daelpos.com – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyelenggarakan kegiatan Market sounding untuk Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Terminal Tipe A Purabaya di Provinsi Jawa Timur. Kegiatan serupa juga dilanjutkan untuk proyek Terminal Tipe A Betan Subing di Provinsi Lampung pada hari berikutnya. Acara berlangsung di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, dan dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Ichsan Zulkarnaen.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal menyampaikan bahwa kegiatan market sounding ini merupakan tahapan penting dalam siklus penyiapan proyek pengembangan Terminal Purabaya dan Betan Subing. Acara ini juga menjadi wujud peran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam Kantor Bersama KPBU untuk mempromosikan proyek-proyek KPBU yang siap ditawarkan kepada investor.
“Kegiatan market sounding ini dapat terselenggara atas kerja sama yang baik antara Kantor Bersama KPBU dan Kementerian Perhubungan selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK). Kami harap melalui kegiatan ini, para calon investor memperoleh gambaran awal proyek, struktur proyek, dan alokasi risiko,” ujar Ichsan.
Deputi Ichsan menekankan bahwa investasi merupakan salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,29% (yoy). Capaian realisasi investasi hingga triwulan III 2026 tercatat sebesar Rp1.539,2 triliun atau naik 7,3% (yoy) dari tahun sebelumnya. Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi berkontribusi sebesar Rp154,4 triliun. Investasi khususnya pada sektor infrastruktur konektivitas dan transportasi menjadi salah satu fokus pemerintah, karena dapat mendorong pergerakan orang dan barang yang lebih efisien, menekan biaya logistik, membuka akses ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Terminal Tipe A Purabaya berdiri di lahan seluas 12 hektare dan merupakan salah satu kawasan ekonomi terpadat di Indonesia. Proyek ini memiliki estimasi kebutuhan investasi sebesar Rp780,4 miliar dengan masa kerja sama selama 30 tahun, serta menawarkan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 13,33%. Sementara itu, Terminal Tipe A Betan Subing merupakan simpul transportasi yang menghubungkan denyut ekonomi Sumatera bagian selatan. Terminal ini berdiri di atas lahan seluas 5,48 hektare dengan masa kerja sama selama 20 tahun. Diperkirakan kebutuhan investasi untuk terminal ini adalah sebesar Rp397,3 miliar dengan nilai IRR sebesar 12,52%.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengharapkan masukan, pandangan, dan minat dari para investor dan pelaku usaha. Masukan tersebut akan menjadi bahan berharga untuk menyempurnakan kajian, struktur proyek, dan dokumen pengadaan, sehingga proyek ini menjadi lebih menarik bagi pelaku usaha. Kegiatan hari ini turut dihadiri Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kemenhub, pelaku usaha swasta dan BUMN di bidang transportasi, logistik, properti, kontraktor, lembaga keuangan, konsultan, serta asosiasi bisnis terkait, baik dari dalam maupun luar negeri. (*)








