Cabeta Buka Jalan Usaha Baru bagi Petani Cabai di Prafi

Saturday, 12 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Petani cabai dan tomat di kawasan transmigrasi SP 1–4 Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai mengembangkan produk olahan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, hotel, dan restoran setempat. Berada di salah satu kawasan dengan produksi cabai terbesar, para petani dilatih mengolah hasil panen menjadi berbagai produk turunan dengan merek lokal ‘Cabeta: Tong Punya Pedas’.

Salah satu petani SP-1 Prafi, Partinah berharap pelatihan tersebut dapat berlanjut hingga tahap pembangunan usaha dan pemasaran. Menurutnya, pengolahan dapat menjadi solusi ketika harga cabai sedang rendah sekaligus meningkatkan nilai ekonomis hasil panen.

“Semoga dari pelatihan ini dapat berlanjut hingga pembangunan usaha dan pemasaran, karena dari pelatihan ini cabai ketika harga rendah dapat diolah dan bernilai ekonomis,” ungkap Partinah, Jumat (11/9).

Inisiatif tersebut bermula dari temuan Tim 12 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair) yang melihat keterbatasan pasokan produk olahan cabai, seperti chili oil, untuk kebutuhan rumah tangga, restoran, hingga perhotelan di Prafi. Selama ini, kebutuhan tersebut dipenuhi dengan mendatangkan produk dari Pulau Jawa yang membutuhkan waktu hingga dua pekan.

“Konsep kami bukan sekadar melatih masyarakat membuat produk, tapi mendorong mereka untuk merintis usaha sendiri,” kata Ketua Tim 12 TEP Unair, Prof. Dr. Ir. Annis Catur Adi.

Memasuki pekan kedua pelatihan, sebanyak 17 petani telah mampu memproduksi dua lini produk olahan berbasis teknologi sederhana.

Untuk produk setengah jadi, para petani mengembangkan chili powder, chili flake, dan cabai kering. Sementara produk jadi yang dikembangkan meliputi sambal tuna, sambal teri, sambal baby cumi, sambal tabur, chili oil, dan saus sambal.

Selain pelatihan pengolahan, para petani mendapat dukungan sarana produksi berupa kubah (dome) pengering berbahan plastik ultraviolet serta dapur bersama berukuran 4×6 meter yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian.

See also  Peresmian “Kenali Peatland Education Center”, Wujud Komitmen Indonesia - Korea Melestarikan Ekosistem Gambut

Para petani juga akan mendapat pendampingan untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Mereka juga akan dikenalkan dengan calon pembeli dari jaringan supermarket besar di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya membuka akses pasar.

Langkah awal hilirisasi cabai di Prafi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pengolahan komoditas pertanian di dalam negeri.

“Kita tidak mau sekadar jual bahan baku,” kata Presiden Prabowo pada peresmian proyek hilirisasi di Cilacap pada 29 April 2026.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara juga menegaskan kawasan transmigrasi harus keluar dari pola sekadar menjual bahan mentah.

“Kita tidak boleh berhenti pada menanam dan mengekspor komoditas mentah. Kita harus membangun seluruh ekosistem ekonominya di Indonesia, mulai dari riset dan pembibitan hingga budidaya, pengolahan, logistik, produk hilir, hingga pemasaran global,” kata Mentrans pada 28 Juli 2026.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) menambahkan pentingnya pemetaan potensi masing-masing wilayah sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah pusat.

“Kita ingin memetakan potensi wilayah. Misalnya di suatu daerah punya potensi pertanian, perkebunan, atau ekonomi kreatif. Di tempat yang lain industri, hilirisasi, dan lain-lain. Jadi itu semua bisa kita analisa dengan baik, kemudian dilaporkan langsung dari lapangan oleh para mahasiswa-mahasiswi,” ucap Menko AHY pada acara pelepasan TEP, 29 Juli 2026.

Berita Terkait

TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak
Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam
Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta
Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut
Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa
Ubah Limbah Jadi Biogas, Warga Manokwari Selatan Hemat Energi & Biaya
Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan
Kementerian PU Salurkan 136 Ribu Liter Air untuk Warga dan Penanganan Karhutla di Sorong

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 11:07 WIB

TEP UI-Kementrans Dokumentasikan Lima Sub-Suku Dayak

Friday, 9 October 2026 - 20:56 WIB

Perkuat Pasokan Air Irigasi Pertanian, Kementerian PU Siapkan Tujuh Sumur Dalam di KSPEAN Wanam

Friday, 9 October 2026 - 08:05 WIB

Perkuat Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta

Thursday, 8 October 2026 - 16:18 WIB

Cegah Gagal Panen, Kementerian PU Selamatkan 8.000 Hektare Sawah di Lampung dari Intrusi Air Laut

Thursday, 8 October 2026 - 12:48 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, 2 Sekolah Rakyat di Sulbar Siap Tampung 1.680 Siswa

Berita Terbaru