PLN EPI Dorong Bioenergi, Buka Peluang 150 Ribu Lapangan Kerja Hijau

Thursday, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kiri ke kanan : Moderator Melinda Putri, Board of Mentor IDNextLeader, Aulia Dipta; Koordinator PPI Dunia 2022-2023, Achyar Al Rasyid; Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir; Dosen Teknik Fisika Telkom University, Indra Chandra, dan Ketua Regional IDNextLeader Jawa Barat, Mitha Nur Salsabila dalam acara West Java Leader Fest yang diselenggarakan Yayasan IDNextLeader dan Telkom University di Bandung.

Kiri ke kanan : Moderator Melinda Putri, Board of Mentor IDNextLeader, Aulia Dipta; Koordinator PPI Dunia 2022-2023, Achyar Al Rasyid; Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir; Dosen Teknik Fisika Telkom University, Indra Chandra, dan Ketua Regional IDNextLeader Jawa Barat, Mitha Nur Salsabila dalam acara West Java Leader Fest yang diselenggarakan Yayasan IDNextLeader dan Telkom University di Bandung.

daelpos.com – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan ekosistem bioenergi sebagai bagian dari transisi energi nasional yang sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja baru. Melalui pemanfaatan sekitar 10 juta ton biomassa, pengembangan rantai pasok bioenergi dari hulu hingga hilir diperkirakan berpotensi menciptakan sekitar 150 ribu green jobs. Potensi tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam acara West Java Leader Fest yang diselenggarakan Yayasan IDNextLeader dan Telkom University di Bandung.

Hokkop mengatakan penciptaan lapangan kerja tersebut tersebar di sepanjang rantai pasok bioenergi, mulai dari penyediaan dan pengumpulan bahan baku, pengolahan, transportasi, hingga pemanfaatannya sebagai bahan bakar pembangkit.

“Green job yang tercipta dari 10 juta ton saja itu bisa mencapai sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau baru,” kata Hokkop

Menurut Hokkop, pengembangan ekosistem tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat di berbagai daerah untuk terlibat langsung dalam rantai pasok energi. Peluang ini mencakup petani, koperasi, BUMDes, pelaku usaha, agregator, hingga penyedia jasa logistik. Selain menciptakan lapangan kerja, pemanfaatan 10 juta ton biomassa diproyeksikan berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 12 juta ton CO2e.

Hokkop menjelaskan Indonesia memiliki sumber daya biomassa yang besar dan beragam, mulai dari kayu, residu pertanian, sekam padi, hingga berbagai sumber hayati lainnya. Berdasarkan pemetaan PLN EPI, pemanfaatan biomassa saat ini mencapai sekitar 30,7 juta ton, sementara potensi biomassa yang belum termanfaatkan diperkirakan sekitar 60,6 juta ton.

Meski demikian, potensi biomassa yang belum termanfaatkan tersebut masih bersifat indikatif dan perlu mempertimbangkan aspek teknis, keekonomian, aksesibilitas bahan baku, serta kesiapan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

PLN EPI terus memperkuat ekosistem tersebut. Sepanjang periode 2023–2026, perusahaan telah merealisasikan penyediaan biomassa sebesar 4,77 juta ton. Saat ini, pasokan untuk kebutuhan cofiring masih didominasi biomassa berbasis kayu dengan porsi lebih dari 77 persen.

See also  Jadi Pelopor Dekarbonisasi Maritim, PIS Paparkan Peta Jalan Nol Emisi 2050

Pengembangan bioenergi juga terus diperluas melalui berbagai produk, antara lain biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, dan bioetanol.

Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung cofiring, menggantikan penggunaan bahan bakar pada pembangkit diesel, memenuhi kebutuhan industri, hingga pengembangan bahan bakar berkelanjutan.

Peluang penciptaan green jobs juga sejalan dengan ekspansi energi terbarukan dalam RUPTL 2025–2034. Dalam skenario ARED, PLN merencanakan tambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 12,22 GW pada periode 2025–2029, atau sekitar 44 persen dari total tambahan kapasitas pembangkit sebesar 27,9 GW.

Tambahan kapasitas tersebut terdiri atas PLTS sebesar 5,91 GW, PLTA 3,20 GW, PLTB 1,55 GW, panas bumi 0,95 GW, serta bioenergi 0,61 GW. Target bauran energi terbarukan pada 2029 dalam skenario tersebut mencapai 19,7 persen.

Hokkop menilai besarnya peluang tersebut perlu dimanfaatkan generasi muda, bukan hanya dengan masuk sebagai tenaga kerja, tetapi juga dengan membangun usaha dan menjadi bagian dari rantai industri energi terbarukan.

“Teman-teman bisa menjadi tenaga kerja, pemainnya, agregatornya, dan lain-lain,” kata Hokkop.

Salah satu pengembangan bioenergi yang terus didorong PLN EPI adalah implementasi cofiring biomassa pada PLTU. Terdapat 52 lokasi pembangkit batu bara dengan total kapasitas terpasang sekitar 18.154 MW yang memiliki potensi implementasi cofiring dengan kebutuhan biomassa diperkirakan mencapai sekitar 9 juta ton per tahun.

Program tersebut juga menjadi bagian dari target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 sektor energi, dengan pemanfaatan biomassa melalui cofiring sebagai salah satu upaya mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca.

Hokkop menegaskan transisi energi tidak hanya menghadirkan perubahan pada sumber energi, tetapi juga menciptakan ruang ekonomi dan profesi baru. Karena itu, generasi muda memiliki peluang untuk mengambil peran sejak dari hulu hingga hilir, baik sebagai tenaga profesional, inovator, pelaku usaha maupun agregator dalam ekosistem energi bersih.

See also  PLN Siap Dorong Pemanfaatan Sains dan Teknologi untuk Akselerasi EBT

“Transisi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi dan menurunkan emisi. Di dalamnya ada peluang ekonomi, lapangan kerja baru, dan ruang bagi generasi muda untuk menjadi pelaku utama masa depan energi Indonesia,” tutup Hokkop.

 

Berita Terkait

Jaga Pasokan Energi di Tengah Geopolitik Global, Pertamina Patra Niaga Bersama KPK Perkuat Tata Kelola
Dari AI hingga Energi Bersih, PLN Icon Plus Tampilkan Inovasi di Electricity Connect 2026
Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola Pengadaan dan Distribusi Energi untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional
Semester 1 2026, Dekarbonisasi Pertamina Capai 118%, Di Atas Target Pengurangan Emisi Tahunan
PLN Nusantara Power Siap Tampilkan Kapabilitas Global dan Solusi Transisi Energi di Electricity Connect 2026
ITPLN Tambah 6 Lektor Kepala, Serdos Capai 50,46 Persen
Ubah Limbah Styrofoam Jadi Energi, Mahasiswa ITPLN Juarai ISS 3rd di Malaysia
Road to Pertamina Eco RunFest 2026: Ajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan
Tag :

Berita Terkait

Thursday, 24 September 2026 - 00:24 WIB

PLN EPI Dorong Bioenergi, Buka Peluang 150 Ribu Lapangan Kerja Hijau

Wednesday, 23 September 2026 - 18:32 WIB

Jaga Pasokan Energi di Tengah Geopolitik Global, Pertamina Patra Niaga Bersama KPK Perkuat Tata Kelola

Wednesday, 23 September 2026 - 17:58 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola Pengadaan dan Distribusi Energi untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional

Wednesday, 23 September 2026 - 06:49 WIB

Semester 1 2026, Dekarbonisasi Pertamina Capai 118%, Di Atas Target Pengurangan Emisi Tahunan

Tuesday, 22 September 2026 - 22:13 WIB

PLN Nusantara Power Siap Tampilkan Kapabilitas Global dan Solusi Transisi Energi di Electricity Connect 2026

Berita Terbaru

Nasional

Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya

Wednesday, 23 Sep 2026 - 18:30 WIB