investasi ini akan terus berjalan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional,” ujar Rosan.
Sejumlah perusahaan Jepang menyampaikan rencana ekspansi dan pengembangan proyek strategis di Indonesia. Tokyo Gas, misalnya, menjalin kerja sama dengan PLN untuk mempercepat gasifikasi pembangkit listrik di Indonesia Timur menggunakan LNG yang lebih ramah lingkungan.
Mitsui melanjutkan kontribusinya di berbagai sektor, mulai dari energi hingga infrastruktur, serta berencana memperluas investasi ke ekonomi digital, properti, ritel, dan makanan.
Sementara Toyota terus memperkuat ekosistem industri otomotif nasional melalui pengembangan kendaraan ramah lingkungan, termasuk hybrid dan kendaraan listrik, serta mendukung rantai pasok yang melibatkan sekitar 1.700 perusahaan.
Itochu juga terlibat dalam proyek energi strategis seperti pembangkit listrik di Jawa Tengah dan proyek panas bumi Sarulla, dengan peluang ekspansi ke sektor geothermal ke depan. Adapun INPEX Corporation melanjutkan komitmennya dalam proyek LNG Abadi di Blok Masela yang kini memasuki tahap rekayasa awal.
Selama ini, investasi Jepang di Indonesia didominasi sektor manufaktur dengan kontribusi sekitar 65%, diikuti sektor jasa 30% dan sektor primer 2%. Dari sisi wilayah, investasi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa hingga 94%, terutama di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.
Pemerintah menilai tambahan komitmen investasi tersebut akan memperkuat peran Jepang dalam pengembangan industri, energi bersih, serta mendorong transformasi ekonomi nasional ke depan. (*)








