Diresmikan Presiden Prabowo, Bendungan Meninting Garapan Hutama Karya Jadi Pusat Peresmian Lima Bendungan Nasional

Friday, 10 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meresmikan lima bendungan yang telah rampung dibangun, dilaksanakan secara terpusat di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7). Dua dari lima bendungan yang diresmikan merupakan garapan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), yakni Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB, serta Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Peresmian ini menegaskan kontribusi perusahaan dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya swasembada pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional.

Selain kedua bendungan tersebut, Presiden turut meresmikan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah; Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali; serta Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh. Kelima bendungan dibangun pada periode 2015–2025 dengan kapasitas tampung gabungan sebesar 371,23 juta m³. Secara keseluruhan, kelima bendungan mendukung layanan irigasi hingga 39.540 ha, penyediaan air baku sebesar 3,6 m³ per detik, reduksi potensi banjir pada kawasan seluas 932 ha, serta potensi pengembangan energi melalui PLTA berkapasitas 9,635 MW dan PLTS terapung berkapasitas 345,94 MW.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto bersyukur bendungan ini bisa diresmikannya, dan menegaskan dalam pemerintahan yang dipimpinnya, telah mencapai tonggak-tonggak bersejarah. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia berhasil menurunkan harga pupuk dan surplus beras. “Saya titip, Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik. Kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani, sampai ke petani,” ujarnya

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine. Turut mendampingi Presiden antara lain Menteri Pertanian, Amran Sulaiman; Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono; Mensesneg Prasetyo Hadi; Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya; Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal; dan Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini.

See also  Prabowo Subianto: Perwira Muda Harus Siap Perang

Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan bahwa air yang tertampung wajib sampai ke sawah. “Air yang tertampung di bendungan wajib menjadi air irigasi bagi sawah, sesuai arahan Bapak kepada kami sejak di Magelang dahulu. Selain menjadi air baku bagi masyarakat, bendungan juga dapat dikembangkan sebagai sumber energi serta memberikan perlindungan terhadap kawasan dari ancaman banjir,” ujarnya.

Bendungan Meninting merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) milik Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram yang dikerjakan dalam dua paket sejak akhir 2018, dengan nilai proyek keseluruhan Rp1,473 triliun. Hutama Karya menggarap Paket I senilai Rp902 miliar melalui Kerja Sama Operasi (KSO) Hutama–Bangunnusa bersama PT Bahagia Bangunnusa (porsi Hutama Karya 80%), meliputi pembangunan tubuh bendungan utama, bangunan fasilitas, jalan akses kiri dan kanan, hingga lanskap serta jembatan desa yang terintegrasi dengan lingkungan sosial masyarakat. Adapun Paket II dikerjakan oleh KSO Nindya Karya–SAC Nusantara. Bendungan Meninting menjadi bendungan kelima yang dibangun Hutama Karya di Provinsi NTB.

Berdiri di antara Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari dan Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, bendungan tipe urugan tanah dengan inti tegak ini memiliki tinggi 74 meter, panjang puncak 418 meter, dan lebar puncak 15 meter, dengan kapasitas tampung total 12,18 juta m³ serta luas genangan 46,16 ha. Proses pengisian awal waduk (impounding) telah dimulai sejak 29 Juni 2025. Ke depan, Bendungan Meninting akan melayani irigasi seluas 1.559,29 ha yang menjangkau lebih dari 3.200 petani, menyediakan air baku 0,15 m³ per detik bagi Kabupaten Lombok Barat bagian utara termasuk kawasan wisata Senggigi, mendukung pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 0,80 MW dan potensi PLTS terapung 9,23 MW, serta mereduksi risiko banjir pada kawasan seluas 59 ha di Kecamatan Gunung Sari, Lingsar, Batu Layar, hingga Ampenan. Manfaat bendungan ini menjangkau lima kecamatan di Lombok Barat hingga Kota Mataram.

See also  Presiden Jokowi: Minggu Ini Seluruh Bansos Sudah Diterima Masyarakat

Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi; Executive Vice President (EVP) Infrastruktur I Hutama Karya, Arif Rahman; dan Kepala Proyek Bendungan Meninting, I Gusti Ngurah Ketut Udara.

Dalam pembangunan Bendungan Meninting menghadapi tantangan kondisi geologi dan cuaca yang dinamis, sehingga perusahaan mengedepankan digitalisasi konstruksi sejak tahap perencanaan. “Kami menerapkan Building Information Modelling (BIM) yang terintegrasi dengan digital survey dan fotogrametri, dashboard Project Management Information System (PMIS), serta CCTV proyek yang saling terkoneksi. Pendekatan ini menjaga presisi, mutu, dan keselamatan konstruksi, sekaligus mengantarkan proyek meraih penghargaan Top Entry in Country pada Autodesk ASEAN Innovation Awards 2023,” terang Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi.

Lebih lanjut, Gunadi menyampaikan bahwa kepercayaan mengerjakan dua dari lima bendungan yang diresmikan hari ini merupakan kebanggaan sekaligus amanah bagi perusahaan. “Kami sadar air adalah kunci produktivitas pertanian. Ketika bendungan berfungsi optimal dan airnya mengalir sampai ke sawah, di situlah nilai sesungguhnya infrastruktur ini bagi petani dan masyarakat,” ujarnya.

Di lapangan, Hutama Karya mencatatkan pembangunan bendungan memberikan multiplier effect dengan menggerakkan ekonomi dan wisata. Contohnya, kedua proyek ini melibatkan lebih dari 475 tenaga kerja yang mayoritas merupakan putra-putri NTB dan Aceh. Kehadiran proyek juga diiringi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), mulai dari penanaman 5.000 pohon dan penghijauan kawasan, pembangunan jembatan desa dan akses jalan warga, pembangunan masjid di Dusun Murpeji dan Batu Kemalik, hingga penambahan ruang kelas sekolah dasar.

Dengan diresmikannya Bendungan Meninting dan Bendungan Keureuto, Hutama Karya memperkuat rekam jejak di sektor sumber daya air setelah sebelumnya merampungkan sejumlah bendungan di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Bendungan Bintang Bano di NTB dan Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara. Hutama Karya berkomitmen terus menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang berkualitas dan berkelanjutan guna mendukung terwujudnya swasembada pangan, ketahanan air, ketahanan energi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan
Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional
JIAT Jadi Andalan Petani di Banjar Hadapi El Nino, Puluhan Hektare Lahan Terairi
Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum
Kick Off Festival Merah Putih, Wamen Viva Yoga Ajak Rakyat Rayakan HUT Ke-81 RI Dengan Semangat dan Riang Gembira
Mendes Yandri Akan Gandeng New Hope Fintech untuk Berikan Akses Pembiayaan ke BUM Desa
Empat Langkah Pemberdayaan Perempuan untuk Transformasi Digital Inklusif
BNI Dukung Danantara Housing Expo 2026, Perluas Akses KPR

Berita Terkait

Saturday, 15 August 2026 - 22:46 WIB

Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan

Friday, 14 August 2026 - 17:34 WIB

Investasi dan Hilirisasi Jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Nasional

Wednesday, 12 August 2026 - 13:08 WIB

JIAT Jadi Andalan Petani di Banjar Hadapi El Nino, Puluhan Hektare Lahan Terairi

Tuesday, 11 August 2026 - 15:09 WIB

Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum

Monday, 10 August 2026 - 16:49 WIB

Kick Off Festival Merah Putih, Wamen Viva Yoga Ajak Rakyat Rayakan HUT Ke-81 RI Dengan Semangat dan Riang Gembira

Berita Terbaru

foto istimewa

Energy

Pertalite Berpotensi Dibatasi, Ini Wacananya

Sunday, 16 Aug 2026 - 18:38 WIB