Empat Langkah Pemberdayaan Perempuan untuk Transformasi Digital Inklusif

Saturday, 8 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Perempuan perlu mengambil peran yang semakin kuat dalam transformasi digital, bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pihak yang mampu memanfaatkan, memberikan perspektif, dan ikut menentukan bagaimana teknologi digunakan. Untuk mendorong transformasi digital yang semakin inklusif, terdapat empat langkah yang perlu diperkuat, yakni memperluas akses, meningkatkan literasi digital dan kecerdasan buatan (AI), memperluas kesempatan, serta memastikan tata kelola AI tetap beretika dan berpusat pada manusia.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menilai pemberdayaan perempuan di era digital bukan semata agenda kesetaraan, tetapi strategi untuk memperluas manfaat transformasi digital bagi keluarga, masyarakat, hingga negara. Hal tersebut disampaikannya dalam FGD Penyusunan Modul Sekolah Kepemimpinan Kartini yang diselenggarakan Kartini Leader Society, di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut Menteri Rini, kesiapan masyarakat menghadapi transformasi digital belum sepenuhnya setara. Penetrasi internet perempuan tercatat sekitar 79,79 persen, masih di bawah laki-laki sebesar 83,95 persen. Perempuan juga telah banyak hadir sebagai pengguna dan pekerja, namun belum selalu terwakili secara proporsional sebagai pihak yang membentuk teknologi maupun berada dalam ruang pengambilan keputusan.

“Karena itu, pemberdayaan perempuan di era digital bukan sekadar agenda kesetaraan. Ini adalah strategi untuk memperluas manfaat transformasi digital,” ujar Menteri Rini.

Langkah pertama adalah memperluas akses. Transformasi digital harus tetap memberikan ruang bagi masyarakat dengan tingkat kesiapan yang berbeda. Prinsip digital by default tidak boleh berubah menjadi digital only, sehingga layanan terintegrasi dan omnikanal tetap diperlukan bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Kedua, memperkuat literasi digital dan AI. Literasi tidak lagi cukup sebatas kemampuan menggunakan aplikasi. Perempuan perlu memahami pemanfaatan AI secara produktif dan kritis, termasuk mengenai data, privasi, keamanan digital, risiko misinformasi, serta keterbatasan AI.

See also  Tanam Pohon pada Peringatan Hapernas 2024, Menteri Basuki Kolaborasikan Hari Perumahan dengan Hari Habitat

Ketiga, memperluas kesempatan. Setelah memperoleh kompetensi, perempuan perlu diberikan ruang untuk menerapkannya, antara lain melalui keterlibatan dalam proyek digital, pengujian pelayanan, evaluasi aplikasi, hingga pembahasan kebutuhan pengguna.

Keempat, memastikan tata kelola AI tetap beretika dan berpusat pada manusia. Teknologi harus membantu manusia tanpa menggantikan tanggung jawab manusia, sekaligus memastikan sistem digital tidak mereplikasi bias, mengecualikan kelompok tertentu, maupun menghasilkan keputusan yang sulit dipertanggungjawabkan.

Menteri Rini menekankan bahwa peningkatan kecakapan digital perempuan dapat memberikan dampak yang luas. Lebih dari 60 persen UMKM dijalankan oleh perempuan, sekitar 64 persen tenaga kesehatan merupakan perempuan, dan lebih dari separuh mahasiswa perguruan tinggi juga perempuan. Kemampuan memanfaatkan teknologi dan AI karena itu dapat memberikan efek berlipat bagi lingkungan tempat perempuan berperan.

“Ketika seorang perempuan semakin cakap memanfaatkan teknologi, manfaatnya dapat mengalir kepada keluarga, tempat kerja, usaha, masyarakat, bahkan generasi berikutnya,” tuturnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993–1998 Wardiman Djojonegoro turut menekankan pentingnya membangun kemauan dan keberanian perempuan untuk terus berkembang.

“Saya senang mendengar semangat ‘aku mau’ yang disampaikan Ibu Rini. Yang perlu kita bangun adalah kemauan perempuan Indonesia untuk terus maju dan tidak hanya pasrah. Semangat ini perlu menjadi bagian dari kurikulum Sekolah Kepemimpinan Kartini,” ujar Wardiman.

Untuk memperkuat pemberdayaan tersebut, dibutuhkan ekosistem yang menghadirkan mentoring dan sponsorship, penguatan kapabilitas digital, jejaring strategis, serta ruang yang aman bagi perempuan untuk belajar, mencoba, dan berinovasi. Kartini Leader Society diharapkan dapat mengambil peran dalam membangun ekosistem tersebut.

“Saya berharap Kartini Leader Society dapat menjadi bagian dari ekosistem yang menyiapkan perempuan Indonesia menghadapi era digital dan AI dengan kemampuan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab. Ekosistem yang kuat bukan hanya melahirkan lebih banyak perempuan yang mampu menggunakan teknologi, tetapi perempuan yang mampu menavigasi perubahan dan memastikan teknologi memberikan manfaat bagi lebih banyak orang,” pungkas Menteri Rini

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Berita Terkait

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Wednesday, 30 September 2026 - 10:23 WIB

Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB

Ekonomi - Bisnis

Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed Ringkas untuk Bisnis

Wednesday, 7 Oct 2026 - 15:48 WIB