daelpos.com – Bapemperda menyoroti peran Bank Jakarta dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sehingga, pelaku usaha tidak bergantung pada pinjaman online (Pinjol).
Ketua Bapemperda Abdul Aziz mengatakan, Bank Jakarta perlu hadir sebagai alternatif pembiayaan yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Khususnya bagi pelaku UMKM yang selama ini terjerat Pinjol dengan beban bunga tinggi. “Nah ini harusnya menjadi tanggung jawab Bank Jakarta, mengurangi keterlibatan UMKM ini dengan pinjol,” ujar dia.
Salah satu kendala utama bagi pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan perbankan yakni belum memenuhi persyaratan bankable. Tidak memiliki aset yang dapat dijadikan agunan.
Karena itu, harap Aziz, Bank Jakarta jangan hanya berorientasi pada persyaratan agunan. Namun mempertimbangkan potensi usaha pelaku UMKM.
Akses permodalan, lanjut dia, butuh pendampingan dan pelatihan para pelaku usaha mikro. Dengan begitu, kapasitas bisnis meningkat.
Bahkan, usaha semakin berkembang dan membuka lapangan kerja baru. Pengangguran berkurang. Terlebih tingkat pengangguran di Jakarta masih di atas 6 persen.
Aziz juga berharap, badan usaha milik daerah (BUMD) yang berpotensi melantai di bursa atau initial public offering (IPO), seperti Bank Jakarta, memperkuat kontribusi dengan menyerap tenaga kerja








