Hujan Lebat Picu Longsor dan Lahar Dingin, Kementerian PU Perkuat Penanganan Darurat di Jatim–Bali

Wednesday, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani longsoran yang terjadi di beberapa titik Jalan Nasional Turen–Batas Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Penanganan darurat dilakukan dengan mengerahkan personel dan alat berat untuk membersihkan material tanah yang menutup sebagian badan jalan, sehingga akses masyarakat tetap fungsional.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir memicu longsoran di sejumlah titik pada Senin (2/11/2026) pagi. Lokasi terdampak berada di antara KM 13 hingga dan KM 33.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya Kementerian PU menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah. Kecepatan respons diperlukan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap infrastruktur dan layanan dasar di tengah kondisi bencana.

“Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani,” kata Menteri Dody.

Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Kementerian PU telah menurunkan tim penanganan beserta alat berat untuk membersihkan material longsoran di lokasi terdampak sebagai upaya penanganan darurat. Hingga Selasa (3/11/2026) ruas jalan Turen–Lumajang tersebut kembali fungsional.

Selain pembersihan material, tim penanganan BBPJN Jatim–Bali juga memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan longsor sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Kementerian PU juga menyiapkan langkah lanjutan melalui usulan penanganan permanen pada Tahun Anggaran (TA) 2027.

Hujan lebat di Kabupaten Lumajang juga turut mengakibatkan banjir lahar dingin di kawasan puncak dan lereng Gunung Semeru serta wilayah sekitar aliran sungai. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PU melakukan identifikasi dan inventarisasi dampak banjir lahar dingin tersebut.

See also  Babak Awal Pencarian PPT Madya Kementerian PANRB

Hasil identifikasi awal menunjukkan sejumlah infrastruktur sumber daya air terdampak material banjir lahar, di antaranya tanggul beton pengendali banjir dan lahar yang tertimbun material vulkanik (proyek VDRRSL S4 KD 3), serta tiga bangunan sabo dam dan tanggul sungai di bawah jembatan gantung yang mengalami pengikisan (scouring). BBWS Brantas juga melakukan tinjauan dan identifikasi pada Sungai Regoyo, Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali, Wilayah Sungai (WS) Bondoyudo-Bedadung, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Inventarisasi lebih lanjut terus dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan pada masing-masing lokasi. BBWS Brantas segera memobilisasi alat berat, termasuk kesiapan personel tanggap darurat dan material penanganan setelah kondisi dinyatakan aman.

Tangani Longsoran di Ruas Taman Tanda–Mengwitani Bali

Selain itu, Kementerian PU juga menangani longsoran badan jalan pada ruas Br. Taman Tanda–Mengwitani KM 39+100 di Desa Pacung, Kecamatan Baturiti,Kabupaten Tabanan, Bali. Longsoran terjadi pada Senin (2/11/2026) malam yang dipicu oleh luapan air dari saluran eksisting yang tidak mampu menampung debit air.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan perubahan fungsi lahan di sekitar lokasi sehingga aliran air meluap ke jalan nasional dan menyebabkan lereng badan jalan jenuh air hingga mengalami longsor.

Sebagai langkah darurat, BBPJN Jawa Timur–Bali telah memasang rambu peringatan, sandbag, dan terpal untuk mencegah meluasnya longsoran. BBPJN Jawa Timur–Bali juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk membahas penambahan kapasitas saluran drainase agar mampu menampung debit air dan mencegah limpasan kembali ke badan jalan nasional.

Selanjutnya, Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Bali akan melakukan survei sebagai dasar penyusunan desain penanganan permanen di lokasi tersebut.

Kementerian PU terus mendorong penanganan infrastruktur jalan yang terdampak bencana agar konektivitas wilayah dan mobilitas masyarakat tetap terjaga. Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama saat hujan, mengingat potensi longsoran susulan pada wilayah dengan kondisi medan dan cuaca yang rawan..

Berita Terkait

Mendes Komitmen Selesaikan Akar Masalah Stunting dari Hulu ke Hilir
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
Bank Mandiri Perluas Akses Investasi Emas di Bogor melalui Layanan Terintegrasi Livin’ by Mandiri
Kementerian PU Tangani Longsor di Ruas Takengon–Isaq, Akses Kendaraan Mulai Kembali Normal
Perkuat Komitmen Lingkungan Operasional, Hutama Karya Serahkan Bantuan Sarpras dan Renovasi Fasilitas Warga di DKI Jakarta
Dikenal atas Kiprah Pemberdayaan, Waka DPD Diajak Menaker Rutin Bertemu
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono–Segun Mandiri, dari Air Bersih hingga Kapal Fiber
Hutama Karya dan Kementerian PU Perkuat Komitmen Jaga Mutu Konstruksi Jalan Tol

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 00:27 WIB

Hujan Lebat Picu Longsor dan Lahar Dingin, Kementerian PU Perkuat Penanganan Darurat di Jatim–Bali

Wednesday, 4 November 2026 - 00:24 WIB

Mendes Komitmen Selesaikan Akar Masalah Stunting dari Hulu ke Hilir

Tuesday, 3 November 2026 - 13:51 WIB

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia

Tuesday, 3 November 2026 - 13:41 WIB

Bank Mandiri Perluas Akses Investasi Emas di Bogor melalui Layanan Terintegrasi Livin’ by Mandiri

Tuesday, 3 November 2026 - 06:41 WIB

Kementerian PU Tangani Longsor di Ruas Takengon–Isaq, Akses Kendaraan Mulai Kembali Normal

Berita Terbaru

Megapolitan

UPT PPPA DKI Perkuat Perlindungan dan Pengasuhan Anak

Tuesday, 3 Nov 2026 - 17:22 WIB