Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Lombok Barat yang Terdampak Kekeringan

Tuesday, 4 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Sebagai respons cepat atas penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Kabupaten Lombok Barat, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Tim Tanggap Darurat Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK ) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas kondisi kekeringan di Dusun Gerebegan, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar dan Dusun Madak Belek 2, Desa Cendi Menik, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat dengan menyalurkan Air bersih didistribusikan menggunakan mobil tangki dengan total air bersih yang telah disalurkan adalah 12.000 L dan ditampung pada tandon berkapasitas 5.300 liter. Bantuan tersebut memenuhi kebutuhan air bersih bagi 220 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan memperoleh air akibat musim kemarau.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, penyediaan layanan air bersih menjadi salah satu prioritas Kementerian PU, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Menurutnya, air merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terlebih di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan,” kata Menteri Dody.

Selain memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat melalui distribusi air bersih, Kementerian PU juga terus menjalankan strategi jangka menengah dan panjang dalam menghadapi ancaman kekeringan, termasuk dampak fenomena El Nino. Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan sumber daya air secara terpadu untuk menjamin ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat maupun sektor pertanian dalam mendukung target swasembada pangan nasional.

“Strategi Kementerian PU adalah memastikan ketersediaan air baku dan air irigasi tetap terjaga melalui optimalisasi bendungan, embung, jaringan irigasi, operasi waduk, serta berbagai langkah antisipatif lainnya sehingga kebutuhan air masyarakat dan irigasi tetap terpenuhi meski menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino,” ujar Menteri Dody.

See also  Nataru 2025/2026: Hutama Karya Fungsionalkan Ruas Baru Tol Trans Sumatera

Kepala BPBPK NTB Dades Prinandes mengatakan, kecepatan respons menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak kekeringan terhadap masyarakat. Menurutnya, penyaluran air bersih merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar di tengah musim kemarau.

“Penanganan bencana tidak hanya berfokus pada respons saat kondisi darurat terjadi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Penyediaan air bersih ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujar Dades.

Dades menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung selama musim kemarau.

“Kami bersama pemerintah daerah akan terus memantau wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih. Apabila diperlukan, distribusi bantuan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan agar masyarakat tetap memperoleh layanan yang optimal,” kata Dades.

Penyediaan air bersih tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam mendukung penanganan darurat bencana sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap layanan dasar selama musim kemarau. Penanganan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi PU 608, yaitu sistem respons cepat Kementerian PU dalam penanggulangan bencana yang mengedepankan kecepatan mobilisasi personel, peralatan, dan dukungan teknis guna memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan dasar pada saat terjadi kondisi darurat. (#PU608)

Berita Terkait

Kementerian PU Kolaborasi dengan PMI Tangani Dampak Kekeringan di Kabupaten Kubu Raya
Wamen PANRB: Hoegeng Awards Jadi Apresiasi bagi Polisi Berintegritas dan Berdedikasi
Menkeu Kantongi Tugas Khusus, Duit Sekolah Rakyat Siap!
Hutama Karya Perkuat Hubungan Industrial melalui Munas IX Serikat Karyawan
100 Ribu Jemaah Padati Monas, Zikir dan Doa Kebangsaan Jadi Pembuka HUT Ke-81 RI
Longsor Tutup Akses Jalan Lembah Anai, Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan dalam Hitungan Jam
Kementerian PU Gerak Cepat, 14 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Seram Bagian Timur
Fasilitas Lengkap dan Modern, Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Lhokseumawe Siap Fungsional

Berita Terkait

Tuesday, 4 August 2026 - 18:19 WIB

Kementerian PU Kolaborasi dengan PMI Tangani Dampak Kekeringan di Kabupaten Kubu Raya

Tuesday, 4 August 2026 - 17:40 WIB

Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Lombok Barat yang Terdampak Kekeringan

Monday, 3 August 2026 - 19:20 WIB

Wamen PANRB: Hoegeng Awards Jadi Apresiasi bagi Polisi Berintegritas dan Berdedikasi

Monday, 3 August 2026 - 16:50 WIB

Menkeu Kantongi Tugas Khusus, Duit Sekolah Rakyat Siap!

Monday, 3 August 2026 - 12:58 WIB

Hutama Karya Perkuat Hubungan Industrial melalui Munas IX Serikat Karyawan

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

InfraNexia Moncer! Transformasi TelkomGroup Makin Terasa Hasilnya

Tuesday, 4 Aug 2026 - 18:15 WIB

Ekonomi - Bisnis

BNI Bekali Mahasiswa RI ke Hong Kong dengan Layanan Keuangan Digital

Tuesday, 4 Aug 2026 - 17:16 WIB

Megapolitan

LapakMain Corner, Ruang Aman Anak Jakarta di Era Digital

Tuesday, 4 Aug 2026 - 17:05 WIB