Pertamina Patra Niaga Sulap Minyak Jelantah Jadi Bioavtur

Wednesday, 28 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem energi berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan saat Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap pada Senin (26/10). Pada kesempatan tersebut, Wakil Presiden RI meninjau proses pengolahan minyak jelantah (mijel) menjadi Bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF), bahan bakar penerbangan yang lebih ramah lingkungan.

Kunjungan ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung komitmen Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat ekosistem energi berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan limbah rumah tangga yaitu mijel. Inisiatif ini mengintegrasikan pemanfaatan limbah, inovasi teknologi pengolahan, hingga penyediaan bahan bakar berkelanjutan bagi industri penerbangan.

Pada kesempatan ini, Wakil Presiden RI menekankan bahwa inovasi energi perlu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Oleh sebab itu, pengembangan SAF harus diiringi dengan pemberdayaan warga setempat agar pengelolaan minyak jelantah tidak hanya mendukung kebutuhan industri, tetapi juga memberikan nilai ekonomi.

“Pengembangan SAF harus berjalan bersama pemberdayaan masyarakat. Sehingga minyak jelantah yang dikelola ibu-ibu melalui bank sampah dapat memiliki nilai ekonomi dan terhubung dengan industri nasional,” tuturnya.

Wakil Direktur Utama I Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menjelaskan bahwa melalui Project Pertamina SAF, minyak jelantah dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan bahan bakar penerbangan ramah lingkungan di fasilitas Green Refinery Cilacap. Produksi Pertamina SAF memanfaatkan fasilitas Thermal Distillate Hydro Treating (TDHT) melalui skema co-processing, yakni mengolah minyak jelantah bersama komponen bahan baku lainnya dalam proses produksi.

“Dalam implementasi produksi SAF di Green Refinery Cilacap, kami sudah pada tahap komersialisasi produksi, dimana pada bulan Oktober ini diproduksi sekitar 11 juta liter co-processed SAF. Dalam proses tersebut, minyak jelantah digunakan dengan rasio sekitar maksimal 5 persen dari total kapasitas produksi unit TDHT. Capaian ini menjadi bagian dari upaya kami mengoptimalkan infrastruktur kilang yang ada untuk menghasilkan produk energi yang berkelanjutan,” ujar Taufik.

See also  Hakteknas 2026: Hutama Karya Jadi Wajah Kebangkitan Teknologi Konstruksi Indonesia

Lebih lanjut, Pertamina Patra Niaga melalui program Community, Involvement and Development (CID) juga membangun ekosistem pengumpulan minyak jelantah dengan melibatkan masyarakat dan kelompok pengelola sampah di sekitar wilayah operasional Kilang Cilacap. Taufik menjelaskan bahwa pengumpulan minyak jelantah dilakukan dengan memberdayakan bank sampah binaan serta menyediakan sarana pengumpulan yang mudah diakses masyarakat.

“Kami membangun ekosistem pengumpulan minyak jelantah dengan melibatkan masyarakat melalui tiga bank sampah binaan Kilang Cilacap, yaitu Bank Sampah Beo Asri, Bank Sampah Abhipraya, dan Bank Sampah Cahaya Asri. Kami juga menyediakan Collection Box Jelantah di Pasar Amarta Kutawaru agar masyarakat memiliki alternatif untuk menyalurkan minyak jelantah yang sudah tidak digunakan menjadi bernilai ekonomi,” jelas Taufik.

Ketiga bank sampah tersebut memiliki volume pengumpulan tahunan sebesar 984 liter dari Bank Sampah Abhipraya, 2.283 liter dari Bank Sampah Beo Asri, dan 717 liter dari Bank Sampah Cahaya Asri. Minyak jelantah yang dikumpulkan ditukarkan dengan sejumlah uang, sehingga memberikan tambahan nilai ekonomi bagi masyarakat yang terlibat.

Selanjutnya, Pertamina Patra Niaga juga menyediakan Collection Box Jelantah di sejumlah SPBU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Setiap minyak jelantah yang disetorkan masyarakat di Collection Box Jelantah maupun bank sampah dapat ditukarkan dengan sejumlah uang atau saldo e-wallet.

“Melalui program ini, kami ingin mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap minyak jelantah. Limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat dikelola secara bertanggung jawab. Dengan kolaborasi bersama masyarakat, kami berharap ekosistem pengumpulan minyak jelantah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lingkungan maupun ekonomi,” tambah Taufik.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga mengembangkan kesiapan teknologi dan rantai pasok SAF. Pertamina Patra Niaga telah berhasil meraih sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) untuk regulasi Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) – International Civil Aviation Organization (ICAO) dan European Union (EU) sebagai Kilang SAF dan Trader SAF. Produk Pertamina SAF juga telah dipasarkan kepada beberapa maskapai penerbangan domestik dan internasional.

See also  Dari supercar menjadi super-charge

Tidak hanya SAF, Pertamina Patra Niaga juga telah berhasil melakukan uji coba pengolahan mijel sebagai salah satu bahan baku Green Gasoline. Melalui sinergi antara inovasi teknologi kilang dan pemberdayaan masyarakat, Pertamina Patra Niaga terus mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi sirkular di Indonesia.

Berita Terkait

Bukan Sekadar Energi, Listrik Bisa Jadi Kunci Inovasi RI
HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa
Pertamina Highlights the Importance of Energy Collaboration in ASEAN at the 51st ASCOPE
Satukan Semangat untuk Kelistrikan Indonesia, PLN Icon Plus Peringati Hari Listrik Nasional ke-81
PLN Group Raih Dua Penghargaan Energi Subroto 2026
PLTS Terapung Karangkates Masuki 70 Persen Konstruksi Infrastruktur, PLN Nusantara Power Percepat Penyelesaian Proyek
Perpres 107/2026, Ubah Cara Impor Crude, BBM, dan LPG
Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 12:30 WIB

Pertamina Patra Niaga Sulap Minyak Jelantah Jadi Bioavtur

Wednesday, 28 October 2026 - 12:19 WIB

Bukan Sekadar Energi, Listrik Bisa Jadi Kunci Inovasi RI

Tuesday, 27 October 2026 - 22:02 WIB

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Tuesday, 27 October 2026 - 16:22 WIB

Pertamina Highlights the Importance of Energy Collaboration in ASEAN at the 51st ASCOPE

Tuesday, 27 October 2026 - 15:55 WIB

Satukan Semangat untuk Kelistrikan Indonesia, PLN Icon Plus Peringati Hari Listrik Nasional ke-81

Berita Terbaru

Energy

Pertamina Patra Niaga Sulap Minyak Jelantah Jadi Bioavtur

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:30 WIB

Berita Terbaru

Kepala BP BUMN dan Komisi VI DPR RI Tinjau Flyover Sitinjau Lauik

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:25 WIB

Energy

Bukan Sekadar Energi, Listrik Bisa Jadi Kunci Inovasi RI

Wednesday, 28 Oct 2026 - 12:19 WIB