Kementerian PU: Bendungan Rukoh Kurangi Risiko Bencana Banjir di Aceh Sekaligus Dukung Ketahanan Pangan Kabupaten Pidie

Friday, 17 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kehadiran Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, tidak hanya menjadi infrastruktur penyedia air untuk pertanian, tetapi juga memperkuat perlindungan masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi, khususnya banjir yang selama ini kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie. Bendungan yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (10/7/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah membangun infrastruktur sumber daya air yang mampu meningkatkan ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan bendungan pada dasarnya merupakan investasi jangka panjang untuk mengelola air agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, mulai dari penyediaan air irigasi, air baku, energi, hingga perlindungan terhadap kawasan hilir dari ancaman banjir.

“Betapa pentingnya pekerjaan mengelola air. Air yang tertampung di bendungan harus menjadi irigasi bagi sawah, air baku bagi masyarakat, energi yang dapat dikembangkan, dan perlindungan bagi kawasan hilir,” kata Menteri Dody.

Dengan kapasitas tampung cukup besar, yakni 128,65 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 687 hektare, Bendungan Rukoh diproyeksikan sebagai infrastruktur mitigasi bencana. Kabupaten Pidie merupakan salah satu wilayah di Aceh yang dalam beberapa tahun terakhir beberapa kali terdampak bencana hidrometeorologi akibat tingginya intensitas hujan yang memicu luapan sungai dan genangan di kawasan permukiman maupun lahan pertanian. Kehadiran Bendungan Rukoh diharapkan mampu mengurangi risiko tersebut melalui pengaturan debit aliran sungai sehingga limpasan air ke kawasan hilir dapat dikendalikan secara lebih baik.

Bendungan Rukoh memiliki fungsi reduksi banjir seluas 51 hektare dan dirancang untuk membantu pengendalian banjir hingga periode ulang 50 tahunan di Kabupaten Pidie. Fungsi ini menjadi semakin penting di tengah meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem sebagai dampak perubahan iklim, sehingga infrastruktur sumber daya air tidak hanya berperan dalam penyimpanan air, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pengurangan risiko bencana.

See also  Serambi MyPertamina Manjakan Konsumen di Nataru, Ini Sederet Promonya

Selain itu, bendungan yang berada di aliran Sungai Krueng Rukoh dan memperoleh suplai air dari Bendung Pengarah Sungai Krueng Inong ini juga memiliki manfaat utama untuk mengairi Daerah Irigasi Baro Raya seluas 12.194 hektare, terutama di Kecamatan Keumala dan Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.

Menteri Dody mengatakan, keberadaan bendungan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem irigasi yang andal. Dengan ketersediaan air yang terjamin sepanjang tahun, produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan.

“Bendungan kita sebut sebagai irigasi premium, yaitu irigasi yang ketersediaan airnya dijamin oleh bendungan. Jadi kalau ada bendungan dan ada sistem irigasinya, kita bisa mengharapkan tiga kali musim tanam,” ujar Menteri Dody.

Kehadiran Bendungan Rukoh diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 191% menjadi 300%, sehingga lahan pertanian yang sebelumnya hanya dapat ditanami dua kali dalam setahun kini dapat ditingkatkan menjadi tiga kali musim tanam. Produksi pertanian pun diproyeksikan mencapai sekitar 6 ton per hektare, sehingga semakin memperkuat kontribusi Aceh dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Selanjutnya Bendungan Rukoh juga mampu menyediakan air baku sebesar 900 liter per detik yang dapat melayani sekitar 22.848 jiwa di Kecamatan Titeue dan wilayah sekitarnya. Bendungan ini juga memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 140 MW serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,22 MW.

Bendungan Rukoh dibangun secara bertahap pada periode 2018–2024 dengan total anggaran sekitar Rp1,7 triliun. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan dalam dua paket, yaitu Paket 1 oleh PT Nindya Karya (Persero) untuk pembangunan spillway, serta Paket 2 oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk – PT Adhi Karya (Persero) Tbk – PT Andesmont Sakti KSO untuk pembangunan tubuh bendungan dan bangunan pengelak.

See also  Menteri Dody Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya

Dengan fungsi yang mencakup penyediaan air, peningkatan produktivitas pertanian, pengendalian banjir, hingga pengembangan energi terbarukan, Bendungan Rukoh menjadi salah satu infrastruktur strategis Kementerian PU yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketangguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. (#PU608)

Berita Terkait

Prabowo Gerak Cepat, BUMN Pulihkan Layanan Vital Pascagempa NTT
Kesejahteraan Guru dan Dosen Didorong Masuk RAPBN 2027
Menteri PU Menuju NTT Bawa 50.000 Paket Sembako Presiden
BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT
Kementerian PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pebayuran Bekasi
Hutama Karya Melalui Anak Usaha Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya
Kejar Swasembada Pangan, Kementerian PU Perkuat Irigasi Dan Libatkan Warga Papua Selatan
Direktur Human Capital & Legal HK Tinjau Proyek Konservasi Pantai Candidasa Fase 2 Paket I, Dorong Perlindungan Pesisir dan Pariwisata Berkelanjutan

Berita Terkait

Sunday, 16 August 2026 - 22:30 WIB

Prabowo Gerak Cepat, BUMN Pulihkan Layanan Vital Pascagempa NTT

Sunday, 16 August 2026 - 12:26 WIB

Menteri PU Menuju NTT Bawa 50.000 Paket Sembako Presiden

Saturday, 15 August 2026 - 22:56 WIB

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Saturday, 15 August 2026 - 10:13 WIB

Kementerian PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pebayuran Bekasi

Friday, 14 August 2026 - 14:52 WIB

Hutama Karya Melalui Anak Usaha Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya

Berita Terbaru

foto istimewa

Energy

Pertalite Berpotensi Dibatasi, Ini Wacananya

Sunday, 16 Aug 2026 - 18:38 WIB