daelpos.com – Pelajar di Momiwaren, Manokwari Selatan, kini punya bekal baru untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung. Sebanyak 3.000 buku Calistung (Baca, Tulis, dan Hitung) dan STEM ( Science, Technology, Engineering, and Mathematics ) sudah sampai ke sekolah-sekolah di distrik tersebut, disusun khusus berdasarkan kesulitan yang ditemukan langsung di ruang kelas mereka.
Para pengajar penerima manfaat merespons positif kegiatan ini, mengingat kehadiran bahan ajar tersebut menjadi solusi nyata atas persoalan yang selama ini harus mereka hadapi sendirian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TEP ITS yang telah memberikan perhatian dan pendampingan untuk pendidikan di Momiwaren. Program dan bahan pembelajaran yang diberikan sangat membantu kami dalam mendukung proses belajar siswa,” ujar Eva, guru SMA Negeri 1 Momiwaren.
Berdasarkan asesmen awal Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 03 ITS sebagian dari siswa belum lancar membaca dan menulis sebagian lagi hafal urutan huruf dan deret angka tetapi kesulitan mengenalnya ketika ditunjukkan acak. Dengan adanya media ajar ini diharapkan meningkatkan kemampuan awal
“Kemampuan literasi dan numerasi siswa dari survei awal masih kurang. Membaca dan menulis masih banyak yang belum lancar, bahkan ada yang masih belum bisa membedakan huruf,” ujar Herlina, anggota TEP 03 ITS.
Buku Calistung ditujukan untuk memperkuat dasar siswa SD, sementara buku STEM mengenalkan sains dan teknologi bagi siswa SMP dan SMA melalui praktik berbasis bahan lokal yang mudah didapat.
Sebanyak 3.000 buku telah diserahkan secara simbolis oleh Prof. Subchan, Ketua TEP 03 ITS kepada Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Distrik Oransbari, Sabtu (12/9). Guna penggunaan modul optimal Tim Ekspedisi Patriot membekali guru dari 7 SD dan 3 SMP agar modul dipakai maksimal.
Penguatan pendidikan di kawasan transmigrasi sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai kunci kebangkitan bangsa.
Senada dengan itu, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
“Pada akhirnya, semua bergantung pada kualitas SDM kita. Jika unggul dan berintegritas, maka sumber daya yang kita miliki dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” kata Menko IPK AHY di Jakarta (25/5).
Menteri Transmigrasi M.Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan manfaat pembangunan tidak boleh berhenti pada warga transmigran, melainkan dirasakan pula masyarakat sekitar.
“Pembentukan TKP merupakan inisiatif yang sangat tepat, karena keberlanjutan program adalah yang paling penting,” tegas M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Distrik Oransbari, Sabtu (12/9).








