Jelang UCLG ASPAC 2026, Kementerian PU Tata Infrastruktur Kendari, Sistem Pengendalian Banjir Disiapkan

Tuesday, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendukung penataan infrastruktur Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari kesiapan menjadi tuan rumah forum internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Mei 2026.

Dukungan tersebut dilakukan melalui penanganan sungai, penataan drainase perkotaan, serta penguatan sistem pengendalian banjir guna meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, memperlancar mobilitas masyarakat, dan mendukung kenyamanan kota menjelang penyelenggaraan forum internasional tersebut.

Sepanjang April 2026, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari melaksanakan kegiatan normalisasi Sungai Korumba dan Sungai Mandonga di Kecamatan Mandonga. Pekerjaan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri PU Dody Hanggodo agar penanganan sungai dimulai dari bagian muara guna memastikan aliran air berjalan lancar dari hulu menuju hilir berjalan lancer serta meminimalkan risiko genangan.

“Perbaikan jalan tentu akan sia-sia jika drainase tersumbat dan muara mengalami pendangkalan yang memicu banjir rob atau genangan saat hujan. Kalau muaranya terbuka lebar dan air mengalir deras, sedimen akan terbuang ke laut sehingga kapasitas aliran tetap terjaga,” kata Menteri Dody.

Normalisasi dilakukan melalui pengerukan sedimen dan pendalaman alur sungai untuk meningkatkan kapasitas tampung serta memperlancar aliran air. Pada Sungai Korumba, pekerjaan normalisasi dilakukan sepanjang 650 meter dengan lebar penanganan 13 meter. Sementara pada Sungai Mandonga, normalisasi dilaksanakan sepanjang 900 meter dengan lebar 12 meter.

Selain penanganan jangka pendek, Kementerian PU juga menyiapkan rencana pembangunan drainase utama perkotaan pada tiga koridor prioritas di Kota Kendari, yaitu kawasan Sungai Korumba sepanjang 2 kilometer, Sungai Bonggoeya sepanjang 4,5 kilometer, serta koridor Polresta–Sungai Wanggu sepanjang 1,7 kilometer.

See also  Jaga Kelestarian Sumber Daya Air, Menteri Basuki Instruksikan Revitalisasi Kawasan Bendungan Cengklik di Boyolali

Pembangunan sistem drainase tersebut dirancang melalui kolaborasi antara BWS Sulawesi IV Kendari dan Pemerintah Kota Kendari. Pada tahun 2026 difokuskan pada penyelesaian pembebasan lahan dan penyiapan desain, sedangkan pelaksanaan konstruksi direncanakan dimulai pada tahun berikutnya.

Dalam jangka menengah, Kementerian PU juga merencanakan pembangunan Kolam Retensi Nanga-Nanga di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari pada periode 2027–2029. Infrastruktur tersebut dirancang memiliki volume tampungan mencapai 1,58 juta m3.

Keberadaan kolam retensi tersebut diproyeksikan mampu mereduksi banjir Kota Kendari hingga 54,14 persen atau 141,67 m3/dt. Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, kawasan ini juga dirancang menjadi area konservasi air, meningkatkan infiltrasi, menjaga kualitas air, serta menghadirkan ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk olahraga dan rekreasi.

Melalui penataan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap ini, Kementerian PU berharap Kota Kendari semakin siap menjadi tuan rumah UCLG ASPAC 2026 sekaligus memperoleh manfaat jangka panjang berupa kawasan perkotaan yang lebih tertata, nyaman, dan tangguh terhadap banjir. (*)

Berita Terkait

Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Bali, Distribusi BBM Dipercepat
Belajar dari BAIC, Iftitah: Kemajuan Industri Dibangun dari Investasi pada Manusia dan Teknologi
Senator Mirah: MotoGP Mandalika Harus Berkelanjutan, Dampak Ekonomi dan Peningkatan SDM Lokal Jadi Prioritas
BNI Dukung 24 UMKM Lokal Tampil di MotoGP Mandalika 2026
Aksi Cepat TJSL Hutama Karya Group Hadirkan Alat Berat dan Logistik bagi Warga Terdampak Banjir di Padang
Mendes Yandri Minta Pembuatan Konsep Terintegrasi Pembangunan Daerah Tertinggal
Di Peking University, Mentrans Iftitah Ajak Akademisi Cari Solusi Nyata Pengembangan Kawasan Transmigrasi
Erick Thohir: MotoGP Mandalika Bukan Sekadar Ajang Balap

Berita Terkait

Wednesday, 14 October 2026 - 15:44 WIB

Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Bali, Distribusi BBM Dipercepat

Wednesday, 14 October 2026 - 13:21 WIB

Belajar dari BAIC, Iftitah: Kemajuan Industri Dibangun dari Investasi pada Manusia dan Teknologi

Wednesday, 14 October 2026 - 10:55 WIB

Senator Mirah: MotoGP Mandalika Harus Berkelanjutan, Dampak Ekonomi dan Peningkatan SDM Lokal Jadi Prioritas

Tuesday, 13 October 2026 - 18:36 WIB

BNI Dukung 24 UMKM Lokal Tampil di MotoGP Mandalika 2026

Tuesday, 13 October 2026 - 15:45 WIB

Aksi Cepat TJSL Hutama Karya Group Hadirkan Alat Berat dan Logistik bagi Warga Terdampak Banjir di Padang

Berita Terbaru

Olahraga

FIVB Gelar Kursus Pelatih Level I dan II di Sentul

Wednesday, 14 Oct 2026 - 17:15 WIB

Berita Utama

Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Bali, Distribusi BBM Dipercepat

Wednesday, 14 Oct 2026 - 15:44 WIB