Jaksa Tidak Bisa Dibeli

Saturday, 21 December 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



DAELPOS.com – Seorang jaksa mempunyai tugas mulia dalam penegakan hukum di tanah air. Tugas polisi akan sia-sia jika seorang jaksa tidak mampu meyakinkan bukti yang disertakan dalam tuntutan.

Tugas mulia ini tidak akan terwujud sempurna jika seorang jaksa tidak punya integritas. Yakni sikap ajeg yang tidak akam goyah meski ada tawaran materi untuk mengubah tuntutan seorang tersangka ketika persidangan digelar.

Adalah Baharuddin Lopa, Jaksa Agung semasa Gus Dur menjadi presiden dikenal punya integritas dalam menjalankan profesi sebagai jaksa. Integritas seorang Lopa pada gilirannya menjadi kunci bagi siapa saja yang berharap pada tatanan masyarakat yang adil sekaligus beradab.


Getar integritas tersebut bisa Anda baca pada Ranu Wijaya yang asli dari bumi parahyangan mencoba mengambil semangat Baharuddin Lopa. Jaksa yang dikenal punya rekam jejak istimewa ini mengundang banyak pemerhati hukum, karena dia sosok sederhana sekaligus sukses jika menangani perkara di persidangan.

Sejarah hidupnya diramu dalam buuku berjudul, “Selaksa Darma Untuk Negeri, Kisah Perjalanan Karier Jaka Ranu Miihardja” yang ditulis oleh Wahyu Utomo dan Riri Sudirman, dengan penerbit Balai Pustaka, Cetakan Kedua 2019.

Di mana Hendarman Supandji mantan Jaksa Agung, Ranu ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. … figur teladan penegak hukum yang punya integritas. Kriterianya sederhana, sifat dan sikapnya berubah atau tidak saat sudah menjabat (h_I).

Seorang dosen bernama Enmy Nurbaningsih ketika Ranu kuliah pasca sarjana di UGM Yogyakarta adalah saksi ketekunannya dalam meniti ilmu untuk nantinya diamalkan dalam tugasnya di kejaksaan.

Dari sini saya menilai bahwa ia punya integritas. Jarang saya jumpai komitmen penegak hukum seperti Ranu Mihardja saat menmpuh studi. …menyegarkan kembali harapan saya terhadap aparat penegak hukum yang berani, jujur, independen dan adil. Ranu Mihardja sekarang ini tidak berbeda dengan yang saya kenal sewaktu ia masih menjadi mahasiswa S2 (h_X).

Kesan atas Ranu setali tiga uang dengan harapan publik akan prilaku aparat penegak hukum cendrung sangat rendah. Seiring dengan media yang mewartakan prilaku menyimpang aparat penegak hukum.

Publik selalu berharap penegakan hukum secara konkrit adalah berlakunya hukum positif dalam praktik sebagaiman seharusnya patut dan wajib ditaati. Memberikan keadilan dalam suatu perkara berarti memutuskan perkara dengan menerapkan hukum dan menemukan hukum kongkrit dalam mempertahankan dan menjamin ditaatinya hukum formal sebagai pengejawantahan konstitusi.

Harapan publik dalam beberapa aspek hadir dalam diri Ranu, mengingat selama dirinya bertugas di KPK terbilang sukses. M. Busyro Muqoddas menyatakan ( h_XVII) bahwa Ranu menjaga betul marwah KPK, yang ditunjukkan dengan menegakkan aturan yang sudah tertuang dalam kode etik dan insan KPK.

Sosok Ranu terbentuk dari jejak hidupnya unik dan inspiratif. Siapa sangka seorang jaksa dengan jabatan cukup mentereng di Kejaksaan Agung punya latar belakang lulusan SMEA, kuliah di Akademi Pariwisata, dan pernah bekerja jadi portir, room service, resepsionis sampai kasir di Hotel Grand Preanger Bandung.

See also  Menteri PUPR Tinjau Langsung Penyekatan Peniadaan Mudik 2021


Ada kisah yang membekas dalam ingatan setelah dua tahun ia bertugas sebagai Jaksa Penuntut Umum. Tepatnya tanggal 20 Oktober 1993, Ranu sudah harus menangani perkara penting mengguncang stabilitas politik dan keamanan di tanah air waktu itu, yakni pembunuhan aparat kepolisian dalam kaus Haur Koneng di Majalengka.

Kasus tersebut sempat mendapat perhatian penuh masyarakat seluruh Indonesia sebab kebetulan melibatkan isu yang cukup sensitif berhubungan dengan sekte keagamaa.

Sebagai jaksa baru, Ranu termasuk salah seorang dalam tim penuntut umum yang menangani perkara tersebut.

Selepas itu perjalanan kariernya mengundang banyak perhatian publik. Ranu merupakan sosok yang dianggap punya potensi karena teguh dalam memegang prinsip hidupnya.

Dalam urusan karier dia tidak ngoyo, tetapi begitu diberikan kepercayaan maka dijalankannya penuh totalitas. Pengalamannya sebagai jaksa terbilang komplit, terutama berkesempatan bertugas di KPK dengan pengakuan pimpinan dan pegawai KPK tentang reputasinya yang berintegritas. Dia juga menjadi anggota TIMTASTIPIKOR pimpinan Hendarman Supanjdi.

Anda akan merasakan semangat baru di tengah banyak kesangsian pada jaksa dalam jagat penegakan hukum di negeri ini. Ranu adalah profile aktual yang bisa menjadi pemicu jaksa lainnya untuk hidup sederhana sekaligus berintegasi kuat dalam menjalankan tugas.

Berita Terkait

Sidang Isbat Jadi Acuan Penetapan Ramadan 1447 H
Tinjau Bendungan Lausimeme, Menteri Dody Pastikan Jembatan Akses Desa Rampung Sebelum Pengisian Penuh
Hutama Karya Dukung Bakti Sosial Sembako di Minahasa Untuk Masyarakat
Kementerian PU Bergerak Cepat Tangani Banjir di Cluster Spring Valley, Sentul City
Perkuat Irigasi Rawa Semangga, Kementerian PU Dukung Swasembada Pangan di Papua Selatan
Menkomdigi di HPN: Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah oleh Algoritma
Proliga 2026, Jakrta Livin’ Mandiri Raih Kemenangan Perdana Taklukan Medan Falcon
Stabilitas Ruang Kantor di CBD Jakarta Jelang 2026

Berita Terkait

Tuesday, 17 February 2026 - 10:34 WIB

Sidang Isbat Jadi Acuan Penetapan Ramadan 1447 H

Monday, 16 February 2026 - 00:33 WIB

Tinjau Bendungan Lausimeme, Menteri Dody Pastikan Jembatan Akses Desa Rampung Sebelum Pengisian Penuh

Sunday, 15 February 2026 - 01:04 WIB

Hutama Karya Dukung Bakti Sosial Sembako di Minahasa Untuk Masyarakat

Saturday, 14 February 2026 - 05:16 WIB

Kementerian PU Bergerak Cepat Tangani Banjir di Cluster Spring Valley, Sentul City

Tuesday, 10 February 2026 - 05:55 WIB

Perkuat Irigasi Rawa Semangga, Kementerian PU Dukung Swasembada Pangan di Papua Selatan

Berita Terbaru

Berita Utama

Secara Hisab 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Tuesday, 17 Feb 2026 - 19:52 WIB