daelpos.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo turun langsung meninjau penanganan pascabencana banjir di kawasan Sungai Batang Tumayo, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat (31/7/2026). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto setelah mendengar langsung keluhan masyarakat yang kerap terdampak banjir.
“Saya sengaja datang untuk menyelesaikan masalah ini. Jadi ini sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, jangan sampai masyarakat itu yang terdampak bencana kemudian tidak bisa tersenyum lagi. Harus secepatnya bisa tersenyum lagi masyarakat kita,” kata Menteri Dody.
Dalam peninjauan tersebut, ditemukan bahwa salah satu penyebab utama banjir berasal dari bukaan aliran di bagian hulu yang cukup lebar sehingga memicu limpasan air ke permukiman. Untuk itu, Kementerian PU segera menyiapkan langkah penanganan terpadu, termasuk pembangunan Sabo Dam di bagian hulu sungai.
Menteri Dody menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta Balai Teknik Sabo di Yogyakarta untuk segera melakukan pengujian bioteknik guna memastikan desain konstruksi yang tepat.
“Kita akan buat Sabo Dam di atas. Sementara waktu, aliran sungai ini kita perlancar sampai dengan muara, plus kita naikkan tanggulnya. Mungkin, kalau bisa 5 sampai 6 meter, sambil diperkuat supaya kalau pun hujan dan banjir tidak lari ke permukiman,” jelasnya.
Menteri Dody menegaskan bahwa penanganan infrastruktur utama akan menjadi prioritas sebelum pembangunan fasilitas lain seperti rumah ibadah, sekolah, maupun pondok pesantren dilakukan. Hal ini untuk memastikan seluruh pembangunan berjalan efektif dan tidak kembali terdampak banjir.
Selain rencana jangka menengah tersebut, penanganan darurat terus dilakukan di lapangan. Kementerian PU telah melakukan normalisasi alur sungai, pengangkatan sedimen, serta pemasangan bronjong untuk memperkuat tebing sungai. Sebanyak lima unit alat berat excavator PC200 juga telah dikerahkan sejak 20 Juli 2026 untuk mempercepat proses penanganan.
Terkait anggaran, Menteri Dody memastikan pemerintah pusat siap mendukung penuh kebutuhan yang diperlukan untuk penanganan pascabencana.
“Anggarannya untuk penanganan ini insyaAllah ada, saya juga belum tahu kebutuhannya berapa karena masih dihitung oleh kepala balainya. Komitmen dari pemerintah pusat, dari Pak Presiden berapapun yang dibutuhkan masyarakat kita siapkan,” tegasnya.
Penanganan pascabencana banjir tersebut sesuai dengan komitmen Kementerian PU dalam Visi PU608 untuk menghadirkan infrastruktur yang andal, aman, dan tangguh terhadap bencana. Hal ini dilakukan melalui respons cepat darurat, normalisasi sungai, hingga pemulihan infrastruktur secara permanen dan berkelanjutan.(#PU608)








