Gunakan Layanan DWDM, Kolaborasi InfraNexia dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan — Batam — Padang

Wednesday, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) yang merupakan operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan konektivitas digital berkapasitas tinggi melalui pemanfaatan layanan Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada rute Medan–Batam dan Padang–Batam.

Kolaborasi tersebut ditandai melalui penandatanganan Berita Acara Kesepakatan (BAK) yang terlaksana di sela penyelenggaraan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali (26/8). Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen kedua perusahaan dalam memperkuat kapabilitas konektivitas berkapasitas tinggi pada rute strategis yang menghubungkan wilayah Sumatra dengan Batam.

Dalam lingkup kerja sama tersebut, InfraNexia dan Lintasarta mengoptimalkan pemanfaatan layanan DWDM pada rute Medan–Batam dan Padang–Batam untuk mendukung konektivitas berkapasitas tinggi. Teknologi DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) memungkinkan transmisi beberapa jalur data berkecepatan tinggi secara simultan dalam satu fiber optik, sehingga menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung kebutuhan konektivitas. Kapabilitas tersebut menjadi semakin signifikan seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas untuk pelanggan korporasi, layanan cloud, pusat data, serta berbagai layanan digital yang membutuhkan kapasitas besar, latensi yang andal, dan skalabilitas jaringan.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan, kolaborasi dengan Lintasarta menjadi bagian dari strategi InfraNexia dalam memperluas pemanfaatan infrastruktur melalui pendekatan yang terbuka dan kolaboratif.

“Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan jaringan yang tidak hanya mampu menyediakan kapasitas besar, tetapi juga dapat berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan. Melalui kolaborasi bersama Lintasarta, kami memperkuat koridor Medan–Batam dan Padang–Batam sebagai bagian dari fondasi konektivitas yang dapat mendukung ekspansi layanan, pertumbuhan trafik data, serta kebutuhan digital baru di masa depan,” ujar Lukman.

See also  Terima Kunjungan PM Hungaria, Presiden Bahas Peningkatan Sejumlah Kerja Sama

Menurut Lukman, kerja sama tersebut juga mencerminkan peran InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi berbasis prinsip open access dan neutral infrastructure. Dengan jaringan berskala nasional, InfraNexia membuka peluang bagi berbagai pelaku industri untuk memanfaatkan infrastruktur secara lebih efisien sesuai dengan kebutuhan kapasitas dan model layanan masing-masing.

Sementara itu, Direktur Utama Lintasarta Armand Hermawan, menyampaikan bahwa konektivitas berkapasitas tinggi merupakan salah satu fondasi utama dalam mendukung kebutuhan transformasi digital yang terus berkembang.

“Kebutuhan terhadap layanan digital, cloud, data center, dan berbagai workload berbasis teknologi terus meningkat. Kolaborasi bersama InfraNexia melalui pemanfaatan layanan DWDM ini menjadi bagian dari upaya kami dalam memperkuat kapabilitas jaringan agar dapat terus mendukung kebutuhan transformasi digital pelanggan secara optimal,” pungkas Armand.

 

Armand menambahkan bahwa kolaborasi dengan para mitra ekosistem menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi infrastruktur digital yang berdaulat sekaligus adaptif terhadap perkembangan kebutuhan industri.

“Bagi Lintasarta, penguatan konektivitas merupakan bagian dari Lintasarta Intelligent Core, fondasi layanan digital terintegrasi yang kami kembangkan untuk menghadirkan konektivitas yang andal sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang,” lanjut Armand.

Rute Medan–Batam dan Padang–Batam memiliki nilai strategis dalam mendukung konektivitas digital dari wilayah Sumatra menuju Batam. Penguatan konektivitas pada kedua koridor tersebut diharapkan dapat mengakomodasi pertumbuhan trafik data sekaligus memberikan fleksibilitas jaringan yang lebih besar dalam mendukung perkembangan berbagai layanan digital di masa mendatang.

Kerja sama InfraNexia dan Lintasarta turut mempertegas pentingnya sinergi antarpelaku industri dalam membangun ekosistem telekomunikasi yang semakin efisien dan berkelanjutan. Melalui optimalisasi kapabilitas dan infrastruktur yang dimiliki masing-masing perusahaan, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas, mendukung pengembangan layanan, serta menciptakan nilai tambah bagi pertumbuhan ekosistem digital Indonesia.

See also  Penolakan RUU Kesehatan Akan Hadang Pelindungan Hukum Untuk Dokter dan Tenaga Kesehatan

InfraNexia sebagai pilar utama bisnis wholesale fiber connectivity TelkomGroup akan terus memperluas kolaborasi dengan operator telekomunikasi, Internet Service Provider (ISP), Network Access Provider (NAP), pusat data, hyperscaler, dan berbagai pelaku industri lainnya. Melalui sinergi lintas industri, InfraNexia berkomitmen untuk memperkuat ekosistem konektivitas nasional serta menghadirkan infrastruktur yang semakin scalable, reliable, dan siap mendukung pertumbuhan kebutuhan digital masyarakat.

Berita Terkait

Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027
Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan
Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi
Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan
Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional
Pramono Bangga Jakarta Jadi Kota Pelajar Nomor Satu
Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar
Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam di Bali, Distribusi BBM Dipercepat

Berita Terkait

Sunday, 18 October 2026 - 20:30 WIB

Kementerian PU dan BUJT Bangun Rest Area Pertama di Tol Cisumdawu, Siap Fungsional saat Nataru 2026/2027

Sunday, 18 October 2026 - 20:18 WIB

Belajar dari Chongqing, Iftitah: Desa Harus Jadi Tempat Mencari Penghidupan, Bukan Sekadar Tempat Ditinggalkan

Sunday, 18 October 2026 - 17:48 WIB

Mendes Yandri Ajak Keluarga Besar Al-Khairiyah Bangun Desa Lewat Ekonomi

Friday, 16 October 2026 - 21:40 WIB

Olah Kelapa Jadi Parutan Kering, Warga Pulau Bacan Malut Tambah Pendapatan

Thursday, 15 October 2026 - 13:01 WIB

Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia, Mendes Ingin Produk Hilirisasi Desa Go Internasional

Berita Terbaru

Nasional

Budaya & Adat Papua Jadi Bahan Ajar Bagi Anak-anak Di Manokwari

Sunday, 18 Oct 2026 - 22:10 WIB