Kemendes PDTT dan PLN EPI Dorong Desa Jadi Pemasok Energi Biomassa Nasional

Wednesday, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengiriman perdana sawdust (serbuk gergaji) dari BUMDesa di Desa Salira, Kabupaten Serang, Banten menuju PLTU Suralaya menjadi simbolis peluncuran Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Bersama BUMDesa di Desa Salira, Banten.

Pengiriman perdana sawdust (serbuk gergaji) dari BUMDesa di Desa Salira, Kabupaten Serang, Banten menuju PLTU Suralaya menjadi simbolis peluncuran Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Bersama BUMDesa di Desa Salira, Banten.

daelpos.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama memperkuat pengembangan ekosistem biomassa berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) melalui peluncuran Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Bersama BUMDesa di Desa Salira, Kabupaten Serang, Banten. Launching ditandai dengan pengiriman perdana sawdust (serbuk gergaji) dari BUMDesa di Desa Salira, Kabupaten Serang, Banten menuju PLTU Suralaya yang dioperasikan oleh PLN Indonesia Power. Kolaborasi ini dilakukan dengan mengintegrasikan potensi limbah pertanian, perkebunan, dan industri lokal ke dalam rantai pasok biomassa untuk kebutuhan pembangkit listrik guna mendukung transisi energi, mengurangi emisi karbon, sekaligus menciptakan peluang ekonomi dan lapangan kerja baru bagi masyarakat desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto, mengatakan pengembangan ekosistem biomassa merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya desa menjadi komoditas bernilai ekonomi. Melalui kolaborasi dengan PLN EPI, masyarakat desa didorong untuk mengambil peran aktif sebagai pelaku usaha dalam rantai pasok energi nasional.

“Launching hari ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi benar-benar menjadi tonggak keseriusan kita. Ujungnya adalah bagaimana memastikan potensi apa pun yang ada di desa bisa kita maksimalkan,” ujar Yandri.

Menurut Yandri, program ini sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan. Pengembangan biomassa diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini belum dioptimalkan.

Potensi biomassa tersebut antara lain berasal dari bonggol jagung, jerami, serbuk gergaji, sabut dan tempurung kelapa, hingga cangkang sawit. Melalui pengelolaan BUMDesa, berbagai bahan baku tersebut dapat dikumpulkan, diolah, dan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan biomassa pembangkit listrik PLN.

See also  POPNAS 2025, DKI Jakarta - Jabar Final Putra, Jabar - Jatim Final Putri

Yandri menilai pengembangan ekosistem biomassa memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai wilayah Indonesia. Di Kabupaten Serang, terdapat 326 desa yang dapat dipetakan potensi sumber daya lokalnya untuk mendukung pengembangan rantai pasok biomassa. Pada tahap awal, BUMDesa Bantarwaru di Kecamatan Cinangka dan BUMDesa Kadukempong di Kecamatan Padarincang menjadi bagian dari pengembangan ekosistem tersebut.

“Kalau ada kepastian penyerapan, akan ada kegiatan ekonomi. Ada yang bekerja, ada yang mendapatkan uang, ada juga kebersihan lingkungan. Efek dominonya banyak. Bukan hanya sekadar uang rupiah, tetapi bagaimana keberlangsungan hidup di desa menjadi lebih bersih, lebih guyub, dan lebih bagus,” ujar Yandri.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menjelaskan pengembangan biomassa merupakan bagian dari strategi diversifikasi energi primer PLN Grup untuk mendukung keandalan pasokan listrik sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar PLTU.

Pemanfaatan biomassa melalui teknologi cofiring memungkinkan sebagian penggunaan batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) disubstitusi dengan bahan baku berbasis sumber daya lokal. Selain berkontribusi terhadap pengurangan emisi, program ini membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam penyediaan energi primer melalui pengembangan ekonomi sirkular.

“Kalau batubara dan gas rata-rata berasal dari pemasok besar, biomassa ini merupakan pasokan yang melibatkan ekonomi sirkuler. Menurut kami, ini juga bagian dari ekonomi kerakyatan,” ujar Rakhmad.

Rakhmad mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, pasokan biomassa PLN Group telah mencapai sekitar 2,4 juta ton melalui kolaborasi PLN EPI bersama PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power. Pada 2026, pasokan biomassa diproyeksikan berada pada kisaran yang sama dan ditargetkan meningkat menjadi tiga juta ton pada 2027.

See also  Pertamina Peduli Pasok BBM untuk Mendukung Operasional RSUD Aceh Tamiang

Dalam jangka panjang, PLN EPI menargetkan pemanfaatan biomassa untuk program cofiring mencapai delapan juta hingga sepuluh juta ton pada 51 titik pembangkit di seluruh Indonesia. Untuk mendukung pencapaian tersebut, perusahaan terus memperluas kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk BUMDesa, guna membangun rantai pasok biomassa yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Pengembangan ekosistem ini dilakukan melalui model rantai pasok yang melibatkan hub, sub-hub, serta pusat pengumpulan dan pengolahan biomassa. Dalam skema tersebut, BUMDesa berpeluang menjadi agregator bahan baku dari masyarakat maupun pengelola fasilitas produksi yang menghasilkan biomassa sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pembangkit.

PLN EPI juga menyiapkan dukungan fasilitas produksi, antara lain mesin pencacah dan pengering, untuk meningkatkan kualitas bahan baku, termasuk nilai kalor dan kadar air biomassa.

Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi BUMDesa sekaligus menjaga kontinuitas dan kualitas pasokan ke pembangkit.

“Kami berkolaborasi dengan mitra untuk membantu dari sisi fasilitas produksinya, apakah itu mesin pencacah atau mesin pengering. Tujuannya supaya kualitas biomassa ini ketika masuk ke PLTU menjadi lebih baik,” kata Rakhmad.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir menambahkan kolaborasi Kemendes PDTT dan PLN EPI merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dengan PT PLN (Persero) pada 28 April 2026, yang kemudian diperkuat melalui perjanjian kerja sama antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal dengan PLN EPI pada 20 Agustus 2026.

Sebagai langkah implementasi, program pengembangan ekosistem biomassa ditargetkan melibatkan tiga BUMDesa pada 2026, meningkat menjadi enam BUMDesa pada 2027, dan sepuluh BUMDesa pada 2028. Jumlah tersebut berpeluang terus bertambah seiring dengan pemetaan potensi bahan baku, kesiapan kelembagaan BUMDesa, dan kebutuhan biomassa pembangkit di berbagai wilayah.

See also  Semarak HUT ke-80 RI, Trafik di Jalan Tol Hutama Karya Meningkat Drastis

Melalui sinergi ini, PLN EPI berkomitmen membangun ekosistem biomassa yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi primer, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian masyarakat desa.

Dengan menjadikan desa sebagai bagian dari rantai pasok energi nasional. PLN EPI mendorong transisi energi yang inklusif dan berkeadilan, di mana upaya pengurangan emisi berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Dari sumber daya lokal yang dikelola masyarakat, biomassa menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus energi untuk masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Berita Terkait

Alumni Inggris Kunjungi Muara Karang, PLN Nusantara Power Buka Ruang Kolaborasi untuk Masa Depan Energi Indonesia
MyPertamina Fair 2026 Resmi Dimulai, Pertamina Patra Niaga Berikan Apresiasi bagi Konsumen Setia
Tak Lelah Berinovasi, Mahasiswa ITPLN Raup Cuan
Pasok Separuh Pasar Dunia, Bahlil Siapkan Kendali Produksi Batu Bara Nasional
PLN Jalin Kerja Sama Strategis dengan Australia, Perkuat Sistem Ketenagalistrikan dan Dukung Transisi Energi Nasional
PLN EPI Amankan Pasokan LNG Masela dan South Hub 18 Tahun
ITPLN Ditantang Teliti Listrik Arus Laut
Bahlil Lantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Kementerian ESDM
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 00:19 WIB

Kemendes PDTT dan PLN EPI Dorong Desa Jadi Pemasok Energi Biomassa Nasional

Tuesday, 3 November 2026 - 16:53 WIB

Alumni Inggris Kunjungi Muara Karang, PLN Nusantara Power Buka Ruang Kolaborasi untuk Masa Depan Energi Indonesia

Tuesday, 3 November 2026 - 14:13 WIB

MyPertamina Fair 2026 Resmi Dimulai, Pertamina Patra Niaga Berikan Apresiasi bagi Konsumen Setia

Tuesday, 3 November 2026 - 14:08 WIB

Tak Lelah Berinovasi, Mahasiswa ITPLN Raup Cuan

Tuesday, 3 November 2026 - 14:00 WIB

Pasok Separuh Pasar Dunia, Bahlil Siapkan Kendali Produksi Batu Bara Nasional

Berita Terbaru

Megapolitan

UPT PPPA DKI Perkuat Perlindungan dan Pengasuhan Anak

Tuesday, 3 Nov 2026 - 17:22 WIB