daelpos.com — PT Hutama Karya (Persero) menggelar Pelatihan “Nutrition Facts untuk Produk UMKM” pada Jumat (14/8), di HABITARE Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menyasar 50 pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di kawasan Jabodetabek, dengan syarat belum memiliki label informasi nilai gizi pada produknya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program HK Peduli Kreatif, inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Hutama Karya yang berfokus pada pelatihan, promosi, dan pendanaan usaha bagi UMK. Program ini menjawab amanat Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023 yang menetapkan bidang Pendidikan, Lingkungan, dan Pengembangan UMK sebagai prioritas pelaksanaan TJSL BUMN.
Selain materi pelatihan, peserta yang belum memiliki informasi nilai gizi berkesempatan mendapatkan uji laboratorium gratis, sebuah dukungan konkret yang mengatasi kendala biaya yang kerap dihadapi UMK dalam memenuhi standar keamanan pangan. R Rangkaian acara juga mencakup sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan kriteria UMKM Naik Kelas, hingga sesi pendalaman usaha UMK dengan coaching clinic.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Unit TJSL Hutama Karya, Dianita Saraswati, dan menghadirkan Fungsional Penguji Mutu Barang dari Balai Pengujian Mutu Barang, Rachmat Adiwibowo; Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sebagai narasumber utama.
Pelatihan ini digagas karena informasi nilai gizi menjadi elemen krusial dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus syarat legalitas yang dibutuhkan UMK untuk naik kelas. Tanpa label gizi yang sesuai standar, produk UMK berisiko kalah saing di pasar yang semakin menuntut transparansi keamanan pangan, sehingga dukungan teknis dan pendanaan uji lab dari Hutama Karya menjadi jembatan bagi pelaku usaha mikro untuk memenuhi standar tersebut tanpa terbebani biaya.
Pada kesempatan terpisah, Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan terhadap UMKM naik kelas. “Pelatihan ini sebagai bukti nyata kehadiran Hutama Karya di tengah masyarakat, sebagai mitra yang mendorong UMKM naik kelas melalui akses pengetahuan dan sarana yang selama ini menjadi kendala mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini turut mendukung Asta Cita ke-3 Pemerintah tentang penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan, sekaligus menjadi kontribusi nyata Hutama Karya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan daya saing dan kapasitas usaha UMKM, serta SDGs 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui penguatan standar keamanan pangan dan nilai gizi produk yang beredar di masyarakat.
Salah satu peserta UMK, Nelly Meilani (52), mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan mengikuti pelatihan ini. “Saya berterima kasih kepada Hutama Karya karena bisa dapat uji lab gratis, ini sangat membantu kami yang selama ini terkendala biaya. Dengan adanya informasi nilai gizi ini, usaha kami jadi lebih mudah mengurus legalitas dan bisa lebih dipercaya oleh pelanggan,” ujar Nelly.
Melalui pelatihan ini, Hutama Karya menegaskan perannya bukan hanya sebagai pengembang infrastruktur, tetapi juga mitra strategis dalam mendorong daya saing UMKM di Jabodetabek agar mampu memenuhi standar keamanan pangan dan naik kelas secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendukung Asta Cita Pemerintah melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis usaha kreatif dan kearifan lokal.








